Teknogoli

photographicalbullshit.jpg

Seriously, saat kita berusaha mengkomunikasikan teknologi, entah itu dalam bidang IT, sains, desain, atau mungkin fotografi, sudahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apa yang sebenarnya sudah kita angkat?

Teknologi yang sebagai gadgetkah? Misalnya masalah gaya-gayaan, gengsi, atau kepakaran™?

Mengeceknya tak susah. Apa yang kita omongkan pasti tak akan jauh-jauh dari spesifikasi teknis, istilah-istilah dari planet asing, pokoknya apapun yang kalau ditanyai ke lubuk hati yang paling dalam maka kita akan berkata dengan jujur “Iya, sebenarnya saya cuma pengen dibilang sebagai expert. Sebisa mungkin pembaca harus pusing dengan tulisan saya.”

Ataukah teknologi sebagai semangat hidup? Misalnya masalah efisiensi dan efektivitas, penguasaan, pembelajaran, hingga usaha menjadi lebih baik setiap hari.

Mengeceknya pun tak susah-susah. Apa yang kita omongkan akan disesuaikan dengan kemampuan pembaca. Teknologi adalah lawakan menyenangkan yang membuat kita tertawa setiap hari. Cobalah tanya para penguasa teknologi, mereka akan menjawab “Ya, kecanggihan itu tak penting. Yang penting adalah bagaimana pemakai merasa enjoy dengan teknologi yang saya ciptakan.”

Saya bukan ahli teknologi. Bahkan ngubah nama account Yahoo Mail aja saya butuh belajar 2 tahun. Tapi jujurlah, teknologi itu Yetti menyeramkan atau seekor Teddy Bear?

*Ah….sebenarnya komik di atas mau saya pakai untuk menyindir tingkah fotografer masa kini. Tapi kok ya sebenarnya mengena ke perilaku banyak orang yang mengaku insan teknologi?

3 Responses to “Teknogoli”


  1. 1 Mardies 24 Februari, 2008 pukul 3:38 pm

    Selamat! Mas Hardiadhi berhasil membuat Mardies mumet dan membaca tulisan ini berulang-ulang.

    Harus kita akui, teknologi diciptakan untuk memenuhi selera pasar. Atau bisa juga untuk menciptakan selera pasar. Gimana lagi caranya kalau bukan dengan mengiming-mingi?

  2. 2 Indahjuli 24 Februari, 2008 pukul 4:24 pm

    teddy bear ? wah teman tidur yang mengasyikkan tuh😀
    teknologi bisa jadi candu juga lho.

  3. 3 hariadhi 24 Februari, 2008 pukul 6:15 pm

    @Mardies
    Oh puyeng ya? Alhamdulillah.. lain kali bakal dibikin lebih aneh-aneh lagi😆

    *becanda….

    makasih buat masukannya.

    @Indahjuli😉 betul. Kalau orang dah candu ya mungkin ngajarinnya lebih gampang. Gitu kali yaaa?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

%d blogger menyukai ini: