Etika Periklanan

Baru dapat pencerahan dari Pak FX Ridwan Handoyo soal etika periklanan yang bisa dilihat di pppi.or.id .

Setelah membaca sekilas, ada beberapa hal yang menurut saya menjadi masalah dalam penerapan etika periklanan:

1. Mahasiswa sebagai penerus pekerja iklan tidak memiliki akses yang kuat ke pasal-pasal etika periklanan. Akibatnya mereka hanya meraba-raba dalam gelap seperti apa iklan yang etis dan seperti apa yang tidak. Etika iklan tidak pernah diberikan sebagai bagian dari kurikulum, setidaknya ini yang saya alami di kampus.

2. Masyarakat sebagai “konsumen” sebuah iklan juga tidak memiliki akses yang kuat ke pasal-pasal etika periklanan. Akibatnya mereka juga hanya bisa meraba-raba dalam gelap seperti apa iklan yang etis dan seperti apa yang tidak.

Berikut perilaku dua golongan ini:

1. Mahasiswa adalah darah segar yang kreatif. Mereka tanpa kenal lelah akan terus mencari cara-cara baru dalam beriklan. Eksperimen mereka tentu bisa berbahaya atau malah bermanfaat. Bisa jadi hasilnya etis atau malah tidak etis.

2. Masyarakat modern adalah kelompok yang kritis. Mereka menyuarakan kekecewaaan mereka terhadap iklan yang mereka anggap tidak etis di mana-mana, mulai dari koran, majalah, blog, situs iklan, hingga situs perusahaan.

Berikut fenomenanya:
1. Ketidaktahuan mahasiswa mengenai batas etis-tidak etis menjadi bumerang untuk mereka sendiri. Saat mereka melakukan percobaan yang tidak bisa diterima khalayak banyak, mereka diserang dan dikucilkan. Kenapa? Untuk satu hal: MEREKA TIDAK TAHU! (kejam, bukan?)

2. Ketidaktahuan masyarakat mengenai batas etis-tidak etis menjadi bumerang bagi pekerja iklan. Tiap kali ada iklan yang tidak “sreg” di hati mereka, mereka langsung menuding iklan tersebut tidak etis. Padahal di mana tidak etisnya, mereka tidak bisa jelaskan. Kenapa? Untuk satu hal: MEREKA TIDAK TAHU! (kejam juga, bukan?)

Ini masalah utamanya:

Setelah saya coba search di google, jarang sekali blog, website, atau forum terbuka yang mau membahas masalah etika ini, pasal per pasal. Ada beberapa, tapi seperti yang saya paparkan di atas, karena mereka tidak memiliki akses ke informasi tentang etika periklanan yang sahih, malah membahas “etika-etikaan”. Ada beberapa yang sudah melalui analisis yang matang dan data yang kuat, tapi dibicarakan di forum tertutup.

Bukankah ini masalah besar?

Bagi saya sendiri, PRnya PPPI bukanlah membuat aturan baru, atau mengaduk-aduk peraturan itu sampai formulanya pas. Saya yakin tidak akan pernah ada peraturan yang sempurna. Akan terus ada pro kontra yang akhirnya malah menguras energi untuk sekedar membuat peraturannya. Ini akan mengalihkan tujuan pembuatan pasal etika itu sendiri, yaitu “membuat iklan indonesia lebih beretika”.

Lebih baik sekarang mulai memikirkan bagaimana pasal-pasal itu bisa dijelaskan ke masyarakat. Karena yang saya lihat, pasal-pasal etika periklanan sekedar “ngenden” di website PPPI. Tidak ada usaha membuat pasal-pasal itu “hadir” ke khalayak banyak.

Kita masih berharap ada mahasiswa yang mau repot-repot mengunjungi sendiri situs tersebut, mengcopynya, dan menyebarkan ke teman-teman mahasiswa yang lain. Kalau perlu sekalian tolong jelaskan ke masyarakat awam, ya?

Konsep seperti itu hanya akan menjadikan pasal-pasal etika periklanan sebagai bahan skripsi, tidak lebih!

Praktisi periklanan kita ada ribuan. Banyak di antaranya ahli dalam masalah Viral Marketing. Masa itu tidak bisa dimanfaatkan untuk mensosialisasikan etika periklanan? Award-award bermunculan. Banyak tema yang bisa dipakai untuk memancing keingintahuan orang. Kenapa tidak berusaha pakai “sosialisasi etika periklanan” sebagai brief?

Lalu apa gunanya kita membahas fenomena Web 2.0? Apa gunanya kita bikin award?

Iklan

0 Responses to “Etika Periklanan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: