Arsip untuk April 2nd, 2008

How Would You Define A Blog?

wtfistruth.jpg

Sehubungan komentar negatif di salah satu page saya, saya ingin ngajak tukar pandangan tentang bagaimana kita menafsirkan arti sebuah blog. Bagaimana kita mengapresiasi isinya? Apakah kita telan mentah-mentah sebagai teori yang pasti bener? Atau sebaliknya jangan dibaca saja karena isinya pasti omong kosong?

Buat saya blog adalah kesimpulan saya setiap hari. Setiap kejadian, setiap tulisan, setiap hasil browsing, saya buat risalahnya ke dalam satu artikel (kadang dua atau tiga, tergantung mood dan banyaknya kejadian besar yang saya temui hari ini). Tapi jelas saja itu sekedar sudut pandang saya terhadap hidup sehari-hari. Bisa salah, bisa bener.

Apalagi mau bicara seni atau desain? Ga akan ada ukuran benar-salahnya, toh?

Lanjutkan membaca ‘How Would You Define A Blog?’

Kalau Misalnya….

… seluruh tradisi yang ga ada hubungannya hubungannya dengan Islam harus dimusnahkan hanya untuk alasan ini:

Siapa yang meniru suatu umat, maka ia adalah bagian dari umat itu

Coba kita hitung, ada berapa semangat yang hilang?

– Semangat mengasihi orang lain

– Semangat memiliki rasa humor yang baik

– Semangat cinta negeri sendiri

– Semangat ingat keluarga

– Semangat mengerti keceriaan anak kecil
– …

Lanjutkan membaca ‘Kalau Misalnya….’

Paper Toy?

Saya ndak tahu batasan mainan bisa disebut paper-toy apa tidak (kemarin-kemarin Hoek sempat nanya). Tapi kemarin iseng-iseng bikin ini:

bonekakertas.jpg

Bahannya sederhana, kertas, drawing pen, lem, dan pen-cutter

Gimana? Bisa disebut paper toy ga?

*Karya berhak cipta. Jangan nyulik ide orang untuk kepentingan sendiri, yah?

* Anuh maaf untuk Osamu Tezuka dan KPG soalnya saya ndak tahu background apa lagi yang cocok. Akhirnya nyamber komik Buddha yang warnanya pas. Desain buku oleh Rully Sutanto.

Lorem Ipsum dalam Desain

Waduh.. spesies kupu-kupu dari mana lagi itu, Har?

Hehehehe. Lorem Ipsum itu bukan nama ilmiah, Mas. Sebenarnya ia adalah rangkaian kata yang secara keseluruhan tidak punya arti. Hanya saja penyusunan huruf-hurufnya dirancang sedemikian rupa supaya mirip dengan bahasa tertentu, biasanya Latin. Tapi belakangan ada juga yang tulisannya mirip-mirip bahasa lain, misalnya Bahasa Inggris, Esperanto, Spanyol, bahkan kode morse.

Lho, kurang kerjaan banget. Buat apa cape-cape bikin lorem ipsum , Har?

Gini… saat kita menyusun layout tulisan, katakanlah koran, ada saatnya kita ga mau penilaian atas layout tersebut dipengaruhi oleh isi tulisannya sendiri.

Lanjutkan membaca ‘Lorem Ipsum dalam Desain’


Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
April 2008
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930