Pak Presiden, Berhenti Mengunjungi Daerah Saya, Dong?

test

Ini posting yang sedikit lebih pedas daripada yang pernah saya tulis sebelumnya. Dua hari lalu tiba-tiba jalanan di sekitar kos saya ditutup, lengkap dengan penghalang jalan dan petugas yang bertubuh tegap.

Karena khawatir akan terjadi sesuatu, saya pun bertanya kepada para petugas itu, “memangnya ada apa sih, Pak? Kok jalannya ditutup?”

“Ada maulidan, Presiden mau datang”

Saya tercengang. Jalanan di depan kos saya memang kalau ada acara keagamaan akan selalu tumpah ruah dengan lautan manusia, sampai-sampai tidak ada mobil atau bajaj yang bisa lewat daerah itu. Tapi menurut saya agak keterlaluan kalau jalan kecil seperti itu pun harus ditutup (secara resmi) kalau ada Presiden mau merayakan maulidan di sana.

Tidak, saya bukan benci maulidannya. Tidak pula saya membenci SBY. Yang saya benci adalah pengistimewaan seseorang hanya karena jabatannya. Bisa dibayangkan kalau setiap kali mau bikin acara yang dihadiri presiden, penghuni di sekitar harus kerepotan berputar balik karena jalan di depan rumahnya diblokir.

Saya mungkin masih bisa terima kalau itu kegiatan penting yang berhubungan dengan urusan negara. Atau kalau sedang menyambut tamu dari luar negeri. Tapi maulidan?

Secara kasar saya akan ngomong begini. Sejatinya fasilitas umum dibiayai oleh pajak masyarakat, bukan duit jajan Presiden. Maka jalan itu harus digunakan bersama oleh para pembayar pajak dengan tertib, tidak saling mengganggu. Jika suatu saat jalan itu harus ditutup, hal itu harus atas alasan kepentingan masyarakat sebagai pembayar pajak.

Pertanyannya, apakah acara maulidan itu bermanfaat bagi masyarakat pembayar pajak? Jika tidak, maka seharusnya Presiden tidak diperbolehkan menutup jalan.Β  Ikuti saja acara maulidannya selayaknya warga negara biasa. Jauh lebih sederhana, simpatik, dan tidak mengundang gerutu dari orang lain.

Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Loncat-Loncat

Repotnya lagi, belakangan tindakan blokir-blokiran ini mulai ditiru bawahannya. Pejabat sekelas wakil presiden, menteri, bahkan gubernur pun ikut-ikutan memblokir jalan kalau mau lewat daerah macet. Padahal mereka sudah dikawal oleh puluhan petugas lengkap dengan kendaraan besar dan sirine. Coba hitung berapa jumlah seluruh jajaran birokrasi di Indonesia dan berapa hari dalam setahun daerah penting seperti Thamrin harus diblokir karena ada pejabat “penting” lewat?

Beberapa bulan lalu pemerintah masih ribut dengan tindakan masyarakat yang senang memblokir jalan karena menyelenggarakan kawinan. Atau simak pula bagaimana sukarnya upaya pemda untuk membongkar polisi-polisi tidur yang dibangun masyarakat karena sebal melihat pengendara motor ngebut di sekitar lingkungan mereka. Katanya seharusnya kepentingan pribadi (kawinan dan masalah tidur) tidak mengorbankan kepentingan umum (pengguna jalan). Dalam hal ini jelas mereka tidak bisa disalahkan, wong pemimpin tertingginya saja belum memberi contoh yang baik.

Maka saya yakin bahwa permintaan ini akan sangat wajar. Apalagi sekarang masa kampanye pemilu. Jelas kunjungan pejabat-pejabat tinggi seperti Pak Presiden ini akan meningkat pesat dan menyebabkan jalanan ditutup di mana-mana.

“Pak Presiden, berhenti mengunjungi daerah saya, dong?”

Tembusan

Xaliber

Lemonsile

Gunawan

Mbah sinting

Ndorokakung

Aaa

Geddoe

Jensen

Nazieb

Mardies

Iklan

7 Responses to “Pak Presiden, Berhenti Mengunjungi Daerah Saya, Dong?”


  1. 1 hariadhi 28 Maret, 2009 pukul 2:24 pm

    *catatan

    Gambar di atas adalah karya saya sendiri dengan perlindungan hak cipta. Dilarang menyimpan, mengcopy, menyebarluaskan, atau menampilkannya di tempat lain tanpa izin dari saya sebagai penciptanya.

  2. 2 Mardies 28 Maret, 2009 pukul 8:28 pm

    Wah, sepertinya ini urusan protokol kepresidenan. Entah siapa yang membuat peraturan seperti itu (sampai mengorbankan kepentingan rakyat).

    Mungkin ada “orang dalam” yang bisa membantu? Dan mari berdoa agar di pemerintahan yang baru nanti presiden mengunjungi rakyatnya dengan sewajar-wajarnya.

    BTW Mas hariadhi, kenapa lisensi karikatur ayamnya terlalu ketat?

  3. 3 hariadhi 29 Maret, 2009 pukul 2:08 pm

    Tinggal minta izin aja. Ga susah kok πŸ˜€

  4. 4 jensen99 30 Maret, 2009 pukul 1:53 am

    Jalan sekitar kos ya? Saya jadi ingat waktu anaknya SBY nikah, juga ada beberapa ruas jalan yang ditutup. πŸ˜€

    Hmm… susah juga ini, disatu sisi bicara hak sesama pembayar pajak, disisi lain bicara hak Presiden untuk mendapatkan keistimewaan pelayanan dan tentunya protokoler keamanan. πŸ™„

    Sepertinya kalo jalan tidak ditutup, Presiden malah bakal terjebak macet. Kasus kunjungan ke Situ Gintung kemaren (atau pembukaan GP A-1 Sentul dulu) kan gitu, Presiden jadi numpang motor pengawalnya karena mobilnya gak bergerak. :mrgreen:

    Kalo pengalaman disini, cuma RI-1, Kapolri dan KSAD yang mengosongkan jalan saat mau lewat (dari bandara ke kota), selebihnya (menteri, gubernur dll) hanya memaksa kendaraan lain menepi.

    Enaknya jadi pejabat… :mrgreen:

  5. 5 Rindu 30 Maret, 2009 pukul 7:04 pm

    Nanti saya sampaikan ke SBY yah … bahwa he still cant cross the road πŸ™‚

  6. 6 Nazieb 1 April, 2009 pukul 3:59 am

    Setahu saya, jasa pengamanan kayak gitu bisa dibeli..

    Mantan bos saya yang sama sekali bukan pejabat ke mana-mana selalu dikawal polisi yang dengan seenak perutnya suka nyuruh kendaraan lain menepi..

    Yah, money talks here, dude..


  1. 1 Akhir Maret 2009 « JenSen99’s Weblog Lacak balik pada 31 Maret, 2009 pukul 10:21 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d blogger menyukai ini: