Cinta dan Konsekuensi

Buat saya cinta itu masalah konsekuensi. Untuk setiap cinta yang kita tanamkan ke orang lain, ada kewajiban yang mengikuti.

Maksudnya bertanggung jawab, Har?

Bukan, bukan hanya masalah status. Bukan masalah pacaran, menikah, have sex, dan punya anak. Konsekuensi seharusnya lebih dari itu. Nyatanya tanpa hubungan resmi pun bisa saja cinta terjalin, bahkan mungkin lebih awet daripada yang sudah berikrar sehidup semati.

Cinta berarti bahwa kita memegang kesetiaan. Cinta juga berarti kesediaan menjadi pendengar yang baik. Cinta juga berarti kesediaan menutup mulut dari hal-hal yang tidak mengenakkan hati. Cinta berarti pengorbanan, bukannya tuntutan. Cinta berarti bersedia disakiti kapan saja. Cinta berarti saling toleransi. Cinta berarti siap melakukan hal-hal tolol.Cinta bahkan berarti tidak lari saat kita tahu pasangan kita bukanlah manusia sempurna.

Itu semua konsekuensi, kan?

Kalau gitu cinta itu berat dong, Har?

Buat orang yang pura-pura jatuh cinta sih, iya. Tapi buat orang yang benar-benar mencintai, itu bukan hal besar. Lah kan katanya “gunung akan kudaki, lautan bakal kuseberangi,” atau “kalau sudah jatuh cinta, tai kucing pun rasa coklat”.

Jangan salah, walaupun terdengar tolol itu banyak benernya, lho. Karena itulah orang bilang, dengan cinta dunia ini bisa melakukan hal-hal ajaib. Karena pada dasarnya saat jatuh cinta, kita tidak lagi berpikir hal-hal yang mungkin atau tidak mungkin dilakukan. Kita tidak lagi memakai pikiran bijak. Tidak ada lagi hitam-putih, semua abu-abu. Semua serba bisa.

Nah.. sekarang sampeyan sudah siap terima konsekuensi jatuh cinta belum? Coba tanyai hati masing-masing.

Iklan

4 Responses to “Cinta dan Konsekuensi”


  1. 1 julie 20 Februari, 2008 pukul 12:02 pm

    ada satu paragraf yang sangat menyentuh hati.. bagus banget arti konsekuensi cintanya ..^_^..

  2. 2 serdadu95 20 Februari, 2008 pukul 4:31 pm

    mesti cinta itu bla…bla…dan.. bla…bla….
    janganlah sampe dibutakan oleh yg namanya cinta. Yang wajar-wajar aja, sehingga kalo “bertepuk sebelah tangan” kita masih bisa melanjutkan hidup dan tidak terpuruk dalam sedih yg berkepanjangan yg akhirnya…. bunuh diri dach….

    Bagi saya cinta adalah bentuk sebuah “kedewasaan” dalam bersikap, berpikir, bertindak, berucap….pokoknya dalam segala hal-lah yg bisa membuat saya tetap “down to earth-lah”. So…karna saya memandang cinta bukan hanya (sekedar) masalah konsekuensi tapi sebuah “fitrah” maka saya selalu siap untuk jatuh cinta…

    Selesai…!!!(*balik kanan….sambil mikir…ngomong apa seh saya ini ???*)

  3. 3 Sayap KU 21 Februari, 2008 pukul 8:33 am

    Cinta itu punya dua sisi … ada yang sangat membahagiakan dan ada yang sangat menyakitkan, pembatasnyapun tidak jelas, karena dia bisa berubah dalam hitungan detik, sekejapan mata dan sehembusan napas.

    -Ade-

  4. 4 Sayap KU 21 Februari, 2008 pukul 8:36 am

    Hari ini Ade tidak bisa berdiri dengan tegak …

    -Ade-


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

%d blogger menyukai ini: