Archive for the 'estetika' Category

Mari Dinginkan Si Jendral

Ada yang kegerahan membaca post Jendral-Jendralan saya kemarin? Oke, waktunya klarifikasi.

Di luar alasan mengkritik Undang-Undang ITE yang rada kebablasan dalam membatasi kebebasan pengguna internet, saya memiliki misi utama menjelaskan cara mengapresiasi karya seni. Sepertinya hal ini sudah saya lakukan di post lain, tapi akan lebih menarik kalau “digoreng” sedikit. Buktinya sukses, 25 komentar dan 225 pageview dalam sehari masuk ke topik tersebut. Post itu mengundang perhatian.

Wokeh, inti utama mengapresiasi karya seni adalah ia tak bisa dijudge secepat mata memandang atau telinga mendengar. Sebab seringkali seorang seniman menyembunyikan orang yang ingin dia bicarakan (subjek), apa yang sedang terjadi (predikat), dan korban dari sebuah peristiwa (objek). Jangan heran, dalam sejarah sudah banyak seniman masuk penjara atau mengorbankan nyawanya hanya demi sebuah karya.

Lanjutkan membaca ‘Mari Dinginkan Si Jendral’

Iklan

How Would You Define A Blog?

wtfistruth.jpg

Sehubungan komentar negatif di salah satu page saya, saya ingin ngajak tukar pandangan tentang bagaimana kita menafsirkan arti sebuah blog. Bagaimana kita mengapresiasi isinya? Apakah kita telan mentah-mentah sebagai teori yang pasti bener? Atau sebaliknya jangan dibaca saja karena isinya pasti omong kosong?

Buat saya blog adalah kesimpulan saya setiap hari. Setiap kejadian, setiap tulisan, setiap hasil browsing, saya buat risalahnya ke dalam satu artikel (kadang dua atau tiga, tergantung mood dan banyaknya kejadian besar yang saya temui hari ini). Tapi jelas saja itu sekedar sudut pandang saya terhadap hidup sehari-hari. Bisa salah, bisa bener.

Apalagi mau bicara seni atau desain? Ga akan ada ukuran benar-salahnya, toh?

Lanjutkan membaca ‘How Would You Define A Blog?’

Emphasis

Salah satu hal yang sering lalai diperhatikan dalam berkomunikasi dengan gambar adalah emphasis.

Apa itu emphasis, Har?

Emphasis adalah penekanan kepada area terkecil yang bisa dikenal pembaca. Emphasis berarti menghilangkan detail-detail yang walaupun bernilai informasi penting, tapi tidak akan diproses bagian visual dari otak kita. Yang diberi penekanan adalah bagian paling unik yang mampu diingat pembaca dalam sekejap.

Pusing nih, Har. Kok ngejelimet?

Begini, saya kasih saja contohnya. Misalnya kita dikasih soal seperti ini:

Buatlah sebuah gambar mobil!

Maka kebanyakan dari kita akan mengumpulkan detail-detail sebuah mobil seperti bodi, ban, lampu, supir, dan kacanya.

emphasis1.jpg

Lanjutkan membaca ‘Emphasis’

Karya Seni dan Kepercayaan Diri Bangsa

*halah, judulnya sok pakarâ„¢ banget….

Semalam saya terlibat percakapan ala warung kopi dengan cewek tengil satu ini. Kita mengeluhkan bagaimana orang Indonesia itu secara mental sebenarnya hobi dan senang sekali dijajah bangsa lain.

Saya jadi ingat satu ilustrasi tentang keadaan seperti ini dalam sebuah pameran. Anggaplah dua seniman, Pak X dan Mr. Y sedang buka pameran di Galeri Nasional. Pak X itu pelukis wong ndeso asli Indonesia, sedangkan Mr. Y bule pegang kuas. Secara kualitas sebenarnya mereka sama.

Kemudian datang seorang kaya baru. Ya, seorang kaya baru, yang ga punya taste apa-apa soal seni, cuma kebanyakan duit aja buat beli. Kemudian dia masuk dan bertemu kedua seniman.

Keluarlah quote-quote seperti ini saat bertemu Pak X.

Lanjutkan membaca ‘Karya Seni dan Kepercayaan Diri Bangsa’

Sampah!

Oh, bukan. Sampean jangan takut kalau blog ini ikut-ikutan membahas posting atau komentar nyampah ala Hoek atau Rozenesia. Sumpah, bukan itu yang mau saya tulis.

penghapus.jpg

Begini, pernah ga, dihujat dengan kalimat “KARYA LU SAMPAH!“?

Unfortunately, saya pernah. Kejadiannya udah beberapa bulan lalu. Waktu itu ada mahasiswa yang keliatannya angkatan di atas saya. Dia ngeliat saya lagi motong-motong tugas untuk fotografi. Karena sebelumnya banyak mahasiswa lain yang ngeliatin juga, saya ga terlalu merasa terganggu.

Nah, dengan tatapan aneh tiba-tiba dia nanyain saya:

“Itu karya lu, ya?”

Lanjutkan membaca ‘Sampah!’

Update Header

^ Coba lihat ke atas, ngerasa ada sesuatu yang beda?

Lho kok kosong, mau jadi anonim, Har?

Oh.. bukan. Saya cuma lagi iseng mempermainkan pencitraan (bahasa kerennya image). Sekalian mau membuktikan teori, benar tidak gambar bisa mewakili pesan jauh lebih baik daripada kata-kata?

Lanjutkan membaca ‘Update Header’

Diproteksi: Dilarang Berbudaya, Terlalu BOROS!

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:


Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Desember 2017
S S R K J S M
« Nov    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031