Cuma Mau yang Enak

Kecenderungan bangsa ini yang cuma mau enak-enaknya saja tercermin dari doktrin seperti ini:

Kebudayaan luar harus difilter. Buang yang negatif terhadap kita dan ambil positifnya.

Sekilas tidak ada yang salah dengan semboyan itu. Memang harusnya kita mengambil positifnya, supaya bangsa ini tumbuh menjadi bangsa yang hebat, karena sisi positif dari kebudayaan di dunia sudah diambil semua.

Tapi tidak pernahkah kita mencoba berpikir realistis? Mau disaring seperti apapun, setiap minyak akan memiliki ampas. Ada pengaruh buruk yang akan masuk, sehebat apapun kita melakukan resistensi.

Maka inilah kita! Terjebak dalam kemunafikan. Ingin demokrasi, tapi masih ingin kepatuhan. Ingin keterbukaan tapi masih ingin berahasia. Ingin punya internet tapi tak mau dapat konten negatif. Ingin maju tapi mati-matian mempertahankan 100% tradisional.

Lah kalau ga mau yang jelek ya pilihannya cuma satu: Isolasi diri saja dari dunia luar! Tak dapat positif maupun negatif. Enteng toh?

No Pain, No Gain. Yes?

Iklan

1 Response to “Cuma Mau yang Enak”


  1. 1 Hoek Soegirang 9 April, 2008 pukul 7:18 pm

    “No Pain, No Gain. Yes?”
    YEARRRGHHH!!!!! Kamu itu desainer atau juru kamfanye, eh?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

%d blogger menyukai ini: