Golongan Keputihan

Alkisah di suatu negara antah berantah mau pemilu. Ada tiga mahasiswa, Udin, Ucok, dan Usrok, yang sama-sama vokal dan benci dengan kesewenangan penguasa. Bertekad memerangi sistem yang busuk, mereka memutuskan sesuatu dalam Pemilu.

Udin berpendapat bahwa partai oposisi adalah jalur untuk melawan pemerintah. Karena itu ia masuk partai oposisi. Dia habis-habisan untuk bisa terpilih. Televisi, komputer, gelang, bahkan celengan dibobol untuk bisa mempromosikan dirinya kepada calon pemilih.

Tapi namanya masuk oposisi, tentu akan kalah power dibanding partai pemerintah. Mereka tidak punya akses media dan dana. Bahkan Undang-Undang Pemilu pun sudah diutak-atik supaya bisa melanggengkan pihak penguasa. Singkatnya, sesudah kalah Pemilu, Udin bangkrut.

Alkisah lima tahun kemudian……. dalam suatu kesempatan ngopi bareng, Udin, Ucok, dan Usrok berkumpul kembali. Ucok menertawakan nasib Udin,

“Wakakakaka! Udah gw bilang… Untuk bisa melawan kelaliman para tiran, kita ga perlu korban harta!”

Ucok berpendapat bahwa satu-satunya jalan perubahan adalah dari dalam sistem itu sendiri. Karena itu di pemilu berikutnya ia masuk partai pemerintah. Tidak sulit karena partai ini dibekingi banyak pengusaha. Kampanye, bikin poster, bahkan bagi-bagi sembako sudah ada yang menalangi. Maka nasib Ucok jauh lebih baik dari Udin, ia tidak perlu jatuh miskin hanya biar terpilih.

Tapi tidak ada pilihan tanpa konsekuensi. Bantuan dari para pengusaha tidaklah gratis. Selama lima tahun Ucok didikte untuk menandatangani peraturan-peraturan yang menguntungkan para pengusaha pendukung partai itu. Sementara ia tahu peraturan itu akan mengorbankan nasib rakyat yang ia wakili. Perlahan Ucok berubah. Ia menjadi persis seperti politikus-politikus yang selama ini mereka benci: buncit, makan duit kolusi, dan kerjaannya tidur di ruang sidang.

Alkisah lima tahun kemudian……… dalam suatu kesempatan ngopi bareng, Udin, Ucok, dan Usrok berkumpul. Usrok balik menertawakan Udin dan Ucok.

“Wakakakakaka! Udah gw bilang… untuk melawan kelaliman para tiran, kita ga perlu korban harta, apalagi idealisme.”

Moral of The Story:
Selamat buat yang udah milih 🙂 Semoga pengorbanan jari kelingkingnya membawa perubahan buat negara.

Iklan

1 Response to “Golongan Keputihan”


  1. 1 goen 9 April, 2009 pukul 3:25 pm

    saya nggak berkorban jari tuh. :mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
April 2009
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

%d blogger menyukai ini: