Apa Itu Pop Art?

Sejak SMP saya dicekoki definisi pop art adalah seni yang berasal dari produksi massal dan hadir untuk memenuhi selera pasar. Mungkin anda juga begitu.

Di buku Pop Art (Basic) keluaran Taschen, definisi ini di-debunk dengan mengeluarkan pernyataan pop art yang sebenarnya, yaitu “Mengkomunikasikan keindahan kepada rakyat awam dengan cara-cara yang mudah dimengerti oleh mereka.”

Itulah kenapa Campbell’s Soup, Komik, Uang dua dollar, Michael Jackson, dan sebagainya dipakai sebagai subjek. Kenapa begitu saja dipakai tanpa ada sentuhan estetika? Karena kalau kita mau jujur, seperti itulah estetika masyarakat awam. Mereka tidak bicara komposisi warna, gradasi, kontras, legibility, dan sebagainya. Mereka hanya ingin sebuah icon yang mereka sukai hadir di tengah-tengah karya seniman terkenal. Dengan media itulah seniman pop art berusaha berkomunikasi dengan masyarakat.

Kenapa definisi pop art jadi seperti itu? Kita tidak bisa menilai pop art begitu saja dari karya yang ada. Kita harus melihat hubungannya dengan estetika di masa lalu.

Sebelum pop art ada, seni adalah milik eksklusif orang-orang kaya, pintar, media, dan para seniman itu sendiri. Mereka menerjemahkan keindahan sesuai dengan teori-teori ideal mereka yang cenderung filosofis dan njlimet. Lalu lahirlah abstrak ekspresionisme. Seperti namanya, keindahan suatu karya abstrak ekspresionisme tidak bisa dinikmati tanpa kita perlu berpikir dan mencerna. Rakyat kecil dianggap sebagai kelompok yang tidak mengerti apa-apa soal keindahan, jangankan untuk menikmati abstrak ekspresionisme.

Thus, keluarlah pemikiran anti kemapanan. Roy Lichtenstein dan kawan-kawan berusaha mengubah keadaan ini dengan rumusan yang bisa membuat seni dan estetika lebih mudah dipahami.

Apakah memang Pop Art itu karyanya para seniman pemalas dan tidak memperhatikan estetika?

Tidak, justru Andy Warhol adalah figur paling menonjol dari dunia commercial art. Dia tahu persis seperti apa seni yang populer dan tidak populer. Eksekusi seperti apa yang bagus. Teknik seperti apa yang bisa dinikmati orang. Dia tahu itu semua dan bisa bikin ratusan karya “komersial”, tapi bukan untuk itu dia masuk ke dunia pop art.

Saya senang sekarang mulai ramai pernyataan sikap “POST-postmodernism” oleh para seniman dan desainer Indonesia. Menurut saya itu pernyataan yang hebat. Dunia kita sudah terlalu jenuh dengan tetek bengek teori yang dibangun oleh filsuf postmodern, karena itu kita butuh perubahan dalam teori estetika.

Tapi satu yang pasti, tidak akan ada breakthrough kalau kita masih bersikeras memakai teori-teori usang dari puluhan tahun yang lalu.

6 Responses to “Apa Itu Pop Art?”


  1. 1 memeeeeeeeeeee 5 Agustus, 2009 pukul 5:40 pm

    gag lengkap tuh penjelasan nya.,.,!!!!!!!!!!!11

  2. 2 bri 28 September, 2009 pukul 12:38 pm

    __thanks iaa..thanks buat infonya..salamkenal daribri__

  3. 3 Anonim 25 September, 2010 pukul 3:25 pm

    pate’ reh

  4. 4 mamat 26 September, 2010 pukul 8:54 pm

    bagus2 buat artikel saya ni. thx

  5. 5 aL 28 Maret, 2011 pukul 9:52 am

    POP ART

    Pop art berasal dari kata Popular art. Definisi pop art, aliran seni yang memanfaatkan simbol-simbol dan gaya visual yang berasal dar media massa yang populer seperti koran, tv, iklan dll.

    Aliran ini berkembang di Inggris dan Amerika antara tahun 1960-1970.

    Karakter Pop Art adalah menggunakan elemen visual: dot/ titik raster yang berasal dari teknik cetak di media massa, kata seru, elemen yang terdapat di komik seperti Balon. biasanya menggunakan model yang berasal dari selebritis seperti Marilyn Monroe. dan tidk seperti seni lainnya, pop art menerima penggandaan baik menggunakan cara manual maupun cara mekanis seperti fotokopi.Pop art pada dasarnya berasal dari istilah Popular Culture, yaitu sebuah ungkapan untuk menggambarkan sebuah budaya rendah karena lebih berkaitan dengan masalah hiburan, komersial bahkan selera masyarakat awam.

    Pop art dalam desain.

    Gaya desain ini berlangsung sekitar pertengahan dekade 60 an hingga memasuki tahun 1970. karena pengaruh pop art dalam desain maka terdapat upaya untuk mengangkat kembali unsur-unsur tradisional amerika. seperti teknik pewarnaan datar atau blok dan aoutline pada komik. sedangkan yang berkaitan dengan sisi tradisional adalah seperti tipe huruf, ornamen tradisional serta mengangkat kembali gaya art deco dan art nouveau, atau sering disebut juga dengan revivalism. Selain itu efek dari budaya pop art, muncul pula kegemaran akan poster sebagai media ekspresi dari gerakan-gerakan protes sosial seperti gerakan pembela hak asasi manusia. gerakan lingkungan hidup, gerakan cinta damai dan gerakan pembela hak wanita. karena media massa dan masyarakat umum mengaitkan media ini dengan nilai-nilai kemapanan, musik rock, obat-obat psychadelic maka gaya poster ini disebut psychadelic art.


  1. 1 Mengenal Pop Art | Samantha Lacak balik pada 4 April, 2013 pukul 3:31 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

%d blogger menyukai ini: