Blog Panjang Atau Pendek?

Ada banyak alasan yang perlu kita pertimbangkan jika ingin membuat artikel serius dan panjang di internet (misalnya saat ngeblog). Contohnya…

1. Tipografi

tipo

Apapun jenis hurufnya, arial, verdana, timesnewroman, atau helvetica sekalipun, screen monitor tidak sebanding dengan cetakan sebuah majalah. Ada banyak detail-detail huruf yang rusak atau hilang sehingga membuat mata kita cepat pegal saat membaca artikel dari internet. Padahal detil-detil itu (misalnya serif, kontras stroke, dan sebagainya, sangat diperlukan untuk menjaga kenyamanan baca).

2. Monitor

flicker

Seperti yang sudah dikatakan di atas, resolusi screen (70-100 dpi) tidak sebanding dengan hasil cetakan (300-1200 dpi). Memang gambar untuk screen biasanya memakai anti-aliasing untuk mengatasi hal ini. Tapi tetap saja tidak nyaman buat mata. Lagipula kontras warna monitor sangat kuat dan berkedip (untuk monitor CRT), sehingga dalam jangka waktu lama akan membuat mata pedih.

3. Biaya

uscurrency_federal_reserve

Saat membaca sebuah majalah, kita hanya perlu mengorbankan waktu untuk istirahat sejenak dari aktivitas lain. Waktu ini bisa dibilang gratis karena tidak perlu bayar. Sementara saat membaca blog, tanpa sadar kita harus membayar setiap detik atau kb yang kita download.

Tips?

Untuk itu ada beberapa pemecahan yang mungkin bisa diikuti:

1. Buatlah informasi yang jelas, singkat, dan padat. Bukan tidak boleh menulis dengan enak, tapi usahakan orang sudah bisa menerka isinya dengan melihat sekilas (kecuali kalau memang ingin membuat satir atau maksudnya menjebak para speed reader).

2. Buat versi yang bisa dicetak. Kalau punya waktu luang, buatlah file pdf dengan tata letak lebih nyaman di mata dan bisa langsung diprint. Jika tidak, bebaskan orang lain untuk menyalin untuk kemudian dibaca sendiri di saat senggang.

3. Jika terpaksa membuat artikel panjang, buatlah jeda-jeda yang membuat mata dan pikiran bisa istirahat sejenak, misalnya dengan menyisipkan ilustrasi atau memberi spasi-spasi yang sedikit lebih panjang. Untuk yang menggunakan wordpress bisa menggunakan fasilitas read more.

4. Hindari memberi warna-warni, memainkan besar-kecil huruf, atau menggunakan CAPSLOCK jika tidak terlalu perlu. Kalau memang ingin menonjolkan suatu informasi, dahulukan fasilitas bold atau underline.

Catatan:

– Gambar flicker monitor di point 2 disalin dari Flickr. Gambar asli dibuat oleh Joz (www.jozjozjoz.com) dengan lisensi Creative Commons-attributiion-noncommercial-sharealike..

– Gambar uang dollar di atas dicomot dari Wikimedia Commons. Data di sana menuliskan bahwa reproduksi uang dollar termasuk wilayah public domain.

1 Response to “Blog Panjang Atau Pendek?”


  1. 1 Gun 8 Maret, 2009 pukul 11:33 pm

    Errrr….

    *terbiasa menulis tanpa mikir*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

%d blogger menyukai ini: