Pakar™ Fotografi

Alkisah di suatu workshop fotografi, seorang “pakar” memberi pelatihan fotografi kepada para pemula. Tentu saja pakar ini seperti pakar gadungan yang kebanyakan teori tapi ga bisa bikin karya. Setelah panjang lebar menjelaskan teori fotografi yang njlimet, tiba waktunya kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan. Satu orang mengacungkan tangan.

“Pak, kalau boleh saya tahu, gimana caranya bikin foto yang fokus, ya?”

Si pakar gelagapan mencari contekan. Tentu jawabannya harus mencerminkan jawaban seorang pakar dong… Nda boleh keliatan ecek-ecek.

“Oh.. saya akan jawab pertanyaan pemula fotografi kita ini. Jadi begini.. biasanya fotografer profesional seperti saya melakukan trik mengecilkan diafragma. Caranya naikin angka diafragma hingga beberapa stop, sehingga depth of fieldnya melebar. Nah, nanti kamu kompensasi dengan speed sesuai angka stopnya. Tentu saja untuk itu perlu lensa yang bagus, kelas ADSx yang kamu bisa beli seharga puluhan juta.”

“Ehhh… tapi kalau kamu ga punya duit segitu saya cukup mengerti kok. Kamu kan masih pemula ga seperti saya yang bisa nghasilin duit. Nah… kamu bisa akali dengan Sotoshop. Pakai saja plugin Fokus intermukus yang bisa kamu beli seharga 500 dollar dari internet. Habis itu kamu pakai filter Anubifokus, dengan setelan sekian-sekian, setelah sebelumnya kamu resize dengan ukuran sekian. Lalu difinishing dengan metode sharpen.”

Walhasil si peserta garuk-garuk kepala, sukses dibikin ga mudeng sama istilah-istilahnya si pakar™. Maka dengan polos dia ngomong,

“Oh.. begitu yah Pak. Kalau temen saya sih kemarin bilang cukup putar pengatur fokusnya. Nah… maksud saya tadi sih cuma mau nanya letak fokus itu di sebelah mana. Nanti deh saya tanyain dia lagi aja.”

Si pakar™ pun tewas di tempat. Hihihihihi.

Eh tapi gejala seperti ini benar-benar terjadi dalam dunia fotografi, lho. Banyak sekali fotografer-fotografer yang terlalu ingin disebut “ahli”, sampe-sampe apapun mesti dijawab dengan pertanyaan yang rumitnya dibuat-buat. Padahal banyak masalah fotografi sebenarnya sudah terjawab dengan ilmu dasar saja. Ndak perlu pakai efek filter macam-macam.

Inga..inga… Padi makin berisi makin merunduk. Bener, kan?

Iklan

4 Responses to “Pakar™ Fotografi”


  1. 1 Goenawan Lee 15 Februari, 2008 pukul 6:54 pm

    Om, kalau boleh saya tahu, gimana caranya bikin blog yang bagus, ya?

  2. 3 Fa 16 Februari, 2008 pukul 11:08 am

    hihihi… *ngakak juga*
    jd inget klo saya belajar motret sama suami, klo aku nanya f itu apaan en buat apa sih? pasti beliau menjelaskannya dr awal (dg harapan saya tidak hanya tau jawaban dr apa yg saya tanyakan, tapi juga bisa mengerti proses logis dr kinerja sebuah kamera), tapi sayanya saja yg suka nggak telaten dengerin, biasanya sih langsung saya potong, saya tuh mau motret mas, bukannya mau mikir *dan suami saya pun geleng2 kepala*
    -loh, saya malah ngeblog di sini-

  3. 4 Cabe Rawit 16 Februari, 2008 pukul 12:15 pm

    Mhuuehehe… Pakar yang terlalu sok pakar kali, atau emang bener pakar gadungan. Banyak orang yang terjebak dengan identitas kepakaran sehingga jadi sok ilmiah. Padahal, pakar yang baek kudunya bisa jadi guru yang baek. Guru yang baek biasa-na adalah komunikator yang ulung. Kominukator ulung itu bukan yang kalo ngomongnya berbuih-buih sok cerewet, tapi yang kalo ngomong omongannya bisi bikin orang ngerti dengan cepet. Terlalu banyak pake istilah asing dan ilmiah, seringkali kagak efektif. :mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

%d blogger menyukai ini: