Arsip untuk April 9th, 2008

Beginilah Cara Kami Membungkammu, Jendral!

Peringatan: Tulisan ini hanya sebuah karya fiksi. Entah berhubungan dengan kejadian di dunia nyata atau tidak, saya tidak tahu. Apabila merasa tersinggung atau terheran-heran dengan post ini, bacalah segera tulisan ini. Jika ada kesamaan nama dengan dunia nyata, itu hanya kebenaran belaka.

Jendral, kami tahu kau lebih pintar dari kami semua. Kau menguasai banyak data rahasia tentang negeri ini. Kau menguasai cara mempengaruhi opini publik. Kau tahu cara memanfaatkan teknologi yang katanya bisa diakses orang banyak. Kau tahu semua kebusukan yang kami lakukan, sampai ke detil-detilnya.

Sementara kami tak tahu apa-apa. Kami tak tahu kalau harga leptop tak harus 20 juta. Kami tak tahu kalau posisi foto tak menunjukkan tingkat kehormatan. Kami tak tahu cara membuat laporan hasil studi banding kepada masyarakat. Kami tak tahu kalau rekaman mesum kami di ponsel dengan mudah bisa tersebar.

Kau lebih pintar dari kami semua Jendral, kuakui itu.

Lanjutkan membaca ‘Beginilah Cara Kami Membungkammu, Jendral!’

Mengapa Jadi Anggota D_R* Enak

Karena sayalah dari sebagian banyak orang di negeri ini yang tak bisa dikritik.

Turut berduka cita atas tuduhan pencemaran nama baik terhadap SLANK. Memangnya organisasi bisa ya, merasa nama baiknya dicemarkan?

* Setelah kata FITNA, Porno, dan cracking, sepertinya kata “mafia senayan” akan dianggap kata terlarang. (mengalahkan Lord Voldemort? hehehehehe).

Bagaimana Cara Mengapresiasi Karya?

Karya seni itu hasil dari otak kanan. Ia tidak bicara benar-salah. Ia tidak menyajikan keakuratan data. Ia bisa sangat multitafsir. Maka bukan detail-detailnya yang harus dipentingkan, namun bagaimana kita mengambil sikap terhadap keseluruhan karya tersebut.

Saat kita mencerna sebuah Fitna dengan emosi, maka emosilah yang kita dapatkan. Saat kita menanamkan kebencian kepada Wilder Geert, mengolok-oloknya tanpa puas, maka kebencian dan olokan pulalah yang datang dari film itu. Bayangkan, saat ada jutaan orang ingin membenci Fitna, ratusan pemuka agama ingin mengecamnya, maka kebencian itu akan terus menguat dan menguat, tanpa ada yang bisa membantahnya.

Sebaliknya jika kita berpikir positif terhadapnya, mencoba mengambil hikmahnya, maka hikmah itu sendirilah yang akan kita terima. Saat kita membuka diri terhadap kritik, maka kritik membangunlah yang kita dapat. Saat kita berhasil meredam amarah, senyumlah yang akan kita tuai.

Bukan begitu? Atau saya salah?


Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
April 2008
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930