Arsip untuk Mei 4th, 2008

Disiplin!

Kemarin-kemarin ini saya menemukan pengalaman menggelikan sekaligus mengenaskan di salah satu image processing (itu lho, tempat cuci cetak film) ternama di Jakarta. Ceritanya saya sedang menuju kasir. Karena terburu-buru, uang saya jatuh. Dan saya diberitahu oleh satu orang bule yang cukup manis mukanya. Sopan sekali.

Nah setelah beberapa saat mengantri, tibalah kesempatan si bule mengambil fotonya. Sementara saya di belakang persis. Entah kenapa prosesnya lama sekali. Dan tiba-tiba saja dia meledak:

I’VE TOLD YOU MANY TIMES! I’VE BEEN WAITING FOR SIX HOURS! SIX HOURS!!!! DO YOU UNDERSTAND!?!

Lanjutkan membaca ‘Disiplin!’

Kabar Buruk

Akrilik saya habis.

Sementara hari ini saya perlu ngebut membuat ilustrasi. Besok sudah harus dikumpul lengkap menjadi sebuah display. Benar-benar sebuah pekerjaan yang menguras tenaga. Apa boleh buat, duit mengalir lagi. UTS harus dibela-belain, karena ancamannya adalah tidak lulus dan mengulang tahun depan.

Tapi kabar paling buruk adalah…. harga akrilik naik nyaris 2 KALI LIPAT dibanding setahun lalu! 😐 Kalau biasanya dengan uang 60 ribu saya sudah bisa bikin gambar ukuran A2, sekarang paling tidak keluar 100 ribu. Akhirnya karena pertimbangan masih banyak keperluan lain, saya beli saja yang isi mungil, 12 warna. Dengan tambahan kuas, palet, dan kertas, habis sudah uang seratus ribu yang saya pikir harusnya bersisa. *sigh

Saya pusing, harga cat meroket, sementara di surat kabar pemerintah berkoar-koar ingin memajukan industri kreatif. Katanya berambisi meniru Inggris yang sukses menjadikan industri ini sebagai pemasukan devisa yang lumayan besar. Lah mana bukti omong besarnya itu? Buku-buku referensi budaya dan seni tetap saja mahal, tak ada yang di bawah 100 ribu.

Saya pikir salah besar kalau ada yang menganggap industri kreatif itu berarti bisa menghasilkan duit banyak dengan modal cuma Rp. 0,0. Salah besar kalau industri kreatif dianggap cuma berhubungan sama ide-ide baru setiap hari. Industri kreatif itu dunia penuh resiko. Hitung-hitungan duitnya harus kencang. No pain, no gain.

Lah gimana ini, pengen masyarakatnya hidup dari dunia kreatif, tapi kerjaannya cuma mencekik.  Mungkin tak masalah kalau impotentak punya kemampuan buat mensubsidi. Lah tapi di sisi lain hobinya merecoki dengan peraturan moral yang aneh-aneh. Sudah itu kalau mau beli produknya tak pernah mau menghargai, pengennya murah meriah bak kacang goreng. Kalau pengen tampil perlente, kerjaannya cari bajakan di mal-mal.

Industri Kreatif atau Kere-Aktif nih, Pak?

 

SSS!

Saya pikir semua blogger pasti pernah nemu komentator negatif yang akan terus mencela setiap detail tulisan kita. Yang ga aneh dikomentari seolah hal aneh, yang ga salah dicaci maki supaya kelihatan salah, yang becandaan dianggap serius. Entah punya dendam apa, atau memang mungkin sekedar menumpahkan kekesalan gara-gara tadi malam ga dapat jatah dari istri. Hik hik hik hik. 😆

Saya pikir juga, banyak blogger punya jurus untuk menghadapi komentar-komentar miring seperti ini. Misalnya yang saya tahu Bu Jurig dan Pak Budi punya semboyan “Blog Aing Kumaha Aing”, suatu semboyan yang sebenarnya lebih kepada usaha menguatkan kepercayaan diri daripada menyerang orang yang menjelek-jelekkan, apalagi sekedar memperlihatkan kesombongan.

Lanjutkan membaca ‘SSS!’


Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Mei 2008
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031