Belajar Kopi

Gara-gara tugas Teknik Presentasi DKV, saya jadi harus belajar kopi, hehehe.

Minum kopi itu banyak seninya. Tapi yang paling saya senangi adalah minum kopi hitam, tanpa gula. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi menurut saya hanya dengan menjauhi tambahan aneh-aneh maka kita bisa mengenali rasa kopi sebenarnya. Ssstt…hal ini juga yang bikin saya berantem dengan pacar, karena menurutnya kopi pake gula sah-sah saja.

Identitas kopi bisa dikenali dari beberapa faktor, yaitu rasa pahit, asam, manis, lemak, dan aromanya. Nah.. yang susah-susah gampang adalah tiap jenis kopi bisa memiliki ciri yang sangat bervariasi. Dari mana variasi itu berasal? Saya menyimpulkan begini:

1. Jenis tanaman

Ada tiga jenis kopi yang dikenal, Arabica, Liberica, dan Robusta. Bagi banyak orang, arabica dianggap lebih berkualitas. Karakternya adalah rasa pahit yang tidak terlalu dominan, asamnya lebih terasa. Sementara robusta cenderung lebih pahit. Tapi soal kualitas-kualitasan ini tergantung masing-masing orang. Ada juga yang tidak begitu suka arabica.

Liberica saya belum pernah coba.

2. Penanaman

Jenis naungan, suhu, kematangan, kandungan air akan menentukan rasa. Naungan yang cukup akan membuat kopi lebih lama matang, namun dipercaya menghasilkan kopi lebih berkualitas. Kopi yang tidak matang atau pun kandungan airnya tinggi dipercaya memberi rasa asam yang lebih pekat, sehingga cenderung tidak disukai.

3. Geografis

Saya tidak begitu percaya hal ini, tapi tampaknya berhubungan dengan poin nomor 2. Beberapa daerah penghasil kopi di Indonesia dikenal memiliki kualitas yang baik dan terkenal. Misalnya saja Toraja, Tapanuli, dan Gayo. Ada hubungannya dengan jenis tanah, kelembaban, dan kesuburan? Saya kurang tahu.

4. Pengolahan

Pengelupasan dan fermentasi memegang peranan penting dalam kualitas kopi. Ada tiga macam pengelupasan, basah, kering, atau setengah kering. Dipercaya bahwa campur tangan mesin yang terlalu banyak dalam proses basah akan membuat kopi menjadi asam. Karena itu proses kering lebih dipilih untuk membuat kopi tradisional.

Semakin lama proses fermentasi, maka akan semakin ringan rasa sebuah kopi. Misalnya dalam kasus Kopi Aroma di Bandung, biji kopi diklaim disimpan selama 5-8 tahun sehingga rasa asam dan kafeinnya jauh berkurang. Tapi banyak juga yang tidak suka kopi yang terlalu lama difermentasi karena menganggap rasa dan aromanya sudah hilang.

5. Penggorengan

Aduh, sebenarnya lebih tepat disebut disangrai, tapi kata Penyangraian aneh juga.

Ada beberapa tingkat kegosongan kopi setelah disangrai, mulai dari coklat hingga hitam pekat (Light, medium, dark, hingga darkest). Kopi yang tidak terlalu lama disangrai akan berwarna coklat. Rasa asam dan harumnya masih kentara. Semakin lama proses sangrai, maka warnanya akan mendekati hitam. Biji kopi yang lebih hitam akan kehilangan rasa asam dan aromanya, berganti manis dan berlemak. Biji kopi yang sangat hitam akan mulai terasa pahit (saya pribadi lebih senang kopi yang mendekati pahit, tidak suka asam).

6. Penggilingan

Ini akan menentukan kepekatan rasa kopi. Kopi yang digiling halus akan menghasilkan rasa yang pekat, sebaliknya jika tidak digiling halus akan menghasilkan rasa yang lebih ringan. Sekali lagi, ini masalah selera.

7. Penyajian

Nah, ini akan bergantung kepada resep dan konsep masing-masing kedai kopi. Ada yang menyajikan dengan cara Italia dengan mesin pres (hasilnya espresso dan produk turunannya), ada pula cara tradisional yang diseduh (kopi tubruk termasuk bagian ini). Beberapa orang percaya makanan ringan pendamping akan meningkatkan kenikmatan minum kopi. Ada pula yang senang sambil merokok (gaya kampung? hehehe). Tapi saya percaya pendamping paling cocok buat minum kopi adalah… WI-FI!😆 Saya melihat kecenderungan konsumen menjauhi kedai kopi yang tidak ada hotspot gratisannya:mrgreen:

Tips minum kopi:

1. Ritual menghirup kopi (katanya) adalah yang paling penting. Sediakan waktu beberapa menit sebelum mulai menghirupnya.

2. Oke, kopi itu pahit, tapi di sanalah seninya. Setelah dihirup biarkan kombinasi rasanya bermain di lidah. Rasakan beberapa lama, baru telan. (beberapa jenis kopi adalah hasil campuran dengan rempah tertentu, cobalah menebak-nebak)

3. Otak akan terstimulasi oleh kafein. Lagipula kopi sering dikaitkan dengan budaya intelektual. Jadi bedakan percakapan di bar dengan di kedai kopi. Sebisa mungkin bahas hal yang serius, atau kalau sedang sendiri bawa buku bacaan yang bagus.

