Wikipedia Jadi Pelampiasan?

Saya tidak ingin melarang orang membenci apa pun. Itu hak masing-masing. Tapi akan sangat menyedihkan kalau wikipedia selalu jadi tempat pelampiasan emosi setiap kali ada peristiwa kontroversial. Malaysia punya kasus, lalu Wikipedia Bahasa Melayu dirusak. Lagu Indonesia Raya berkasus, artikel Indonesia Raya dirusak.

Terakhir adalah perusakan artikel Roy Suryo. Hanya karena sang pakar™ belakangan banyak berulah, lagi-lagi wikipedia yang jadi korban.

Lho.. itu wujud ketidakdewasaan kita, bukan? Emosi membabi buta membuat kita merusak hal-hal yang seharusnya jadi tempat netral, bebas dari emosi. Wikipedia itu kan sumber referensi bebas untuk banyak pengguna internet. Tujuannya tidak aneh-aneh, tidak pula komersial. Bayangin berapa orang yang harus terganggu haknya dalam memperoleh informasi hanya karena kita ingin marah-marah.

Kok ya masih aja tega..?

Kalau kebelet ingin menghujat seorang pakar™, lakukanlah secara bertanggung jawab. Buatlah sebuah blog atau website yang mengungkap kesalahan-kesalahannya. Bicarakan kelakuannya di forum-forum. Tertawakanlah kelucuannya di chatroom. Ndak masalah kalau anonim, yang penting tempatnya benar, sebuah jalur pribadi yang bebas bisa mengumpat apa saja.

Tapi tolong, jangan sekali-kali menjadikan Wikipedia sebagai pelampiasan!

Yah.. kecuali memang ingin membantu membuktikan klaim sang pakar, bahwa blog itu ga bermanfaat. 😐

Iklan

5 Responses to “Wikipedia Jadi Pelampiasan?”


  1. 1 realylife 26 April, 2008 pukul 10:50 am

    iya
    kalo bisa yang lainnya aja yang jadi pelampiasan ya

  2. 2 Frans Sebastian 27 April, 2008 pukul 4:52 pm

    Kadang saya juga bingung betapa tidak proporsionalnya kita. Yang diributkan ide, pelampiasannya bukan diskusi atau ‘perang-ide’ malah barang yang tidak tahu apa-apa dihancurkan.

    Andaikan Indonesia makin punya banyak orang yang lebih dewasa dan beradab seperti anda, ya?!

  3. 3 wennyaulia 27 April, 2008 pukul 7:17 pm

    setuju…
    mungkin itu kenapa untuk tulisan ilmiah kadang gak boleh ngutip wikipedia ya?

  4. 4 hariadhi 28 April, 2008 pukul 10:33 am

    @wennyaulia
    Setengahnya karena itu. Setengahnya lagi karena emang wikipedia bukan tempat untuk melakukan riset, sekedar ensiklopedia. Kalau mau riset bisa lihat bagian reference di bagian bawah artikelnya, biasanya ada.

    @Frans Sebastian
    Yah.. begitulah. Kasian Wikipedia Bahasa Indonesia kalau terus-terusan begini. Kita tuh masih belum 10% nya Wikipedia Bahasa Inggris, malah diacak-acak terus.

    @realylife
    Hehehehe, itu komentarnya setengah simpati dan setengah sarkasme, kayanya ya, Bos?
    *becanda

    Iyah, masih banyak media lain buat pelampiasan. Kenapa juga harus wikipedia, coba?

  5. 5 Rindu 28 April, 2008 pukul 11:25 am

    Har … koq marah lagi, sini peluk biar gak marah-marah terus ah 🙂 *disambit pacarnya hariadhi nih…*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

%d blogger menyukai ini: