Renungan Fotografi

Kalau kau ingin jadi fotografer, camkan bahwa kamera itu adalah jiwamu. Dari dialah kau mencari makan, mengintip dunia, hingga merenungkan filosofi hidup.

Maka sayangilah kameramu, jangan kau banting kala kesal, jangan kau pukulkan ke kepala orang lain, jangan sampai ia menggigil terguyur hujan, jangan kau tinggalkan ia kesepian di balik laci lemari,

Kamera bukanlah simbol status bagi seorang fotografer. Ia bukan perhiasan di leher untuk dipamer-pamerkan. Ia adalah sebuah jiwa. Ia inti dari pekerjaan memotret.

Kalau tidak ingin sayang dengan kameramu, berhentilah jadi fotografer. Hibahkan saja kameramu kepada orang lain yang akan lebih menyayanginya.

Karena tak semua orang seberuntung dirimu bisa membeli kamera bak sebungkus kacang goreng.

*Hasil percakapan dengan seorang teman dan kemirisan melihat tingkah fotografer di sekeliling saya.

7 Responses to “Renungan Fotografi”


  1. 1 manis 17 April, 2008 pukul 9:44 am

    aku beruntung… tapi belinya ga kaya’ beli kacang kok… hiks…

  2. 2 hariadhi 17 April, 2008 pukul 2:08 pm

    Waduh, jangan sedih dong. Kalau ga kaya beli kacang ya berarti tulisannya bukan buat lu:mrgreen:

    ~salam kenal

  3. 3 erander 17 April, 2008 pukul 2:56 pm

    .. jangan kau pukulkan ke kepala orang lain,

    Wadoh .. emang pernah ya?? apa ga rugi dua kali tuh. Pertama, rugi karena kamera-nya jadi rusak .. kedua, rugi karena mesti ganti rugi kepala orang yang bocor hik hik …:mrgreen:

    Hibahkan saja kameramu kepada orang lain yang akan lebih menyayanginya.

    Saya siap menerima hibahnya dan akan saya limpahkan kasih sayang saya padanya.😆

  4. 4 Rindu 17 April, 2008 pukul 3:39 pm

    *mikir mau belajar moto… * kameranya apa yah untuk pemula seperti saya?

  5. 5 hariadhi 17 April, 2008 pukul 4:06 pm

    wah welcome aboard… mau belajar serius?

  6. 6 mufti 26 April, 2008 pukul 1:48 pm

    Saya siap menampung kameranya.
    *ganyambung* *yoben*

  7. 7 angkasa 17 Juni, 2008 pukul 6:09 pm

    wah puisinya bagus sekali menyentuh jiwa hehehe…
    maaf kalo kurang berkenan kalo pendapat saya sayangilah ilmu fotografi karna hanya ilmu lah menjadi kan karya foto itu dihargai dan jadikan kamera itu patner sejati untuk menghasilkan foto yang dihargai…

    salam kenal om


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

%d blogger menyukai ini: