Kartun Menghina Nabi, Mau Sampai Kapan?

Maksud saya, mau sampai kapan kita terus-terusan bersikap hiper-reaktif dan sibuk menghujat sana-sini?

Beberapa minggu lalu heboh masalah kartun yang mengolok-olok kepribadian Nabi Muhammad di salah satu blog Indonesia. Semua stasiun TV sibuk menayangkan. Para ulama pun mulai menebar fatwa, dan tidak ketinggalan Sang Pakar™ kita tercinta pun membeberkan analisa dan nasihatnya. Katanya lagi pengguna blog tersebut harus siap-siap ditangkap aparat karena menyinggung perasaan umat beragama.

Kartun itu sebenarnya sudah lama sekali beredar. Buat yang pernah menyambangi Faith Freedom International pasti sudah mahfum bahwa komik itu menjadi alat utama untuk mempengaruhi mereka yang masih menganut islam. Jadi kenapa baru ribut sekarang? Apa karena sekarang yang memuat itu blog? Lah ada dendam apa dengan blogger?

Sekedar informasi saja, kartun yang mengkritik masalah-masalah keagamaan itu ribuan jumlahnya di Internet. Saya pernah lihat satu yang sangat kreatif dan skill pembuatnya cukup bagus, Miss Dynamite. Kartun ini bahkan dengan berani memetaforakan Musa dan Muhammad dengan boneka babi yang sedang bersetubuh.

Lah, terus kenapa? Itu termasuk penghinaan? Ya! Itu menyinggung perasaan umat Islam dan Yahudi? Tentu! Yang tidak kuat imannya bisa terpengaruh? Jelas!

Tapi apa harus kita urusi? Saya pikir tidak.

Seperti saya bilang tadi, tidak ada gunanya memberitakan kartun-kartun ini satu persatu. Karena jumlahnya ada ribuan. Bayangkan saja kalau untuk memblow up satu berita tentang kartun nabi kemarin butuh pemberitaan selama 3 hari berturut-turut, maka paling tidak kita butuh 3000 hari untuk mengadili kezaliman kartun-kartun penghinaan nabi yang pernah beredar. Bayangkan kalau 3000 hari itu kita ganti saja dengan berita yang lebih mendidik. Lebih bermanfaat bukan?

Saya merasa lucu, karena ini memperlihatkan ketidaksiapan bangsa kita menerima kebebasan informasi. Jangankan untuk globalisasi total di segala bidang, masalah komik pun ternyata hendak kita urusi sampai ke tetek bengeknya.

Sifat internet seperti lumbung pengetahuan yang nyaris tanpa batas. Satu-satunya batas yang ada hanya keinginan kita untuk membaca suatu informasi atau tidak. Jadi kalau kita tidak ingin iman kita terpengaruh oleh sebuah kartun nabi ya jangan repot-repot mengetikkan keyword “Kartun Menghina Nabi” di google. Jangan pula takut anak-anak kita mengetik “Kartun Menghina Nabi di Google”. Karena Si Internet ini tidak akan pernah bersusah payah mendatangi anak kita untuk mengatakan “Hei anak-anak.. sekarang ada kartun menghina nabi di Internet lho.. jangan lupa berkunjung yaaa”.

Kalau ingin menyalahkan orang yang menyebarkan  informasi tentang kartun nabi tersebut, maka tunjuklah batang hidung redaktur berita yang sudah bersusah payah melowongkan satu jam slot berita untuk memblow up masalah kartun ini. Tunjuk pulalah kebiasaan kita yang begitu latah menyebarkan informasi yang tidak penting seperti ini. Tunjuk pulalah kebiasan para pengikut milist yang senang memforward berita-berita tidak penting kepada orang yang dia anggap teman yang perlu diselamatkan. Tunjuklah hidung para pendemo yang sedikit-sedikit turun ke jalan hanya karena menganggap Tuhan dan Nabinya perlu dibela sampai mati.

Karena dengan begitulah sebenarnya informasi kartun itu bisa menyebar.

Perilaku hiper reaktif bangsa kita ini bisa dimisalkan seperti anak-anak yang orangtuanya dihina oleh temannya. Misalnya si A diejek “Eh… bapaknya si A pengangguran lho. Miskin banget ga bisa beli apa-apa! Ye ye eyeee..” Terus si A ini ngamuk-ngamuk merasa bapaknya tidak pantas dihina.

Lah tapi dia tidak ingat, semakin dia mengamuk, semakin temannya senang mengejek. Sebaliknya kalau dia bersikap layaknya orang dewasa, masa bodo dan tutup kuping mendengar hinaan itu, maka teman-temannya pun akan kehabisan tenaga sendiri, bosan.

Bangsa kita ini mentalnya kanak-kanak apa orang dewasa?

* Gambar dipinjam dari website Miss Dynamite. Dibuat oleh Sirowski. Dimuat di sini dengan resolusi dan kompresi rendah hanya untuk informasi.

Iklan

5 Responses to “Kartun Menghina Nabi, Mau Sampai Kapan?”


  1. 1 Albert 17 Desember, 2008 pukul 7:15 am

    Setuju Mas.
    Sebetulnya, kalo mau melihat lebih jauh, sudah sangat sering tokoh2 agama yang lain juga jadi korban penghinaan. Tapi akan menjadi melelahkan dan berkepanjangan jika kita menyempatkan untuk mengurusi satu per satu. Mendingan kita coba buat sesuatu yang positif saja.

  2. 2 Fa 4 Januari, 2009 pukul 11:49 am

    seperti yg sering saya tulis di blog2 saya, org2 kita itu suka sekali meributkan hal2 yang sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan.
    kartun2 kayak gitu, kalau dicuekin toh malah nggak bakal nyebar kemana2.
    sekali lagi, agama tidak perlu ‘dibela’ dengan cara yang tidak bijaksana, iya to?
    😀

  3. 3 ipoel 22 Januari, 2010 pukul 5:40 am

    dasar orang tu kalo gk pnya iman…!!! jangankan 3000 hari 1000000 hari pun akan kita kejar dan hajar orang2 yg menghina islam…
    jangan memandang remeh…justru ini adalah sikap kesadaran umat islam sekarang untuk bener2 membela kehormatan islam.
    amarma’ruf nahimunkar itu tidak pandang bulu tau..!!!
    malah kalo kita tidak bergerak dan tdk pnya rasa peduli dgn ini smua…mau alasan apa kamu nanti di akhirat kalo di tanya oleh yg maha kuasa???
    itupun kalo kamu islam..!!!kalo bukan,brarti kamu yg harus di islamkan..!!!

  4. 4 mufied 22 Januari, 2010 pukul 5:43 am

    ana setuju ma kamu pul….orang2 islam sendiri sekarang pada cuek aja kalo agamanya di aniaya….
    na’udzubillah….semoga mereka disadarkan hatinya…inilah tanda2 akhir zaman…!!! pada kebalik smua…

  5. 5 Mr.Nunusaku 27 Maret, 2016 pukul 4:58 am

    MENGHINA NABI MUHAMMAD, SAMPAI NANTI MUHAMMAD BANGKIT DARI KUBURANNYA DI MEDINAH..?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Desember 2008
S S R K J S M
« Nov   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

%d blogger menyukai ini: