Pemerintah Melakukan Blunder Teknologi?

Peringatan: Tulisan ini hanya analisa bodoh-bodohan. Saya bukan ahli politik atau IT. Hanya berandai-andai dengan mengait-ngaitkan dengan perkembangan dunia internet belakangan ini.

Beberapa orang menilai keluarnya UU ITE, pemblokiran situs pornografi, dan terakhir ide pemblokiran YouTube, Rapidshare, dan Multiply sebagai usaha mencari pamor menyongsong Pemilu 2009. Tapi menurut saya tindakan ini adalah salah satu dari banyak tindakan gegabah pemerintah yang akan membuatnya kehilangan kepercayaan. Mengapa?

Kita perlu memperhatikan faktor ini dulu:

1. SBY banyak didukung kalangan profesional dan terpelajar, terutama setelah Amien Rais tidak sukses masuk dua besar dalam Pemilu 2004. Lagipula ada beberapa mentri yang non partai. Sebenarnya itu adalah start yang bagus untuk membentuk citra pemerintahan yang ahli mengurus masalah dibanding pemerintahan sebelumnya.
2. SBY berani mendobrak pemikiran bahwa untuk menuju presiden harus mendekat kepada partai-partai besar. Walaupun JK sebagai pasangannya berasal dari Golkar, kita sama-sama tahu bahwa Golkar waktu itu lebih condong kepada calon lain. Jadi peran penggalang massa sudah mulai digantikan oleh kelompok pembentuk opini.
3. Internet muncul sebagai salah satu kekuatan utama membentuk opini. Dengan hadirnya Menkominfo dalam acara Pesta Blogger 2007, sebenarnya kekuatan itu sudah diakui.

Jadi menurut saya sebenarnya adalah tindakan buruk kalau SBY melakukan langkah-langkah populis yang tidak dipikirkan dengan matang. Apa saja di antaranya?

1. Isu adanya pembuatan situs pariwisata Indonesia yang malah dibahas negatif karena memboroskan uang rakyat tanpa banyak hasil.
2. Membiarkan istilah pornografi tanpa definisi jelas sembari menguncinya dari akses masyarakat banyak. Hal ini akan membuat banyak blog dan situs yang diblokir karena tindakannya dinilai menyebarkan pornografi. Di sisi lain tak pernah ada kejelasan aturan untuk melepaskan diri dari tindakan salah blokir. Jadi akan banyak pemilik situs dan blog yang kecewa dengan tindakan ini.
3. Bergembira dengan keluarnya UU ITE, yang sebenarnya malah membuat khawatir banyak kalangan yang bersentuhan dengan internet daripada mengurangi cyber crime.
4. Bersikap represif dengan memblok situs pertukaran informasi yang populer macam U-Tube, Multiply, dan Rapidshare hanya untuk sebuah film yang menyinggung perasaan agama tertentu.

Hal ini diperkuat lagi oleh ini:

1. Pemerintah memalingkan muka kepada Microsoft saat dunia Open Source sedang bergairah. Walaupun tidak ada yang salah dengan ini, tetap saja menimbulkan sentimen negatif.
2. Insiden FFI saat beberapa pekerja film menyatakan muak dengan masalah sensor yang membabi-buta.
3. Keluarnya wacana RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi, yang walaupun disenangi kalangan agama, namun ditentang banyak seniman.
4. Banyaknya insiden dan bencana yang menguatkan persepsi bahwa negara ini sebenarnya punya banyak masalah untuk diurusi ketimbang moralitas.
5. Menguatnya sentimen demokrasi dan kebebasan bicara dengan merujuk berita-berita pembungkaman kebebasan di Cina.

Mengapa?

