Lebih Baik Terlambat…

Akhirnya Pak Menteri kita mendengar juga beberapa keluh kesah dari blogger. Tak puas? Tentu saja, masih ada banyak pihak yang perlu diajak berunding soal blokir-blokiran ini: pengguna forum, wikiwan, pemilik situs, kuli berita, ahli IT, pekerja kreatif, dan masih banyak lagi. Pengguna internet bukan cuma blogger, kan? Tapi itu semua cuma masalah waktu.

Mungkin memang terlambat. Tindakan memilih mendengar aspirasi daripada memaksakan otoritas harusnya sudah dilakukan dari dulu-dulu sebelum gonjang-ganjing ini terjadi. Seharusnya beliau lebih mendengar orang-orang yang terpojok di sudut ketimbang mendengar buaian dongeng cantik bawahannya atau pesan khusus dari atasannya. Tapi ini masih lebih baik daripada terus menutup kuping rapat-rapat.

Tak ada kata terlambat untuk sebuah perbaikan, bukan?

Iklan

0 Responses to “Lebih Baik Terlambat…”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

%d blogger menyukai ini: