Archive for the 'desain' Category

Belajar Kopi

Gara-gara tugas Teknik Presentasi DKV, saya jadi harus belajar kopi, hehehe.

Minum kopi itu banyak seninya. Tapi yang paling saya senangi adalah minum kopi hitam, tanpa gula. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi menurut saya hanya dengan menjauhi tambahan aneh-aneh maka kita bisa mengenali rasa kopi sebenarnya. Ssstt…hal ini juga yang bikin saya berantem dengan pacar, karena menurutnya kopi pake gula sah-sah saja.

Identitas kopi bisa dikenali dari beberapa faktor, yaitu rasa pahit, asam, manis, lemak, dan aromanya. Nah.. yang susah-susah gampang adalah tiap jenis kopi bisa memiliki ciri yang sangat bervariasi. Dari mana variasi itu berasal? Saya menyimpulkan begini:

Lanjutkan membaca ‘Belajar Kopi’

Website Portfolio Baru

Akhirnya selesai juga aktivasi hosting saya di qwords.com. Layanannya memuaskan. Mulai dari awal saya dibimbing lewat Layanan Konsumen yang ada 24 jam (maaf kalau pertanyaan saya menyebalkan ya mas, mbak). Sempat ada masalah dengan pembayaran, tapi saya kira yang bertanggung jawab sebenarnya di banknya, bukan qwordsnya sendiri. Mereka tanggap sekali dengan problem yang kita hadapi.

Yang jadi masalah mungkin email konfirmasi (seperti juga layanan internet lain). Seharusnya subject email tidak diberi url, cukup QWords saja, tidak pake dotcom. Soalnya layanan email seperti yahoo pasti menganggap email seperti ini spam.

Lanjutkan membaca ‘Website Portfolio Baru’

Kelas Super

Hari ini di Sindo saya baca sekarang katanya sedang trend kelas super, suatu kelas berisi siswa yang dianggap memiliki inteligensia lebih dan menyenangi matematika dan sains. Untuk masuk kelas ini katanya pakai syarat IQ 150 lebih segala, wuih!

Senang? Entah mau bilang apa. Jelas ini bagus untuk anak-anak yang memang sudah maniak sains. Tapi yang bikin saya kecewa adalah kelas ini sepertinya lebih bicara ke masalah superior-superioran. Seolah dunia ini hanya bicara masalah sains dan matematika. Siapapun yang bisa menguasai sains pasti bisa menguasai dunia, masa depan terjamin, hidup kaya raya. Duh!

Jadi apakah anak dengan IQ tinggi tapi tak suka sains akan dianggap anak buangan? Tidak perlu diberi fasilitas?

Lanjutkan membaca ‘Kelas Super’

Diketirik

Hari ini saya mendapat kritikan soal kesinambungan dari dosen. Katanya kontinuitas dari desain saya sangat kurang, selain itu juga visualisasinya tidak mencerminkan tuntutan tugas yang diberikan. Awalnya saya tidak begitu mengerti, tapi setelah berbincang dengan teman ternyata dia memberi sebuah clue.

Saya adalah seorang desainer komunikasi visual. Sehebat apapun pemikiran saya, tetap saja saya bekerja di wilayah gambar, ruang, dan huruf. Gambar yang saya buat itulah yang harus berbicara, karena ngga setiap saat saya bisa menjelaskannya ke orang lain. Nda ada gunanya filosofi dan konsep hebat kalau tidak tercermin dari karya saya.

Lanjutkan membaca ‘Diketirik’

Disiplin!

Kemarin-kemarin ini saya menemukan pengalaman menggelikan sekaligus mengenaskan di salah satu image processing (itu lho, tempat cuci cetak film) ternama di Jakarta. Ceritanya saya sedang menuju kasir. Karena terburu-buru, uang saya jatuh. Dan saya diberitahu oleh satu orang bule yang cukup manis mukanya. Sopan sekali.

Nah setelah beberapa saat mengantri, tibalah kesempatan si bule mengambil fotonya. Sementara saya di belakang persis. Entah kenapa prosesnya lama sekali. Dan tiba-tiba saja dia meledak:

I’VE TOLD YOU MANY TIMES! I’VE BEEN WAITING FOR SIX HOURS! SIX HOURS!!!! DO YOU UNDERSTAND!?!

Lanjutkan membaca ‘Disiplin!’

Film Helvetica

Besok saya harus mengumpulkan tugas Manajemen Produksi DKV. Minggu sebelumnya kita disuruh nonton film tentang huruf legendaris, Helvetica. Jadi sekarang disuruh membuat kesimpulannya. Saya buat ringkasannya di sini. Selamat menikmati!

RESENSI FILM HELVETICA

Helvetica adalah sebuah huruf yang diciptakan pada 1957 oleh Max Miedinger. Huruf ini memiliki karakteristik tanpa serif dan bentuk yang sangat sederhana, bersih, dan rapi. Karena itu ia kemudian populer dan banyak digunakan.

Namun walaupun bisa dikatakan mendekati sempurna, kesempurnaan Helvetica sendiri adalah titik lemahnya. Kesederhanaannya memang membuatnya mudah dibaca, tapi sekaligus terlalu datar, tidak beremosi, begitu membosankan.

Lanjutkan membaca ‘Film Helvetica’

Kuliah DKV Hari Ini

Presentasi adalah usaha meyakinkan audiens (alias klien). Tujuannya adalah menggiring pemikiran audiens agar memiliki ide serupa dengan kita. Penampilan yang baik saja tidak cukup, perhatikan juga masalah logis-tak logis dari presentasi yang kita sajikan.

Dari segi teknis, ehmmmm.. Hati-hati dengan warna background gambar dan background halaman powerpointnya. Di PC memang sering tidak kelihatan, tapi sepertinya Mac lebih sensitif. Juga masalah ekspor Microsoft Powerpoint 2007 ke 2003, hasilnya bisa berantakan (untuk yang ini untungnya yang ngalamin bukan saya). Cek berkali-kali sebelum tampil.

Jadi kesimpulannya perfeksionisme itu perlu, eh?


Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Agustus 2017
S S R K J S M
« Nov    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031