1. Pengguna internet bukanlah orang bodoh. Mereka mengerti bahwa intinya bukanlah memblokir informasi, namun mencernanya dengan sehat dan memasang filter bagi diri sendiri.
2. Euforia 1998 membuat kita semakin kritis terhadap apa saja.
3. Masyarakat akan mulai memasuki tahap di mana mereka mulai memisahkan moralitas dengan pemikiran logis.
4. Informasi tidak berhenti dengan tindakan blokir saja. Jadi masalah-masalah moralitas itu akan tetap muncul, sementara kekecewaan akan terus memuncak.
5. Seperti lagu Iwan Fals, keinginan masyarakat sebenarnya adalah pemerintah membuat aturan yang sehat, bukan mengurusi akhlak rakyatnya. Ini kepercayaan yang populer di kalangan terpelajar.
6. Pengguna internet yang situs atau blognya terblokir akan menjadi silence majority yang sebenarnya malah punya kekuatan besar untuk menebar isu buruk secara diam-diam.

Siapa saja yang akan kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah seandainya hal ini berlanjut? Menurut saya adalah golongan ini:

1. Ahli Informatika dan Teknologi
2. Pekerja Kreatif
3. Pekerja Berita
4. Pendukung Kebebasan Berbicara
5. Blogger
6. Ahli Komunikasi
7. (secara jujur) Penyuka situs porno

Yang bila digabungkan, itu akan mencakup sebagian besar orang-orang yang dulu mendukungnya jadi Presiden. Ajaib bukan?

Jadi mungkinkah SBY terpilih lagi pada 2009? Bagi saya tidak ada hal mustahil. Namun sepertinya SBY tidak akan bisa lagi memanfaatkan cara sama seperti pertama kali naik. Kalangan profesional terlanjur kecewa.

Iklan

7 Responses to “Pemerintah Melakukan Blunder Teknologi?”


  1. 1 Mr. Fortynine 8 April, 2008 pukul 8:27 am

    Masalah uu sdh saya bahas d blog saya. Intinya,saya menafsirkan bahwasanya uu baru itu hanyalah kepentingan dari sebagian oknum,namun mengatasnamakan pemerintah.. As usual,kepentingan pribadi dan golongan di goal kan atas nama moral,dan kesejahteraan masyarakat..

  2. 2 Nazieb 8 April, 2008 pukul 11:21 am

    Saatnya para pakar™ yang sebenarnya memimpin Indonesia!!

  3. 3 klikharry 8 April, 2008 pukul 11:57 am

    @nazieb
    *liat komen diatas*
    iya betul, seperti yang di atas saya ini

  4. 4 Hoek Soegirang 8 April, 2008 pukul 8:35 pm

    yay, idem sama fortynine. saia juga uda fernah komeng di temfadh mas sora9n. ada konsfirasi besar dibalik fembuatan UU ini. Ya sebenarnya sih ndak besar-besar sangadh, dan juga bukan konsfirasi, cuma ya itu tade…
    kefentingan golongan doank…

  5. 5 erander 9 April, 2008 pukul 9:31 am

    Membiarkan istilah pornografi tanpa definisi jelas ..

    Bukannya sudah ada UU Anti Pornografi dan Pornoaksi.

    Hmmm .. OOT dulu ya .. sudah ada belum ya UU Anti Kemiskinan?? .. jadi kalo penyelenggara pemerintahan lalai data tata pemerintahan yang menyebabkan rakyat terlantar, maka mereka dapat diganti 🙂

  6. 6 Rindu 9 April, 2008 pukul 9:38 am

    Kita minum kopi bareng yo har… ngobrolin ini, hahahha, baru kali ini tulisan/bahasannya tinggixlebar=luas : )

  7. 7 hariadhi 9 April, 2008 pukul 1:01 pm

    @erander
    Lho bukannya masih RUU, bang? Cilaka dua belas kalau dah disahkan. Kemarin liat bukunya Ayu Utami yang mengkritik isi RUU itu (beberapa kritiknya agak kebablasan, sih. Tapi lumayan ngasih unjuk kalau RUU APP itu kebanyakan karet juga).

    Wah.. keren kalau ada UU anti kemiskinan. Kapan yah bakal dipikirin wakil rakyat kita terhormat?

    @Rindu
    Otak IPA gw lagi kumat hehehehe.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

%d blogger menyukai ini: