Archive for the 'kuliah' Category

Kelas Super

Hari ini di Sindo saya baca sekarang katanya sedang trend kelas super, suatu kelas berisi siswa yang dianggap memiliki inteligensia lebih dan menyenangi matematika dan sains. Untuk masuk kelas ini katanya pakai syarat IQ 150 lebih segala, wuih!

Senang? Entah mau bilang apa. Jelas ini bagus untuk anak-anak yang memang sudah maniak sains. Tapi yang bikin saya kecewa adalah kelas ini sepertinya lebih bicara ke masalah superior-superioran. Seolah dunia ini hanya bicara masalah sains dan matematika. Siapapun yang bisa menguasai sains pasti bisa menguasai dunia, masa depan terjamin, hidup kaya raya. Duh!

Jadi apakah anak dengan IQ tinggi tapi tak suka sains akan dianggap anak buangan? Tidak perlu diberi fasilitas?

Lanjutkan membaca ‘Kelas Super’

Iklan

Diketirik

Hari ini saya mendapat kritikan soal kesinambungan dari dosen. Katanya kontinuitas dari desain saya sangat kurang, selain itu juga visualisasinya tidak mencerminkan tuntutan tugas yang diberikan. Awalnya saya tidak begitu mengerti, tapi setelah berbincang dengan teman ternyata dia memberi sebuah clue.

Saya adalah seorang desainer komunikasi visual. Sehebat apapun pemikiran saya, tetap saja saya bekerja di wilayah gambar, ruang, dan huruf. Gambar yang saya buat itulah yang harus berbicara, karena ngga setiap saat saya bisa menjelaskannya ke orang lain. Nda ada gunanya filosofi dan konsep hebat kalau tidak tercermin dari karya saya.

Lanjutkan membaca ‘Diketirik’

Kabar Buruk

Akrilik saya habis.

Sementara hari ini saya perlu ngebut membuat ilustrasi. Besok sudah harus dikumpul lengkap menjadi sebuah display. Benar-benar sebuah pekerjaan yang menguras tenaga. Apa boleh buat, duit mengalir lagi. UTS harus dibela-belain, karena ancamannya adalah tidak lulus dan mengulang tahun depan.

Tapi kabar paling buruk adalah…. harga akrilik naik nyaris 2 KALI LIPAT dibanding setahun lalu! 😐 Kalau biasanya dengan uang 60 ribu saya sudah bisa bikin gambar ukuran A2, sekarang paling tidak keluar 100 ribu. Akhirnya karena pertimbangan masih banyak keperluan lain, saya beli saja yang isi mungil, 12 warna. Dengan tambahan kuas, palet, dan kertas, habis sudah uang seratus ribu yang saya pikir harusnya bersisa. *sigh

Saya pusing, harga cat meroket, sementara di surat kabar pemerintah berkoar-koar ingin memajukan industri kreatif. Katanya berambisi meniru Inggris yang sukses menjadikan industri ini sebagai pemasukan devisa yang lumayan besar. Lah mana bukti omong besarnya itu? Buku-buku referensi budaya dan seni tetap saja mahal, tak ada yang di bawah 100 ribu.

Saya pikir salah besar kalau ada yang menganggap industri kreatif itu berarti bisa menghasilkan duit banyak dengan modal cuma Rp. 0,0. Salah besar kalau industri kreatif dianggap cuma berhubungan sama ide-ide baru setiap hari. Industri kreatif itu dunia penuh resiko. Hitung-hitungan duitnya harus kencang. No pain, no gain.

Lah gimana ini, pengen masyarakatnya hidup dari dunia kreatif, tapi kerjaannya cuma mencekik.  Mungkin tak masalah kalau impotentak punya kemampuan buat mensubsidi. Lah tapi di sisi lain hobinya merecoki dengan peraturan moral yang aneh-aneh. Sudah itu kalau mau beli produknya tak pernah mau menghargai, pengennya murah meriah bak kacang goreng. Kalau pengen tampil perlente, kerjaannya cari bajakan di mal-mal.

Industri Kreatif atau Kere-Aktif nih, Pak?

 

SSR Barat: Era Bizantium

Lagi usil ngumpulin link ke artikel yang membahas sejarah seni rupa barat. Eranya saya pilih Bizantine aliasi Bizantium. Jangan kaget kalau beberapa arsitekturnya mirip sama mesjid.

Enjoy! \:D/

Lanjutkan membaca ‘SSR Barat: Era Bizantium’

Film Helvetica

Besok saya harus mengumpulkan tugas Manajemen Produksi DKV. Minggu sebelumnya kita disuruh nonton film tentang huruf legendaris, Helvetica. Jadi sekarang disuruh membuat kesimpulannya. Saya buat ringkasannya di sini. Selamat menikmati!

RESENSI FILM HELVETICA

Helvetica adalah sebuah huruf yang diciptakan pada 1957 oleh Max Miedinger. Huruf ini memiliki karakteristik tanpa serif dan bentuk yang sangat sederhana, bersih, dan rapi. Karena itu ia kemudian populer dan banyak digunakan.

Namun walaupun bisa dikatakan mendekati sempurna, kesempurnaan Helvetica sendiri adalah titik lemahnya. Kesederhanaannya memang membuatnya mudah dibaca, tapi sekaligus terlalu datar, tidak beremosi, begitu membosankan.

Lanjutkan membaca ‘Film Helvetica’

Kuliah DKV Hari Ini

Presentasi adalah usaha meyakinkan audiens (alias klien). Tujuannya adalah menggiring pemikiran audiens agar memiliki ide serupa dengan kita. Penampilan yang baik saja tidak cukup, perhatikan juga masalah logis-tak logis dari presentasi yang kita sajikan.

Dari segi teknis, ehmmmm.. Hati-hati dengan warna background gambar dan background halaman powerpointnya. Di PC memang sering tidak kelihatan, tapi sepertinya Mac lebih sensitif. Juga masalah ekspor Microsoft Powerpoint 2007 ke 2003, hasilnya bisa berantakan (untuk yang ini untungnya yang ngalamin bukan saya). Cek berkali-kali sebelum tampil.

Jadi kesimpulannya perfeksionisme itu perlu, eh?

Contoh Iklan Mobil 1960an

Masih soal kuliah DKV IV. Kali ini saya usil mengulik iklan-iklan mobil. Perkiraan saya rentang 1940-1970 itu kan masa booming industri mobil di Amerika (sebelum akhirnya kalah di tahun 70 hingga 90 oleh mobil Jepang). Benar juga, ada ratusan poster iklan mobil dari produsen yang berbeda.

Wew!

Ini cuma screenshot dari windows explorer saya. Klik link ini untuk melihat daftar lengkap iklan-iklannya.

Ini bisa menunjukkan bahwa mobil sebenarnya ikon budaya yang sangat kuat untuk rentang waktu yang dimaksud. Lumayan nih, inspirasi untuk desain nanti.


Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Desember 2017
S S R K J S M
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031