Sensor.. Tidak.. Sensor… Tidak…

Begini sajalah, ada tidak di antara kita yang punya nyali untuk keluar dari sarangnya yang nyaman? Yang pro sensor keluarlah dari ceramah moralitasmu yang “membosankan”. Yang anti sensor keluarlah dari argumentasi kebebasanmu yang “menjijikkan”.

Dan mari kita mengitung korban bergelimpangan, dengan jujur tentunya.

Berapa situs porno yang sudah tumbang? Berapa bandwidth Indonesia terlapangkan dengan kebijakan ini? Berapa yang jadi korban salah sensor? Berapa orang yang tetap bisa mengakali sistem yang katanya hebat itu?

Waduh, saya lupa! Emangnya orang Indonesia punya nyali?

Iklan

3 Responses to “Sensor.. Tidak.. Sensor… Tidak…”


  1. 1 Rindu 28 Maret, 2008 pukul 9:48 am

    Jadi dimana kita harus berdiri … gini aja, tanamkan dalam diri kita sendir bahwa mulai detik ini gak akan buka situ p*rn* lagi? kan kita yang mengendalikan diri kita, bukan yang lain. *sok tahu saya*

  2. 2 Okta Sihotang 28 Maret, 2008 pukul 8:06 pm

    menurut okta magh…..
    TIDAK….
    *tanya kenapa*

  3. 3 fa 29 Maret, 2008 pukul 9:38 pm

    klo menurut aku, sebenernya Indonesia itu cuma butuh fasilitas, dukungan dan tentu saja dana yang sangat besar utk membangung MORAL bangsa, tentu harus dimulai dari para penguasa. sebab, itulah filter paling ampuh utk menghadapi segala kondisi yang merapuhkan.
    *sok bijak kumat*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Maret 2008
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d blogger menyukai ini: