Archive for the 'renungan' Category

Belajar Kopi

Gara-gara tugas Teknik Presentasi DKV, saya jadi harus belajar kopi, hehehe.

Minum kopi itu banyak seninya. Tapi yang paling saya senangi adalah minum kopi hitam, tanpa gula. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi menurut saya hanya dengan menjauhi tambahan aneh-aneh maka kita bisa mengenali rasa kopi sebenarnya. Ssstt…hal ini juga yang bikin saya berantem dengan pacar, karena menurutnya kopi pake gula sah-sah saja.

Identitas kopi bisa dikenali dari beberapa faktor, yaitu rasa pahit, asam, manis, lemak, dan aromanya. Nah.. yang susah-susah gampang adalah tiap jenis kopi bisa memiliki ciri yang sangat bervariasi. Dari mana variasi itu berasal? Saya menyimpulkan begini:

Lanjutkan membaca ‘Belajar Kopi’

Iklan

Cuci Tangan

Saya lihat di koran ini berita tentang Anak SD gantung diri. Seperti biasanya masalahnya adalah keadaan ekonomi, tak bayar uang sekolah lalu merasa hidupnya tak berguna, dan bunuh diri. Lengkap pula bahasan bagaimana rakyat kecil terhimpit ekonominya karena kebijakan pemerintah yang begini begitu.

Lagi, saya merasa speechless dengan media. Analisa yang benar-benar aneh. Karena setahu saya keuangan keluarga bukanlah tanggung jawab seorang anak. Kok bisa-bisanya yang stress malah anaknya, bukan bapaknya. Oke.. saya sendiri pun pernah merasa rendah diri karena tidak terlahir di lingkungan kaya. Ejek-mengejek masalah ekonomi keluarga itu biasa. Lah, kaya miskin itu sudah pasti terjadi di negara manapun, kok.

Tapi kalau sampai dibawa bunuh diri?

Lanjutkan membaca ‘Cuci Tangan’

Kelas Super

Hari ini di Sindo saya baca sekarang katanya sedang trend kelas super, suatu kelas berisi siswa yang dianggap memiliki inteligensia lebih dan menyenangi matematika dan sains. Untuk masuk kelas ini katanya pakai syarat IQ 150 lebih segala, wuih!

Senang? Entah mau bilang apa. Jelas ini bagus untuk anak-anak yang memang sudah maniak sains. Tapi yang bikin saya kecewa adalah kelas ini sepertinya lebih bicara ke masalah superior-superioran. Seolah dunia ini hanya bicara masalah sains dan matematika. Siapapun yang bisa menguasai sains pasti bisa menguasai dunia, masa depan terjamin, hidup kaya raya. Duh!

Jadi apakah anak dengan IQ tinggi tapi tak suka sains akan dianggap anak buangan? Tidak perlu diberi fasilitas?

Lanjutkan membaca ‘Kelas Super’

Harga Minyak dan Aspirasi Rakyat Miskin

Banyak blogger memberitakan kenaikan harga BBM di blognya. Sebenarnya saya tidak tahu apakah harus setuju atau menolak kenaikan ini, tapi ada beberapa sudut pandang dari saya:

1. Siapapun yang bisa membeli kemewahan kendaraan dengan harga 5 juta ke atas, bukannya menyisihkan uang itu untuk kebutuhan pokok (sandang, pangan, papan), tidak pantas menyebut dirinya bagian dari rakyat miskin.

2. Siapapun yang bisa ngeblog dengan tarif ribuan rupiah per jam dan durasi pemakaian lebih dari 2 jam per hari, ketimbang memusingkan harga mi instan, tidak pantas menyebut dirinya membuat tulisan yang mewakili rakyat miskin.

Lanjutkan membaca ‘Harga Minyak dan Aspirasi Rakyat Miskin’

SSS!

Saya pikir semua blogger pasti pernah nemu komentator negatif yang akan terus mencela setiap detail tulisan kita. Yang ga aneh dikomentari seolah hal aneh, yang ga salah dicaci maki supaya kelihatan salah, yang becandaan dianggap serius. Entah punya dendam apa, atau memang mungkin sekedar menumpahkan kekesalan gara-gara tadi malam ga dapat jatah dari istri. Hik hik hik hik. 😆

Saya pikir juga, banyak blogger punya jurus untuk menghadapi komentar-komentar miring seperti ini. Misalnya yang saya tahu Bu Jurig dan Pak Budi punya semboyan “Blog Aing Kumaha Aing”, suatu semboyan yang sebenarnya lebih kepada usaha menguatkan kepercayaan diri daripada menyerang orang yang menjelek-jelekkan, apalagi sekedar memperlihatkan kesombongan.

Lanjutkan membaca ‘SSS!’

Bunga Kerang

Bungamu seperti kerang, sayangku

Aku cinta sesuatu yang tidak kubungai

Tiga pasang mawar kehidupan sedang menari-nari

Tuhan, masa depan, cinta


Bungamu sudah menjadi kerang, sayangku

Tujuh ratus tiga puluh aku menyirami

Kupu-kupu telah keluar dari sepotong kepompong

habis puas ia menikmati makan malam


Apa itu bunga cinta kerang, sayangku?

Kalau hanya boleh ada menyirami, bukan disejuki

Aku duduk terdiam menghitung emosi dirimu

Yang harus dewasa cuma aku

Bunga, cinta, kerang, tuhan, manusia, pacar, mata, tangis, BENTAK!

Mayday…! Mayday…! We are Crashing!

Bulan Mei, saatnya demonstrasi atas nama buruh. Beberapa kali aman, ada pula yang rusuh. Saya tidak terlalu ngeh soal begituan. Soalnya saya bukan buruh, sekedar mahasiswa yang senang memelototi koran. Pengen sih bikin foto aksinya, tapi saya bukan wartawan yang dilindungi hak-haknya dalam meliput.

Tapi ada peristiwa tadi sore yang membuat hati saya tersentil, sebuah percakapan di Taksi berwarna biru. Si bapak supir cerita kalau aksi 1 Mei kali ini (katanya) rusuh di Istana. Macet di mana-mana. Usil, saya coba tanya “Lah, emang bapak ga ikutan?.”

Lanjutkan membaca ‘Mayday…! Mayday…! We are Crashing!’


Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Oktober 2017
S S R K J S M
« Nov    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031