Revolusi

Dalam hidup saya banyak belajar tentang revolusi

Entah revolusi sikap, revolusi cara pikir, revolusi kebudayaan, atau mungkin revolusi bangsa

Satu hal yang paling menarik dalam revolusi adalah

Ia adalah bola liar yang tidak bisa dikendalikan siapa pun

Karena itu kalau hendak memicu revolusi

Siap-siaplah bermain cantik

Karena pemantik revolusi sekalipun bisa saja tergilas revolusi

Pahlawan revolusi bisa saja korban revolusi itu sendiri

Maka pentingkanlah tujuan

Kurangi memaksakan detail-detail yang tidak perlu

You say you want a revolution

Well, you know We all want to change the world

You tell me that it’s evolution

Well, you know We all want to change the world

 

But when you talk about destruction

Don’t you know that you can count me out?

Don’t you know it’s gonna be

Alright? Alright? Alright?

 

You say you’ve got a real solution

Well, you know We’d all love to see the plan

You ask me for a contribution

Well, you know We are doing what we can

 

But if you want money for people with minds that hate

All I can tell is, brother, you’ll have to wait

Don’t you know it’s gonna be

Alright? Alright? Alright?

 

You say you’ll change the constitution

Well, you know We all want to change your head

You tell me it’s the institution

Well, you know You’d better free your mind instead

 

But if you go carrying pictures of Chairman Mao

You ain’t gonna make it with anyone anyhow

Don’t you know it’s gonna be

Alright? Alright? Alright? Alright? Alright? Alright?

Lagu The Beatles (Revolution) diculik dari sini

Iklan

5 Responses to “Revolusi”


  1. 1 Sayap KU 26 Februari, 2008 pukul 8:46 am

    Hidup bukan pilihan … bukan pula tujuan. Hidup hanya mencari dari semua yang tidak bisa kita dapatkan.

    Jadi apa makna resolusi? Hanya menjadi tanda tanya yang tidak pernah menemukan jawaban.

    -Ade-

  2. 2 Sayap KU 26 Februari, 2008 pukul 8:47 am

    Apa masih penting bicara tujuan jika takdirlah yang menentukan pada akhirnya…. alright?

    -Ade-

  3. 3 Sayap KU 26 Februari, 2008 pukul 8:48 am

    Duh Tuhan… ampun jiwa, koq Ade jadi putus asa gini sih 😦 diblog orang lagi.

    *gak penting De*

    -Ade-

  4. 4 erander 26 Februari, 2008 pukul 1:50 pm

    Jadi ingat teori Stephen Covey, mendahulukan yang utama, merujuk pada akhir, pentingkan tujuan kurangi detail ga perlu. Good posting bro .. simple tapi pas.

  5. 5 hariadhi 26 Februari, 2008 pukul 9:52 pm

    @Ade
    Lho kok bisa? Lau The Beatlesnya rada loyo kali, yah?
    @erander
    betul bang. makasih banyak 😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

%d blogger menyukai ini: