Mengapa Harus Hoax?

Ide memakai hoax untuk mengkomunikasikan sesuatu bukanlah iseng-isengan. Saya menciptakan ide ini dengan berbagai dasar teori:

1. Di mata kuliah Psikologi Persepsi, diajarkan mengenai psikologi gestalt. Intinya kita akan menjudge sesuatu dari keseluruhan, bukan bagian detail. Saat kita melihat sebuah email masuk berjudul “Waspada Teh Botol Sosro”, dan kita sudah tahu sebelumnya bahwa itu pasti salah, maka kita akan menjudge seluruh hal yang ada di dalam email itu pasti salah. Jadi kita tidak perlu takut kalau teh botol sosro ditulis beracun, dipakai oleh industri nuklir, atau menyebabkan kematian mendadak. Kenapa? Karena kita sudah dari awal yakin bahwa email itu salah.

2. Jika pernah membaca buku “Virus of The Mind”nya Richard Brodie, sampeyan pasti pernah membaca teori ini: Manusia akan melakukan APA SAJA untuk melindungi kelangsungan hidup dirinya dan keturunannya. Karena itu hoax mudah sekali beredar. Bukan karena masyarakat Indonesia masih terbelakang dalam menangani isu, tapi karena memang itulah naluri paling primitif yang ada di diri manusia.

3. Kita waspada terhadap apapun hanya jika kita merasa terancam. Sebaliknya jika keadaan sudah aman, kita cenderung mengabaikan segala hal. (Kartun Komunikasi Larry Gonnick)

4. Salah satu bab dalam buku Frank Pacetta, Memecut Tanpa Memecat, mengatakan bahwa bagi seorang manajer yang baik, kabar buruk adalah kabar baik (bad news is a good news) sebaliknya tidak ada kabar apa-apa berarti kabar buruk (no news is a bad news). Adanya hoax memberi kesempatan kepada perusahaan untuk menjelaskan posisinya kepada masyarakat dan menjaring simpati dari konsumen loyalnya.

Awalnya saya membenci hoax. Saya berpikir itu hal paling tidak berguna yang dilakukan oleh orang-orang di internet. Dulu saya juga mempertanyakan kenapa kebiasaan forward-memforward tidak pernah bisa hilang. Bahkan orang Amerika yang katanya paling maju pun melakukan hal ini.

Justru itulah yang membuat saya punya pikiran “Kenapa kita tidak bisa mengolah hoax ini menjadi sesuatu yang menguntungkan?”

Hoax Marketing bukan pemikiran iseng. Saya bukan orang kurang kerjaan. Saya ingat saat pertama kali masuk ke klub komputer diberi pesan begini, “Har.. Modal utama menjadi hacker bukanlah programming yang canggih. Tapi kemampuan melakukan rekayasa sosial.” Sayang sekali akhirnya saya kehilangan minat belajar hacking. Hal paling rumit yang pernah saya tulis scriptnya adalah HTML dan CSS.

Jadi anggap saja begini, ide memakai hoax untuk komunikasi adalah murni social engineering yang tidak didukung oleh kemampuan memprogram pakai bahasa assembly.

Got it?

8 Responses to “Mengapa Harus Hoax?”


  1. 1 Nurta San 9 Mei, 2009 pukul 5:43 pm

    Got it Sob!šŸ˜€

  2. 2 Pardi 10 Mei, 2009 pukul 8:18 am

    Mak… jang filosofinya dalem amat. Kuliah dimana sih mas har? Koq cerdas buanget..šŸ˜€

  3. 3 BobEcaEco 12 Mei, 2009 pukul 2:47 am

    *Manggutxx*

    ghini ini makjoshh bwuat saiya. suwun.

  4. 4 Anonim 12 Mei, 2009 pukul 4:40 pm

    saluto friend….
    akhirnya ilmu gw bertambah lagi…..

    thank’s friend

  5. 5 Deum 12 Mei, 2009 pukul 5:07 pm

    Dapatkan Buku Ini (Sudah Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia): Ilmu Bisnis via Situs Internet, Bagaimana Anda Menghasilkan Uang Secara Jitu dan Tak Terduga… Hanya Rp. 30.000.- (US $3)per buku.

  6. 6 Jackson 23 Juli, 2009 pukul 10:22 am

    DASAR wong GOBLOQ

  7. 8 amri 9 Februari, 2011 pukul 10:36 am

    maksudnya apaan sih ? gag ngerti ? maklum mas.. saya tidak pernah sekolah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: