Arsip untuk April 16th, 2008

Hello Mr. Private Number?

Hahahahaha, masih aja getol nelponin orang pakek private number. Mang enak nelpon 5 kali ga diangkat-angkat?!

Pake etikalah… kalau merasa urusan lu penting ya posisikan juga orang lain sebagai orang penting!

*seharusnya depkominfo lebih banyak menekan penyelenggara layanan HP agar mematikan fungsi private number. benar-benar mengganggu ketenangan orang lain!

Deviant Walking

Kalau blog ada blogwalking, deviantart juga boleh donnnggg.. Ini teman saya ngasih link, fotografer masih remaja tapi karyanya bagus-bagus. TOP! 😉

Dottydotcom

Makin kecil usianya, makin cerdas manfaatin warna.

Renungan Fotografi

Kalau kau ingin jadi fotografer, camkan bahwa kamera itu adalah jiwamu. Dari dialah kau mencari makan, mengintip dunia, hingga merenungkan filosofi hidup.

Maka sayangilah kameramu, jangan kau banting kala kesal, jangan kau pukulkan ke kepala orang lain, jangan sampai ia menggigil terguyur hujan, jangan kau tinggalkan ia kesepian di balik laci lemari,

Kamera bukanlah simbol status bagi seorang fotografer. Ia bukan perhiasan di leher untuk dipamer-pamerkan. Ia adalah sebuah jiwa. Ia inti dari pekerjaan memotret.

Kalau tidak ingin sayang dengan kameramu, berhentilah jadi fotografer. Hibahkan saja kameramu kepada orang lain yang akan lebih menyayanginya.

Karena tak semua orang seberuntung dirimu bisa membeli kamera bak sebungkus kacang goreng.

Lanjutkan membaca ‘Renungan Fotografi’

Seni Rupa Indonesia: Mooi Indie sampai Persagi

Sedang ada tugas kuliah mengkliping artikel-artikel tentang sejarah seni rupa indonesia di era kolonialisme, mulai dari masa mooi indie sampai PERSAGI. Nanti saya tambahin satu per satu linknya.

1. Raden Saleh

Raden Saleh, Seniman dan Bangsawan

2. Mooi Indie

Lanjutkan membaca ‘Seni Rupa Indonesia: Mooi Indie sampai Persagi’

Negasi

Peringatan: Ini hanya pemikiran pribadi, tidak dimaksudkan untuk sumber tugas kuliah, karya ilmiah, atau pun berita. Inspirasinya dari sini.

Saya tidak tahu arti negasi secara bahasa, tapi teknik negasi sebenarnya efektif untuk meningkatkan awareness terhadap pesan atau produk. Ia memanfaatkan rasa penasaran yang ada di setiap diri manusia. Dan hasilnya biasanya efektif, karena itu kalimat-kalimat negasi seharusnya dipertimbangkan sebagai teknik berkomunikasi.

Negasi maksud saya di sini adalah seolah mengungkapkan larangan atau keburukan suatu barang atau ide, namun sebenarnya ia bermaksud memancing rasa ingin tahu pembaca terhadap sesuatu tersebut.

Contohnya, Har?

Jangan beli Panasonic!

Lanjutkan membaca ‘Negasi’


Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
April 2008
S S R K J S M
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930