Yang namanya keindahan itu foto Gunung Bromo di kala fajar menyingsing! Di sana ada gradasi warna, komposisi, kedamaian, itulah estetika!
Sorry boy.. itu hanya sebagian kecil dari estetika. Estetika ga dibangun oleh satu orang fotografer aja. Di sana ada peran banyak orang dengan skillnya masing-masing.
Walaupun magang yang sebelumnya saya cuma sebentar, saya belajar banyak bahwa peran keindahan diciptakan oleh kerjasama yang apik. Cover book designer ga ada gunanya bikin sampul yang menarik kalau yang nata isi bukunya acakadut.
Ya.. mungkin si penata isi ga bisa bikin cover yang menjual, tapi dia tahu cara menata huruf satu per satu sehingga bisa membuat nyaman orang yang membaca. Itu juga estetika tersendiri. Sebaliknya si cover book designer juga mungkin ga bisa ngurus semua hal sampe isi bukunya juga dibuat sendiri.
Dunia kreatif bukan sekedar advertising. Penerbit, percetakan, graphic house, web design, bahkan perusahaan IT juga sudah berevolusi mengembangkan kreativitasnya masing-masing.
Jadi estetika dan kreativitas tidak lagi melulu bicara gambar atau scriptwriting yang menjual. Tapi juga cara mempermainkan huruf menjadi pesan, cara mengubah joke jadi iklan, cara bikin buku yang penuh dengan pesan komersial, wartawan pun sekarang sibuk belajar SEO dan marketing. Why? Sekarang semua hal bisa dijual dengan caranya sendiri-sendiri.
Untuk yang senang nonton, coba nonton Wall E. Setiap kali Wall E selesai charge baterai, ada suara “JREEENG!”, khas MAC.
Sadar atau tidak, itu iklan lho!