Archive Page 2

Tipotipotipo

Yang namanya keindahan itu foto Gunung Bromo di kala fajar menyingsing! Di sana ada gradasi warna, komposisi, kedamaian, itulah estetika!

Sorry boy.. itu hanya sebagian kecil dari estetika. Estetika ga dibangun oleh satu orang fotografer aja. Di sana ada peran banyak orang dengan skillnya masing-masing.

Walaupun magang yang sebelumnya saya cuma sebentar, saya belajar banyak bahwa peran keindahan diciptakan oleh kerjasama yang apik. Cover book designer ga ada gunanya bikin sampul yang menarik kalau yang nata isi bukunya acakadut.

Ya.. mungkin si penata isi ga bisa bikin cover yang menjual, tapi dia tahu cara menata huruf satu per satu sehingga bisa membuat nyaman orang yang membaca. Itu juga estetika tersendiri. Sebaliknya si cover book designer juga mungkin ga bisa ngurus semua hal sampe isi bukunya juga dibuat sendiri.

Dunia kreatif bukan sekedar advertising. Penerbit, percetakan, graphic house, web design, bahkan perusahaan IT juga sudah berevolusi mengembangkan kreativitasnya masing-masing.

Jadi estetika dan kreativitas tidak lagi melulu bicara gambar atau scriptwriting yang menjual. Tapi juga cara mempermainkan huruf menjadi pesan, cara mengubah joke jadi iklan, cara bikin buku yang penuh dengan pesan komersial, wartawan pun sekarang sibuk belajar SEO dan marketing. Why? Sekarang semua hal bisa dijual dengan caranya sendiri-sendiri.

Untuk yang senang nonton, coba nonton Wall E. Setiap kali Wall E selesai charge baterai, ada suara “JREEENG!”, khas MAC.

Sadar atau tidak, itu iklan lho!

Tipus!

Penyakit mahasiswa.

Dan penyakit yang paling saya benci. Bukan apa-apa, kalau udah tipus tangan gemetaran. Sementara saya menggantungkan hidup dari skill menggambar.

Yang kedua kepala saya sakit minta ampun. Ga bisa diajak mikir. Ga bisa pula menatap monitor terlalu lama.

Yang ketiga ga bisa suasana dingin. Ruangan berAC atau mulai beranjak malam bikin demam saya tambah tinggi.

Wolfgang pernah saya ceritain soal nasib anak DKV yang parah minta ampun dibanding mahasiswa lain. Di semester 6 saya maksa ga mau diinfus dan opname. Dehidrasi parah dan pandangan udah ga jelas, mutar-mutar. Bukan apa-apa, ga ada kesempatan buat ujian susulan. Dan saya ga suka ujian susulan. Seusai ujian saya collapse.

So, sekarang total bed rest.

Etika Dunia Kreatif

Tadi malam baru ngobrol sama temen soal etika pekerjaan.

Saya ingat dulu ada cerita soal Farah Angsana, desainer asal Indonesia yang sukses menjual skillnya ke rumah mode terkenal. Tapi satu hal penting yang dia tekankan “Sorry, saya ga bisa kasih tau nama tempat saya bekerja. Itu masalah etika.”

Sejalan dengan dosen tamu yang pernah datang ke kampus saya, kerjanya di Inggris sanah. Saat kami ramai-ramai bertanya di mana dia bekerja, dia menjawab “Sorry I can’t tell you. But it’s a good company”.

Dalam banyak hal kita tidak bisa membeberkan suasana tempat kerja. Masalahnya persaingan ketat. Kalau kita salah membocorkan sesuatu, siap-siap aja dipecat. Entah itu hal yang menurut kita bagus atau jelek. Yang kedua masalah prestise. Mungkin sekali-sekali si bos kasih limpahan proyek besar sama kita. Tapi dia akan malu dong.. kalau ketahuan bukan pekerja senior yang membuat.

Jadi thank’s God, sampai sekarang saya jarang bocorin di mana saya magang. Bahkan moderator pun saya masih kasi teka-teki siapa CD saya sebenarnya. Ada beberapa, tapi harus penting banget (yap.. yap… orang yang pernah saya bocorin atau setengah bocorin berarti saya anggap spesial). Nyaris curhat tapi akhirnya saya simpan sendiri ajah.

Mungkin akan saya kasih bocoran, tapi nanti setelah masa magang saya selesai. Itupun hal yang bagus-bagus aja. Jangan mempermalukan tempat kita dulu bekerja, apalagi di tempat umum. Kalau ga happy ya resign aja, ga usah diumbar.

Sampai detik ini saya masih penasaran siapa Ardie Siswanto. Tapi BIG idea karakter Ardie Siswanto mulai terlihat. Pesan yang ingin dia sampaikan terkuak sedikit demi sedikit.

*balik lagi meringkuk di bawah selimut. tipus*

Mari Balikkan Keadaan!

