Harga Popularitas

Tadi saya baru berbincang-bincang dengan salah seorang rekan. Ia melakukan sesuatu yang dia pikir akan membuat nama saya dan dirinya bertambah populer.

Saya bilang saya tidak bisa melarang, padahal saya tidak merasa itu hal menyenangkan.

Sama seperti saat melihat beberapa komentar yang masuk ke blog ini. Mereka menyelamati saya karena blog ini sangat populer gara-gara hoax teh botol yang saya ciptakan. Saya beritahu saja, kemarin kunjungan ke blog ini mencapai angka 2.000 lebih. Puluhan website dan mailing list memberi link ke sini. Blog saya masuk urutan kedua Top Growing Blog dihitung secara INTERNASIONAL (bukan Bahasa Indonesia lagi). Selama tiga hari berturut-turut saya masuk Topic of The Day versi Bahasa Indonesia.

Blogger manapun pasti akan iri melihat stat blog saya.

Tapi saya tidak melihat ada hal bagus mengenai itu. Sama sekali tidak enak melihat bahwa puluhan orang mencari “Foto Hariadhi”, “Alamat Hariadhi”, “Hariadhi Fakultas Blahblahblah Kampus blahblahblah”. Tidak ada yang lebih menakutkan dibanding menyadari bahwa di luar sana ada sekumpulan manusia yang ingin tahu kehidupan pribadi kita, apa yang kita makan, apa yang kita pakai, dan di mana kita tinggal.

Tidak ada jaminan bahwa tidak ada satupun di antara mereka yang psikopat, ingin mencelakai saya.

Sebelum gonjang-ganjing teh botol sosro, saya sudah berencana pindah lagi ke server komersial di hariadhi.com. Saya sudah menyiapkan programmer dan desain blog sendiri. Semua saya lakukan untuk membangun citra sebagai desainer profesional, bukan lagi blogger yang numpang di server gratisan. Jadi tidak ada gunanya saya berpromosi di wordpress ini.

Tolong ketahui bahwa saya tidak mendapat keuntungan apa-apa dari penjelasan hoax itu. Saya menjelaskan kesalahpahaman mengenai teh botol sosro bukan karena ingin dapat hits, murni karena saya merasa bertanggung jawab dengan apa yang sudah saya tulis. Itu saja.

Saya lebih senang menjadi Hariadhi yang biasa-biasa saja. Yang pengunjung blognya tidak sampai 200 orang per hari. Yang pembacanya kenal baik dengan saya sebagai pribadi sebenarnya dan sudah mengerti betul dengan cara saya menulis. Mereka tidak pernah menjudge saya dengan tuduhan yang tidak-tidak.

Jangan salah, saya orang yang cukup mengerti SEO. Saya tahu pasti apa yang bisa menjaring pembaca. Saya tahu pasti bagaimana mencari kabar heboh. Saya bisa ciptakan lagi keributan ala Teh Botol Sosro kalau saya mau, ratusan kali.

Sayangnya saya tidak mau.

Saat pengunjung mencapai 2000an orang, kita tidak bisa menulis seenaknya. Kita dibatasi oleh popularitas yang kita dapat. Apapun yang kita tulis bisa menjadi keributan baru. Saat itulah kenikmatan ngeblog hilang.

Itu hal yang akan anda pelajari sendiri saat blog anda populer.

Iklan

10 Responses to “Harga Popularitas”


  1. 1 Kei 9 Mei, 2009 pukul 10:41 pm

    Popularitas memang mengurangi privasi. Tapi kalo bisa, sepopuler apapun kita, kita tetap mampu menjadi diri sendiri. So, keep up the good work!
    Salam kenal.

  2. 2 Wolfgang Xemandros 9 Mei, 2009 pukul 10:47 pm

    Kenikmatan (atau nikmatnya tantangan) selanjutnya: menyenangkan pengunjung yg sudah mulai banyak.. heheh

  3. 3 gery 10 Mei, 2009 pukul 7:08 am

    yah nikmatin ajah sambil minum teh sosro

  4. 4 goen 10 Mei, 2009 pukul 2:35 pm

    *sibuk mencari komentar menyebalkan: “selamat anda mendapatkan trepik!*

  5. 5 Nazieb 11 Mei, 2009 pukul 1:06 am

    siapin hoax juga aaah..
    *siul-siul*

  6. 6 BobEcaEco 12 Mei, 2009 pukul 3:08 am

    Paling ndhak, tidak semua yang mampir ke sini berpikir seperti ituh (sampeyan hunting popularitas), Mas. Ada juga dan yakin banyak juga yang pancene pengen nyinau. Bukan sekedar pengen tau mana to Hariadhi itu. Satu contoh ya saiya ini. 🙂

    Nyinau opo? Ya mbuh..wong banyak yang bisa renang karena dah terlanjur kecemplung kali dulu daripada niat belajar renang dulu.

    ada temen sering bilang ke saiya, Bob, atur-atur aja lah yang penting swuantae..langsung saiya balik, ngawur lu, swuantae-swuantae aja yang penting diatur, coy.

    Pokoke sip n tengkyu.

  7. 7 reri 12 Mei, 2009 pukul 10:52 am

    saya memang bukan orang yg ngerti IT
    sebenernya apa sih artinya nge-spam?
    tadinya saya kira kalau posting-an di blog itu memang ditulis untuk dibaca orang. apalagi ada tempat untuk komentar, saya kira memang kita dipersilahkan berkomentar – ternyata malah dianggap nge-spam.
    atau yg diterima hanya komentar yg menyenangkan hati blogger, sedangkan yg tidak menyenangkan dianggap spam?

  8. 8 Cin 13 Mei, 2009 pukul 10:33 am

    Semangat!! Gw salut ma loe..

  9. 9 muntoha 14 Mei, 2009 pukul 5:10 pm

    bang bukankah popularitas yang saat ini jadi modal jadi caleg..

  10. 10 Ahmad Fauzi 15 Mei, 2009 pukul 11:16 am

    Salut buat kakak, hehehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

%d blogger menyukai ini: