Bikin thread Lawang Sewu, Semarang, di kaskus. Lawang sewu emang keren sih.

Let’s walk the talk. Untuk yang sudah mendengar isu Tari Pendet diklaim oleh Malaysia, monggo ikutan kampanyenya di sini:
Support Apapun Selain Tari Pendet
Kampanyenya sangat mudah, cukup cari satu saja nama tari tradisional Indonesia dan daerah asalnya.
Aku membaca banyak buku
Banyak buku mengenai hal yang tidak bisa salah
Hanya untuk menyadari bahwa semua hal di dunia bisa salah
Aku bukannya membenci cinta
Agamaku kejujuran
Aku benci cinta yang palsu
Aku benci mencintai sesuatu
hanya karena yang lain ikut mencinta
hanya untuk melihat pada waktunya
kita berhenti ikut mencinta
Aku cinta kebencian yang jujur
Aku bahkan cinta ketidakjujuran
Selama ia mampu bersikap jujur atas ketidakjujurannya
Agamaku bukan cinta
Agamaku bukan benci
Agamaku kejujuran
Yepp.. ini teaser untuk proyek saya berikutnya. Seperti saya bilang, saya ga bisa ngapa-ngapain dalam keadaan sakit. Tapi saya senang bikin orang penasaran. So, expect something special!
Blog ini ditutup. Waktunya saya berhenti nulis yang aneh-aneh dan mulai bikin project yang lebih berguna. (tutup bukan berarti diapus. saya cuma mau ninggalin blog ini tidak terupdate aja).
Saya akan kasih pengumuman nanti setelah sembuh. Sekarang saya ga bisa ngapa-ngapain.
OOO iya…
Nih si finalis Caraka akhirnya berhasil saya racunin untuk berhenti ngenote di Facebook. Sekarang dia ngeblog, jadi tulisannya bisa dibaca banyak orang. He’s a great thinker, jadi cobalah baca pemikiran-pemikirannya. Siapa tau ada yang berguna
Yang namanya keindahan itu foto Gunung Bromo di kala fajar menyingsing! Di sana ada gradasi warna, komposisi, kedamaian, itulah estetika!
Sorry boy.. itu hanya sebagian kecil dari estetika. Estetika ga dibangun oleh satu orang fotografer aja. Di sana ada peran banyak orang dengan skillnya masing-masing.
Walaupun magang yang sebelumnya saya cuma sebentar, saya belajar banyak bahwa peran keindahan diciptakan oleh kerjasama yang apik. Cover book designer ga ada gunanya bikin sampul yang menarik kalau yang nata isi bukunya acakadut.
Ya.. mungkin si penata isi ga bisa bikin cover yang menjual, tapi dia tahu cara menata huruf satu per satu sehingga bisa membuat nyaman orang yang membaca. Itu juga estetika tersendiri. Sebaliknya si cover book designer juga mungkin ga bisa ngurus semua hal sampe isi bukunya juga dibuat sendiri.
Dunia kreatif bukan sekedar advertising. Penerbit, percetakan, graphic house, web design, bahkan perusahaan IT juga sudah berevolusi mengembangkan kreativitasnya masing-masing.
Jadi estetika dan kreativitas tidak lagi melulu bicara gambar atau scriptwriting yang menjual. Tapi juga cara mempermainkan huruf menjadi pesan, cara mengubah joke jadi iklan, cara bikin buku yang penuh dengan pesan komersial, wartawan pun sekarang sibuk belajar SEO dan marketing. Why? Sekarang semua hal bisa dijual dengan caranya sendiri-sendiri.
Untuk yang senang nonton, coba nonton Wall E. Setiap kali Wall E selesai charge baterai, ada suara “JREEENG!”, khas MAC.
Sadar atau tidak, itu iklan lho!