¿uɐɐpɐǝʞ uɐʞʞılɐqɯǝɯ `ɐpnɯ ısɐɹǝuǝƃ `ɐʇıʞ ɥɐʞıuɐɹǝq

˙ʇı ƃuɐpıq ıp uıdɯıɯǝd ıpɐɾuǝɯ ɥɐpns ʇɟosoɹɔıɯ ƃuɐɹɐʞǝs `ıʇuǝɥ ɐduɐʇ ɐɥɐsn uɐp ʇɐıu uɐʇɐnʞǝʞ uɐƃuǝp ıdɐʇ ˙ɯqı ɐsɐsʞɐɹ ɥǝlo lıɥıu uɐʞlɐɯɐɹıp ɐʎulɐʍɐ ıpɐqıɹd ɹǝʇndɯoʞ ɹɐsɐd ˙ıpɐqıɹd ɹǝʇndɯoʞ ʞnʇun ǝɔɐɟɹǝʇuı ɹǝsn lɐɔıɥdɐɹƃ uɐƃuǝp ısɐʞıldɐ uɐʞƃuɐqɯǝƃuǝɯ ʇɐʞǝu ɐuǝɹɐʞ uɐʞɐʍɐʇɹǝʇıp nlnp ɐƃnɾ ɐʞǝɹǝɯ `ɐdnl ʇɟosoɹɔıɯ

˙ɐıunp ɥnɹnlǝs ǝʞ ɹɐlɐɾuǝɯ ɥɐpns ǝuoɥdı ɯɐɯǝp ƃuɐɹɐʞǝs

,,¡ɐʎuuıɐl ǝuoɥdʇɹɐɯs ʞnʇun ǝɔ sʍopuıʍ uɐʞƃuɐqɯǝƃuǝɯ snɹǝʇ uɐp ɐʎuʇɐdɯǝɹǝdǝs ɐɯnɔ ɐʎuɐƃɹɐɥ ƃuɐʎ ǝunz ɐʎund ıɯɐʞ ˙ɹɐllop 004 lɐnɾıp pɹɐoqʎǝʞ ɐʎund ʞɐpıʇ uɐʞɥɐq ƃuɐʎ ǝuoɥdpuɐɥ ɥnʇ uɐɐdɐ-ɐdɐ,, ˙ʇɟosoɹɔıɯ uɐuıdɯıd `ɹǝɯllɐq ɥǝlo uɐʞɐʍɐʇɹǝʇıp sqoɾ ǝʌǝʇs `lɐısɹǝʌoɹʇuoʞ ƃuɐʎ ǝuoɥdı uɐʞɹɐnlǝƃuǝɯ ɐɯɐʇɹǝd ʇɐɐs

Yellow Submarine

Awalnya saya ga ngerti apa maksudnya. Tapi pacar saya bilang Yellow Submarine itu maksudnya barang yang kita keluarkan tiap pagi di toilet. Hahahaha. Saya baru sadar ternyata hidup semua orang itu ironis. Yes.. We all live in our yellow submarine…

Lanjutkan membaca ‘Yellow Submarine’

Caraka? Tulisan Terakhir

Har, kenapa lu ga menang?

Simply karena emang karya gw ga pantas menang.

Terus kenapa yang lain bisa menang?

Karena yang lain lebih baik, itu aja alasannya

Lu ga marah?

Ngapain harus marah? Namanya juga lomba. Ada yang baik, ada yang lebih baik, dan ada yang terbaik

Terus ngapain lu ngomel-ngomel panjang lebar?

Lah inilah yang namanya blog, Bos! Karya gw emang ga masuk. Tapi ga ada salahnya gw dokumentasiin teori gw kan? Ga ada juga salahnya gw ekspresiin apa yang gw rasa kan? Kalau ga suka ga usah baca.

Kecewa ga sih, kalau ga menang?

Lah semua orang yang submit ke lomba dan ga menang pasti kecewa, itu tandanya dia masih normal. Yang ga normal kalau kalah terus ngakak. Itu gila namanya. Please deh ah.. Hidup ga berhenti di Caraka aja. Masih banyak award lain di luar Caraka buat dikejar. Kerjaan gw masih banyak. Magang belum selesai. Komiik udah lewat deadline.

I’m not a cry baby, laaa. Kata olang Singapula.

Jangan Musuhi Kami!

Kemarin saya baru berbincang-bincang dengan salah satu teman saya, soal nasib orang-orang kreatif. Bukan sekedar kreatif sebagai status atau pekerjaan, tapi orang yang benar-benar explore dengan tekniknya dan mampu membawa angin perubahan dalam industri kreatif.

Salah satu masalah yang sering dihadapi orang kreatif adalah rata-rata punya kekurangan sebagai manusia biasa. Entah masalah psikologis, emosi tidak terkendali, penampilan tidak menarik, tidak sopan, eksentrik, pelupa, dan sebagainya.

In fact, orang kreatif bertindak sesuai input yang diberikan oleh lingkungan sekitarnya. Musuhi dia, maka dia akan menghasilkan kreativitas yang kejam. Sebaliknya, ajaklah dia bicara, dengarkan keluhannya, beritahu dia apa yang benar dan apa yang salah, maka kreativitasnya perlahan-lahan akan banyak berguna. Kreativitas yang tidak tersalurkan akan menghasilkan bom waktu.

Orang kreatif tidak tahan damage psikologis yang terlalu besar. Banyak orang kreatif yang tiba-tiba kehilangan semangat berkarya karena merasa dimusuhi orang banyak. Atau merasa pendapatnya direject. Atau bisa pula sekedar karena kehilangan mood. Semakin kita tuntut berkarya bagus, mereka semakin kehilangan percaya diri.

Dalam keadaan seperti inilah mereka butuh support. Berikan mereka keleluasaan untuk jadi diri sendiri. Mengekspresikan diri mereka dengan cara yang mereka ingin. Semuanya atas nama eksplorasi diri.

Setelah mendengar penjelasan panjang lebar itu saya tersenyum. Ooo.. ternyata kreativitas itu investasi.


Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Juni 2017
S S R K J S M
« Nov    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930