Cape..

Teman saya selalu bilang kalau orang cuma menilai hasil akhirnya.

Saya berpikir itu benar sekali

Saya sudah berusaha tenang

Orang bilang saya tidak punya rasa bersalah

Saya merasa bersalah

Orang bilang saya pengecut

Saya jawab komentar

Orang bilang saya banyak omong

Saya tidak jawab

Orang bilang saya tidak bertanggung jawab

Too good to be true

Membereskan kesalahan yang kita buat itu sulit

Mengomentari kesalahan yang orang lain buat itu mudah

Untuk yang menuntut rasa penyesalan saya

Seperti inilah rasanya saya menyesal

Cape..

dihujat orang

apapun yang ditulis, dikomentari

Sudah kan?

Iklan

6 Responses to “Cape..”


  1. 1 -cah- 14 Mei, 2009 pukul 5:15 pm

    Mas, jangan pernah cape yah….

    Ide anda dalam diskusi milis itu sangat bagus. Teruskan!!! Jangan pernah cape.

  2. 2 Dita 14 Mei, 2009 pukul 7:24 pm

    Ide yang bagus, pas awal2nya biasanya memang dapet banyak tentangan kok..
    Seperti ide ‘matahari pusat tata surya’nya Galileo,,atau ide soal ‘pesawat terbang’ yg pas awalnya dicetusin banyak diketawain..

    apalagi kalau ide yang masih setengah matang diplintir dan disalahgunakan..hehe..

    semangat ya! kalau belum jatuh,,kita gak akan belajar caranya bangkit.

    kalau mas udah ngerasa down bgt, mungkin bentar lagi saatnya naik..(kayak teori tipping pointnya Malcolm Gladwell)
    🙂

    ngomong2soal ide ini,,
    kalau nggak salah pernah ada yang mirip..(tp bukan propaganda sih)
    jadi,ada satu majalah gay di eropa.
    buat promosiin majalahnya, mereka buat tagline kayak, “majalah orang terbuang/majalah orang aneh”
    (maaf nih, infonya nggak lengkap, soalnya udah lama bgt baca infonya, jadi lupa)
    tapi ide itu sukses, dan kaum pecinta sesama jenis di sana menyukai majalah itu, dan menganggap tagline itu hanya sebagai lelucon saja.

    dan dari pengalaman liat2 “banned advertising” di Youtube, ada juga iklan yg mengiklankan diri mereka dengan “tidak baik” secara lucu,,
    yg sebetulnya kalau bisa diperhalus sedikit, bisa meraih awareness dan tanggapan positif yang besar dari target audiencenya..(dan nggak di banned..hehehe)

    kalau ‘black propaganda’ ini diolah dengan penggunaan kata2yg tepat, dan dikontrol dengan baik, saya pikir dampaknya dapat menjadi sesuatu yg positif di mata target marketnya.

    maaf ya,kalau sok tahu.
    Semangat terus,mas!
    🙂

    Salam,
    Dita

  3. 3 BobEcaEco 15 Mei, 2009 pukul 5:18 am

    Sobat,

    sesuatu itu tidak harus selalu dipandang dari benar dan salah, berlaku pula pada yang berkaitan langsung. Bagi kami, yang ngeliat perkembangan, toh Sosro dengan statementnya sangat terhormat walau kita ndhak tau langkah apa yang bakal diambil berikutnya, tapi saya yakin Sosro tidak se’heboh’ yang ‘mencecer’ Mas. Mengapa? Karena apa yang sudah Mas lakukan berikutnya benar-benar cara yang sangat pantas dihormati.

    Kalaupun apa yang Mas lakukan sejauh ini, sampai detik inipun, sebagai langkah pembentukan opini, it’s oke, yang jelas, saya pribadi, apa yang Mas lakukan setelah ‘accident’ itu sudah dimaksimalkan. Saya pun bisa menghargai, menghormati, dan meyakini itikad baik, Mas, apalagi sebuah perusahaan dengan manajemen sekelas Sosro.

    Muaranya, Mas, ini semuanya pembelajaran bagi kita semua. Membuka wawasan dan sejatinya membuka pintu pergaulan. Itu jauh lebih besar artinya daripada ‘accident’ dan dampaknya, terlebih dengan rasa tanggung jawab, legowo, yang begitu besar baik dari Mas, maupun dari pihak Sosro. Saya pikir kondisi sekarang sudah sama-sama membentuk opini yang positif bagi keduanya. Negatif (menyalahkan) mah teteup ada tapi relatif malah cenderung tidak bertanggung jawab dengan statementnya.

    Hal senada juga saya tujukan di sini kepada manajemen Sosro, sungguh sebuah sikap yang proporsional menyikapi hal ini, mengklarifikasi, menerima permohonan, dan memberikan pengertian (maaf). Kebesaran (hati) manajemen perusahaan seperti itulah yang saya yakini justru akan memajukan perusahaan tersebut karena konflik dapat dimenej sesuai porsi dan dinamika perkembangannya.

    Paling tidak itu pandangan dari saya, seorang.

  4. 4 Adis 15 Mei, 2009 pukul 9:17 am

    Berita HOAX nya masuk KOMPAS om…hehe…

  5. 5 abasosay 18 Mei, 2009 pukul 4:42 pm

    inovasi selalu membuahkan resistensi bro… contoh air minum dalam kemasan…

    intinya… harus ada yang berani memulai untuk menginspirasi banyak orang…

    yuk bikin ide gila lagi… :mrgreen:


  1. 1 Comment (Sikap) Mas Bob di Hoax Sosro, nDak ngGelar Tikar Dulu « Gelar Tikar, Kupi Rojobrono, Mendoan Anget, Lombok Rawit, Bagi-Bagi Lacak balik pada 15 Mei, 2009 pukul 5:47 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: