Penulis Kesukaan

Saya tidak tahu kapan pertama kali membaca tulisan beliau, bahkan judulnya saya sudah lupa. Tapi kekhasan seorang Putu Wijaya membuat saya terpana saat membuka buku itu untuk pertama kali, kedua kali, ketiga kali, hingga buku itu lecek dan rusak karena terlalu banyak dibawa tidur dan ke wc. Hanya satu buku seumur hidup, dan saya tergila-gila.

Dan ada 5 tahun setelahnya saya tidak membaca satu pun karyanya. Entah karena sibuk atau memang toko buku kita sudah dijejali ratusan judul chiclit, majalah gaya hidup (mesum), Hari Potret, hingga kehebohan novel Dan Brown.

Maka  akhirnya dua bulan lalu saya menemukan blog Putu Wijaya. Ingin sekali menangis, penulis yang sudah bertahun-tahun tak bersua karyanya akhirnya bisa dinikmati tulisannya lewat media elektronik.

Yang saya sukai dari Putu Wijaya? Idenya meledak-ledak. Ia bisa menggambarkan kritik sosial yang tajam tanpa harus melukai.  Ia malah membuat yang membaca tertawa, menertawakan kebodohan diri sendiri tanpa sadar.

Iklan

6 Responses to “Penulis Kesukaan”


  1. 1 Hoek Soegirang 31 Maret, 2008 pukul 7:41 am

    “Dan ada 5 tahun setelahnya saya sama sekali membaca satu pun karyanya.”
    err…bro? maksudna? salah ketik ato saia aja yang belom bobok jadi ndak muden ya?
    ———————————
    aihh..futu wijaya ngeblog, eh? *meluncurrr*
    munkin fernah mbaca bukunya, tafi ndak tau fasti juga, soale saia ini biasa mbaca afa aja yang bisa dibaca, dari buku forno samfe majalah hidayah :mrgreen:

  2. 3 Rindu 31 Maret, 2008 pukul 11:09 am

    Hariadhi adalah penulis keskaan saya, yang telah berabad-abad saya cari karena tulisannya jauh dari serius jadi kalau saya membutuhkan teman untuk yang tidak serius saya mencari blog hariadhi… bahagianya bisa menemukan blog ini .. halah 🙂

  3. 4 Rindu 31 Maret, 2008 pukul 11:09 am

    tambahan … blog ini asyik karena saya berbicara dengan warna merah, tanpa tahu seperti apa wajah pemilik blog ini.

  4. 5 mufti 1 April, 2008 pukul 5:28 pm

    Sama, saya juga paling sama tulisannya suka putu wijaya. Dari jaman dulu nggak berubah sasaran & gaya ceritanya. Orang bilang meneror otak.
    😀

  5. 6 DM 2 April, 2008 pukul 1:37 am

    Putu Wijaya, si seniman serba bisa itu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d blogger menyukai ini: