Archive for the 'seni' Category



Taman Ismail Marzuki April 2008

Untuk membantu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni (cieh, sok pakar banget ngomongnya), maka mulai saat ini saya akan memberi jadwal acara Taman Ismail Marzuki setiap bulannya. Sumbernya dari brosur kalender acara yang dibagikan di sekitar TIM.

4-12 April 2008: Pameran lukisan “Odyssey” oleh Winarti Handayani (HTM Free)

15-16 April 2008: Pertunjukan tari kontemporer oleh Strange Kinoko Dance, Co. (HTM 50 rb)

20 April 2008: Pertunjukan musik oleh Chanchiki Tornade (HTM 50 rb)

25 April 2008: Pementasan peran Zero Matrix & Cathasthrope oleh Saturday Acting Club (HTM free)

Lanjutkan membaca ‘Taman Ismail Marzuki April 2008’

Iklan

Segitu Dangkalnyakah Desain Indonesia?

Tadi main-main ke Grmd. Seperti biasa saya main ke pojok favorit, Design. Biasanya di sini banyak referensi desain grafis dan seni dari luar negeri. Tapi ternyata bagian itu sudah lenyap, diganti arsitektur dan interior. Buku grafis tinggal segelintir. 😦

Awalnya saya berpikir mungkin sudah digabung dengan buku populer dan komputer grafis, maka saya segera naik ke atas. Tapi ternyata yang saya temukan ratusan buku yang nyaris sama saja! Jurus Cepat Belajar Adobe Photoshop, 24 Jam Belajar 3StudioMax, Pintar Instant dengan Corel, Jurus Singkat belajar HTML. Waduh pusing, kok sekarang yang namanya desain grafis kaya beginian semua? Satu-satunya yang bisa menarik saya cuma “Komunikasi dalam Desain Komunikasi Visual”, itupun isinya lebih manajemen secara robotic, ga memfasilitasi pekerjaan kreatif.

Lanjutkan membaca ‘Segitu Dangkalnyakah Desain Indonesia?’

Andy Warhol, Getting Closer to 60’s

Tulisan ini hanya ingatan sekilas setelah selesai membaca buku “andywarhol, princeofpop” untuk pertamakali. Tidak ada jaminan tulisan saya benar 100%! Jangan dijadikan referensi berita, bahan tugas kuliah, atau karangan ilmiah lain. Kalau butuh yang benar-benar terpercaya silakan beli bukunya, terbitan Laurel-Leaf Publishing.

andy-warhol.jpg

Seperti sudah saya tulis sebelumnya, nama Andy Warhol selalu mengusik saya setiap kali disebutkan dalam bahasan komersialisasi karya seni. Beberapa selalu menyangkutkannya dengan Pop Art. Ada pula yang menghubungkan dengan gaya hidup bebas ala tahun 60an, menciptakan image seorang seniman yang benar-benar lepas dari kontrol masyarakat.

Jadi, Andy Warhol itu makanan apa sih?

Berbeda dengan image yang tercipta, Andy Warhol lahir dari kalangan taat agama. Ayahnya buruh peleburan logam yang bekerja keras. Perawakannya juga tidak terlalu menarik, kalau tidak bisa dibilang aneh. Ia seniman jenius yang pemalu, cenderung penyendiri. Tangannya lebih banyak berkutat dengan kertas gambar daripada memilih bermain dan bersosialisasi dengan anak-anak lainnya.

Lanjutkan membaca ‘Andy Warhol, Getting Closer to 60’s’

Emphasis

Salah satu hal yang sering lalai diperhatikan dalam berkomunikasi dengan gambar adalah emphasis.

Apa itu emphasis, Har?

Emphasis adalah penekanan kepada area terkecil yang bisa dikenal pembaca. Emphasis berarti menghilangkan detail-detail yang walaupun bernilai informasi penting, tapi tidak akan diproses bagian visual dari otak kita. Yang diberi penekanan adalah bagian paling unik yang mampu diingat pembaca dalam sekejap.

Pusing nih, Har. Kok ngejelimet?

Begini, saya kasih saja contohnya. Misalnya kita dikasih soal seperti ini:

Buatlah sebuah gambar mobil!

Maka kebanyakan dari kita akan mengumpulkan detail-detail sebuah mobil seperti bodi, ban, lampu, supir, dan kacanya.

emphasis1.jpg

Lanjutkan membaca ‘Emphasis’

Karya Seni dan Kepercayaan Diri Bangsa

*halah, judulnya sok pakar™ banget….

Semalam saya terlibat percakapan ala warung kopi dengan cewek tengil satu ini. Kita mengeluhkan bagaimana orang Indonesia itu secara mental sebenarnya hobi dan senang sekali dijajah bangsa lain.

Saya jadi ingat satu ilustrasi tentang keadaan seperti ini dalam sebuah pameran. Anggaplah dua seniman, Pak X dan Mr. Y sedang buka pameran di Galeri Nasional. Pak X itu pelukis wong ndeso asli Indonesia, sedangkan Mr. Y bule pegang kuas. Secara kualitas sebenarnya mereka sama.

Kemudian datang seorang kaya baru. Ya, seorang kaya baru, yang ga punya taste apa-apa soal seni, cuma kebanyakan duit aja buat beli. Kemudian dia masuk dan bertemu kedua seniman.

Keluarlah quote-quote seperti ini saat bertemu Pak X.

Lanjutkan membaca ‘Karya Seni dan Kepercayaan Diri Bangsa’

Kafir!

Har, elo muslim tapi kok setuju sama gambar wajah Nabi, sih? Penggambaran nabi itu kan haram. Bisa membawa kepada kesesatan, nanti jadi mengkultuskan nabi dibanding menyembah Allah. Dasar seniman terkutuk! Pantas aja Allah bilang gambar itu haram dan seniman itu semuanya masuk neraka!

Hahahaha. Sabar kawan. Rasanya saya ndak pernah tuh bilang menggambar nabi itu boleh. Saya juga ndak punya minat mereka-reka kira-kira seperti apa tampang Muhammad itu. Ga penting dan ngga menguntungkan buat sayah. Saya mengerti apa untung ruginya gambar, jadi mau disuguhi seribu gambar Muhammad juga ga akan bikin iman saya nambah apa ngurang.

Lanjutkan membaca ‘Kafir!’

Rumah Baru

Ah… bukan

Saya ga seborjuis pemilik blog girang yang bisa beli hosting dan domain name sendiri ituh (hik hik hik, sorry Hoek! 😆 ). Cuma ngasih kabar aja kalau saya baru aja ngaktivin kembali akun Deviantart. Sekarang lagi upload-upload karya lama. Sampeyan boleh jalan-jalan ke sana ngeliatin museum karya saya yang palsu-palsu semua itu.

da.jpg

Ini dia alamatnya: http://hariadhi.deviantart.com


Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Oktober 2018
S S R K J S M
« Mei    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  
Iklan