4. Jangan juga terlalu lama menghabiskan kopi. Kopi yang dingin jelas kehilangan aromanya. (kecuali jenis iced coffee)

Do You Know?

1. Saat pertama kali tanaman kopi diperkenalkan di Pantai Barat Sumatera, penduduk menanam dan membuat minuman dari……… DAUNNYA!

2. Kopi adalah minuman tak bersalah yang paling sering dikategorikan sebagai barang haram.

3. Seniman impresionis di Perancis memulai pemikiran-pemikirannya dari kedai kopi.

4. Baru-baru ini Kratingdaeng membuat iklan yang mengesankan bahwa produknya lebih sehat daripada kopi.

*credit

Foto kopi di atas saya buat di studio bersama pacar saya. Diupload ke sini dengan hak cipta. Silakan hubungi saya kalau ingin memakai.

12 Responses to “Belajar Kopi”


  1. 1 hariadhi 20 Mei, 2008 pukul 1:31 am

    Disclaimer
    Ini bukan buku panduan minum kopi, sekedar hasil belajar dari banyak tuliusan. Kalau ada yang perlu diperbaiki bilang aja.:mrgreen:

  2. 2 Frans Sebastian 22 Mei, 2008 pukul 12:11 am

    Posting yang menarik.

    Ternyata di balik acara minum kopi yang ‘biasa-biasa’ saja terkandung banyak ‘pengetahuan’ yang menambahi wawasan. Makin jelaslah betapa banyaknya yang bisa kita pelajari, yang bisa kita petik kebijaksanaannya.

    Lain kali minum kopi, mungkin akan terasa lain di mulut saya . . . sedikitnya ada ‘renungan’ dalam tiap teguknya. Semoga!

  3. 3 sulaman 18 Agustus, 2008 pukul 12:35 pm

    mas mau tanya…caranya mensangrai kopi agar tidak terlalu hitam, kira-kira pake oven atau penggorengan tanah, Dan butuh waktu berapa menit. Terima kasih.
    Tolong e-mail saya ya mas….di. gelegeken@yahoo.com

    Terima kasih

  4. 4 Ryan 22 September, 2008 pukul 4:03 pm

    Cool…..

    Artikel dan Blog yang singkat, padat tapi berisi. Lot of things i learned from this article..

    Mas..Kalau boleh saya bisa discuss tentang kopi, saya amat tertarik terhadap satu jenis tumbuhan ini. Sepertinya mas amat menguasai tumbuhan kopi dan proses pembuatannya.

    Saya amat berharap dan berterima kasih apabila mas bersedia membagikan sharing dgn saya. Terima kasih.

    Tolong e-mail saya di : r4antonio@yahoo.com

    Terima kasih.
    – Ryan Antonio-

  5. 5 infogue 9 Oktober, 2008 pukul 10:42 am

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!http://www.infogue.com

  6. 6 aas 3 November, 2008 pukul 11:32 am

    mas mau nanya nih, sangrai kopi tu yang pas dengan suhu berapa dan berapa lama? ada yang bilang nih klo lebih dari 12 menit maka antioxidan dari kopi hilang, trus suhu yang ketinggian juga jelek. trus gmana donk?

  7. 7 hariadhi 3 November, 2008 pukul 10:09 pm

    maaph yang begituan kenapa ga ditanya ke barista-kopi aja?

    *eh emangnya kopi punya antioksidan? baru tau gw

  8. 8 Jeff 18 November, 2008 pukul 1:55 pm

    Cobain kopi godok (rebus) deh…
    Caranya… didihkan air secukupnya… pas mendidih, masukan bubuk kopinya lalu taburi gula merah secukupnya…
    trus diaduknya jangan pakai sendok, tapi pakai kulit kayu manis yg di keringkan…
    jangan terlalu lama merebusnya agar aroma kopinya tidak menguap… jadilah Kopi Tubruk pake Kayu Manis…

    inilah cara favorit gue menikmati harumnya kopi, dan aroma kayu manis….

    gak perlu tambahan rokok, tapi cukup “cemplungin” cengkeh kering 3-4 buah selama peng-godok-an… dijamin yg perokok bisa menikmati sedikit aroma Dji Sam Soe dalam kopi-nya…

    Selamat mencoba….

  9. 9 mufti 22 April, 2009 pukul 12:51 am

    saya ambil gambar secangkir kopinya ya bro. buat pajangan terima kasih

  10. 10 bil 11 Juli, 2010 pukul 11:04 am

    ngomong2 masalah kopi saya ada kenalan yg jual kopi tradisional tjap bus kota rasanya sangat menarik dan alami kalo ada yg berminat hub saja email abd.bill@gmail.com… thx

  11. 11 zulitaufik 3 Juni, 2011 pukul 11:42 pm

    Ada banyak faktor yang menentukan citarasa kopi. Untuk kopi arabika menurut para ahli lebih cocok tumbuh di ketinggian 1000-2000 meter dpl.Makanya kopi sumatra seperti Sidikalang banayak diminati orang eropa/amerika.

    Salam kenal, tetap semangat ya menulis tentang perkopian. Silahkan datang ke blog http://zulitaufik.wordpress.com dan kasih komentarnya.

  12. 12 robby 1 Desember, 2015 pukul 8:29 pm

    boleh copy gambar gan? buat DP klo lg ngopi… hehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: