SSS!

Saya pikir semua blogger pasti pernah nemu komentator negatif yang akan terus mencela setiap detail tulisan kita. Yang ga aneh dikomentari seolah hal aneh, yang ga salah dicaci maki supaya kelihatan salah, yang becandaan dianggap serius. Entah punya dendam apa, atau memang mungkin sekedar menumpahkan kekesalan gara-gara tadi malam ga dapat jatah dari istri. Hik hik hik hik.πŸ˜†

Saya pikir juga, banyak blogger punya jurus untuk menghadapi komentar-komentar miring seperti ini. Misalnya yang saya tahu Bu Jurig dan Pak Budi punya semboyan “Blog Aing Kumaha Aing”, suatu semboyan yang sebenarnya lebih kepada usaha menguatkan kepercayaan diri daripada menyerang orang yang menjelek-jelekkan, apalagi sekedar memperlihatkan kesombongan.

Saya pikir-pikir lagi.. ada baiknya saya juga bikin semboyan sendiri menghadapi orang-orang aneh semacam ini. Maka terjadilah sebuah semboyan, bunyinya adalah SSS

Suka Suka Saya!

Ya, suka suka saya! Mau bikin tulisan ga mutu kek, mau sok pintar kek, mau sok romantis kek, mau bikin lawakan garing kek, semua suka-suka saya, ga ada urusan sampeyan. Kalau mau baca ya silakan, kalau ga suka silakan pencet Alt+F4. Ga ada yang maksa-maksa sampeyan supaya terus melototin blog saya.

SSS!

Sekali lagi, ini bukan berarti saya anti kritik, arogan, keras kepala, atau sejenisnya. Ini hanya sebuah pernyataan kemerdekaan. Kemerdekaan untuk menulis apapun yang sedang saya pikirkan secara instan, tidak terbelenggu apa yang menurut pembaca menarik atau tidak, sopan atau tidak, intelek atau tidak.

Karena untuk sebuah alibi: semua yang tertulis di sini hanyalah weblog. Saya tidak sedang membuat situs berita, bukan pula buku panduan, apalagi jurnal ilmiah. Semuanya tulisan pribadi saya sehari-hari.

Semuanya SSS!

7 Responses to “SSS!”


  1. 1 Tgk. Alex 4 Mei, 2008 pukul 11:10 am

    Sekali lagi, ini bukan berarti saya anti kritik, arogan, keras kepala, atau sejenisnya. Ini hanya sebuah pernyataan kemerdekaan. Kemerdekaan untuk menulis apapun yang sedang saya pikirkan secara instan, tidak terbelenggu apa yang menurut pembaca menarik atau tidak, sopan atau tidak, intelek atau tidak.

    Sepakat, Pak!:mrgreen:
    Saya juga menulis yang demikian di halaman penjelasan tentang blog sayaπŸ˜›

    Tapi… ada juga yang sedikit memgusik saya tentang sikap saya itu: Apa kalau sudah berbicara tentang sebuah subjek seperti individu tertentu atau tentang hal-hal yang diakui di negara ini – seperti UUD, Agama dan Pancasila, misalnya – saya masih bisa mengatakan suka-suka saya atau “Eh! Ini blognya saya, situ mau apa?!”

    Apa pencantuman pernyataan siap bertanggung-jawab itu diperlukan ya, Mas?πŸ™„

    Saya bingung dengan kebebasan saya untuk menulis itu. Ada pencerahan, Mas?😐

  2. 2 hariadhi 4 Mei, 2008 pukul 3:52 pm

    Waduh.. kalau bicara pertanggungjawaban itu kayanya masalah moral, bos. Ga berani jawab gw. Lah gw juga pendosa besar kok.:mrgreen:

    Tapi kalau gw sejauh ini ngedumelin orang biasanya ga pake nama langsung. Biasanya juga pake cerita kiasan. Entah yang kaya begini…

    https://hariadhi.wordpress.com/2008/04/09/beginilah-cara-kami-membungkammu-jendral/

    ..bisa dituntut atau ga.😐

    Tapi beneran sih, walaupun ga dituntut kan nanti pasti ada karmanya. Habis ngejelek-jelekin, biasanya gw balik dicaci-maki sama orang. Siap-siap aja. hi hi hi

  3. 3 ManusiaSuper 4 Mei, 2008 pukul 6:42 pm

    Blog Aing Kumaha Aing itu kalo ga salah dicetuskan Bu Jurig mas. Tapi kalau saya salah, ya maaf, saya berprinsip “koment aing kumaha aing” soalnya…:mrgreen:

  4. 4 aRuL 4 Mei, 2008 pukul 7:46 pm

    pada dasarnya sepakat…
    tapi kalo memang ada salah kan ngak ada salahnya untuk dibenarkan πŸ˜€

  5. 5 hariadhi 4 Mei, 2008 pukul 7:50 pm

    @ManusiaSuper
    Ooo iya, bener. Lupa, lupa…

    @aRuL:mrgreen: Iyah, makanya dah ditulis:

    Sekali lagi, ini bukan berarti saya anti kritik, arogan, keras kepala, atau sejenisnya. Ini hanya sebuah pernyataan kemerdekaan. Kemerdekaan untuk menulis apapun yang sedang saya pikirkan secara instan, tidak terbelenggu apa yang menurut pembaca menarik atau tidak, sopan atau tidak, intelek atau tidak.

    πŸ˜‰

  6. 6 goldfriend 5 Mei, 2008 pukul 8:38 am

    Ya…ya… kalau menurut saya mas Hariadhi ini jangan membuat blog yang “mengikuti selera pasar”.

    Tanggung jawab blog itu memang buat diri sendiri. Orang lain nggak bisa mengintervensinya.

  7. 7 norie 5 Mei, 2008 pukul 11:32 am

    wajarlah Mas. Orang kan hanya berkomentar pada bagian mana yang mereka ingin komnetari. Malah sering, bagian yang menurut si empunya blog diharapkan untuk dikomentari malah ga dikomentari. (ya misalnya komentar saya ini. ga nyambung kan?πŸ˜€ )
    yah, kalau sudah begitu sih sabar dan terus meningkatkan kualitas tulisan kita.πŸ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Mei 2008
S S R K J S M
« Apr   Okt »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

%d blogger menyukai ini: