Ditiru atau Tidak, Itu Tergantung Kedewasaan Kamu

Hari ini sudah ada advertorial soal hoax teh botol sosro di Kompas. Walaupun itu advertorial, isinya menarik karena menjelaskan penyebar kehebohan dengan berita bohong bisa dituntut di pengadilan.

Sekarang sudah jelas semua positif negatifnya hoax. Saya juga sudah jelaskan positif-negatifnya di mailing list CCI dari sudut pandang komunikasi. Semua sudah diklarifikasi. Saya sudah klarifikasi kalau itu sebenarnya contoh ide yang belum saatnya dipublish ke luar. Teh Botol Sosro juga sudah klarifikasi kalau itu sebenarnya kecelakaan yang merugikan mereka karena ide mentah sudah dipublish keluar. Orang yang bikin idenya saja ga sadar kalau ada yang mengaplikasikan tanpa babibu.

Sekali lagi, ide hoax marketing itu hanya salah satu contoh dari negative approach. Masih banyak jurus-jurus lain yang perlu dicari. Carilah sebanyak-banyaknya kemungkinan negative approach, karena hasil yang pasti dari negative approach adalah kehebohan massal, jauh lebih heboh dari menciptakan pesan positif. Tapi jangan berkutat di ide yang begitu-begitu saja. Jangan ngomongin hoax melulu.

Hoax itu contoh yang gagal. Dan orang-orang marah sama saya karena bikin ide yang gagal. Lalu buru-buru menjudge ga mungkin bikin komunikasi sesuatu pakai negative approach. Padahal masih ada ribuan kemungkinan yang salah satunya pasti bisa berhasil.

Itulah fungsi orang kreatif, itulah kenapa mereka perlu diberi wadah tertutup yang orang luar tidak bisa lihat seenaknya. Itulah fungsi netiket yang menyebutkan kita tidak bisa memforward email orang tanpa izin.

Karena yang dieksperimenkan oleh orang kreatif itu bisa saja bom nuklir berbahaya, atau dinamit biasa yang bisa membantu orang-orang tambang untuk menggali emas. Keduanya sama jeleknya, bisa bikin orang mati kalau dipakai serampangan. Ga perlu marah-marah sama Einstein karena dia terlibat dalam pembuatan bom atom. Ga perlu marah-marah sama orang yang bikin ide heboh, karena belum tentu juga dia yang mengaplikasikan kehebohan itu. Bukan Einstein yang pencet tombol di Enola Gay.

Tapi yang jelas, seperti yang dikomenkan oleh pembaca, ga semua yang kelihatan bagus itu benaran bagus. Selalu ada efek samping.

Bukan berarti orang ga boleh bikin ide seenaknya, tapi jangan mengaplikasikan ide orang lain seenaknya. Kalau sampeyan masih berpikir mau pakai ide hoax saya untuk mempopulerkan perusahaaan sampeyan, saya tidak bisa larang. Saya cuma bisa bilang “bisa aja”. Tapi saya tidak berusaha untuk nganjurin atau bantu sampeyan bikinin hoax. Cari sendiri petunjuk bikin hoax di internet, cari sendiri caranya supaya sampeyan ga ketauan. Kalau sukses, ga perlu bawa-bawa nama saya. Kalau gagal, jangan juga bawa-bawa nama saya.

Saya ga akan nganjurin orang lain untuk membunuh, saya ga akan pakai ide baru saya untuk membunuh, walaupun, siapa tahu, suatu saat saya dapat ilham untuk ngebunuh orang gaya baru. OK?

Iklan

7 Responses to “Ditiru atau Tidak, Itu Tergantung Kedewasaan Kamu”


  1. 1 hariadhi 15 Mei, 2009 pukul 1:32 pm

    Udah ya.. mulai sat ini tidak ada post baru soal hoax lagi. Ga usah cape-cape ditunggu.

  2. 2 kelanateuku@yahoo.com 15 Mei, 2009 pukul 9:32 pm

    menurut saya tehbotol perlu mengklarifikasi lebih jelas apakah kandungan yang ada didalam teh botol berbahaya atau tidak untuk tubuh dalam waktu jangka panjang.kalau memang tidak berbahaya tidak perlu khawatir ,santai aja lagee

  3. 3 hariadhi 15 Mei, 2009 pukul 10:46 pm

    Sudah ada klarifikasinya:

    http://sosro.com/Klarifikasi-Tehbotol-Sosro-Mengenai-HOAX-Hydroxilic-Acid.php

    Klarifikasi lainnya, saya udah minum 3 botol hari ini dan aman-aman saja. 😉

  4. 5 Yan Arvin 16 Mei, 2009 pukul 10:34 pm

    salam kenal bro…,

    tenang aja…
    keliatannya agak putus asa nih sampe tulis kaya gitu…
    tenang…

    lagipula yang memang kurang ajar itu yang sebarin berita keluar diskusi… ya kan??

  5. 6 abasosay 18 Mei, 2009 pukul 4:54 pm

    yg pasti sih minum itu keseringan ga baik utk kesehatan dompet… hehehe…

    bro… nambahin aja… klo terjadi pencurian ide, yg ga bisa dicuri itu adalah spiritnya, jiwanya… jadi orangnya harus dikontrak untuk bikin itu… :mrgreen:

  6. 7 Nazieb 19 Mei, 2009 pukul 2:53 am

    Haha, love this words:

    “Bukan Einstein yang pencet tombol di Enola Gay.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: