Terima Kasih Untuk Victor dan/atau Chandra

Siapapun namanya… dan apapun IPnya.

Saya dapat masukan dari teman bahwa tidak ada gunanya membalas makian orang dengan makian juga. Tidak bisa membalas ancaman dengan ancaman juga. Orang malah terpancing untuk makin menyerang kita.

Saya memang dalam tekanan, seperti yang Mas Victor bilang. Siapapun akan gampang terpancing emosinya. Terima kasih untuk pengertian itu.

Masukannya sudah diterima. Sejauh ini saya akan membalas kalau orang datang dengan pemikiran awal yang salah. Kalau mereka bilang saya sengaja bikin keributan, saya akan bilang saya tidak sengaja bikin keributan. Kalau mereka bilang saya ini usil nipu-nipu orang, saya hanya akan bilang saya tidak bermaksud usil dan menipu orang.

Di luar hal itu saya akan ngomong, terima kasih untuk komentarnya. kritikannya diterima dengan senang hati. Seperti yang disarankan oleh Mas Victor dan Chandra , juga yang disarankan oleh beberapa teman chatting yang lain. Bukan sekedar basa-basi, tapi benar-benar dalam kondisi mendengar apa yang dihujatkan orang.

Supaya tidak memperpanjang masalah, diskusi yang panas itu saya disapprove.

Iklan

7 Responses to “Terima Kasih Untuk Victor dan/atau Chandra”


  1. 1 Panglima Perang 13 Mei, 2009 pukul 6:55 pm

    Sesungguhnya ide Anda luar biasa mas, dari semua ini tentu dapat diambil hikmahnya.

    Tetap semangat, saya menyukai tulisan dan sikap tanggung jawab Anda.

  2. 2 Rindu 13 Mei, 2009 pukul 10:39 pm

    Like I sad … kita tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang dengan jawaban jawaban kita Har, dan ketika kita sudah meminta maaf atas kekhilafan, mustinya gak akan ada lagi yang bisa kita lakukan.

    Dan mereka sudah bertindak seolah olah mereka TUHAN yang dengan gampang menghakimi seorang yang khilaf, jadi mulai sekarang jadi Mrs. NO COMMENT aja πŸ™‚

  3. 3 Rindu 13 Mei, 2009 pukul 10:40 pm

    Duh nulis komen aja saya sampe kelibet, maksudnya “LIKE I SAID” koq jadi SAD, sedih gitu, ah Ade lagi gak fokus nih πŸ™‚

  4. 4 Hoek Soegirang 13 Mei, 2009 pukul 11:06 pm

    Why So Serious? Why So Seriousss….??!!!
    hehehe…
    numfank lewadh.
    salam kenal.
    Gyahahahaha……

  5. 5 creativesimo 14 Mei, 2009 pukul 12:45 pm

    Terima kasih kembali… πŸ™‚

  6. 6 BobEcaEco 15 Mei, 2009 pukul 5:28 am

    U r a man, here. Sip, bos.

  7. 7 victor widyalistama 15 Mei, 2009 pukul 4:52 pm

    kandani q kan wiz biLg, di NEGra qta ini,
    apik eLEk mzti ki di0m0ng, ,
    baik aj mzti dicacat,
    apalagi elek, ,
    weh. .weh. .
    b0r02 dkasih sup0rt
    tp mlh dihujat, ditnggelamke,,
    he. .he. .
    p0k0ke bwt yg lg susah
    tetap smangat dech. .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: