Mimpi

sl371649-langit-biru.jpg

(*keterangan hak cipta lihat di bawah)

Setiap orang mungkin punya keterbatasan sendiri. Ada sebagian dari kita yang kurang beruntung dalam masalah kekayaan. Ada sebagian yang kurang beruntung dalam masalah cinta. Ada yang memiliki belenggu fisik. Ada juga yang kesulitan bergaul dengan orang lain. Ada bahkan yang tersiksa oleh kelebihannya sendiri. Saya sendiri mungkin masuk golongan pertama dan terakhir.

Tapi beberapa saat lalu saya diingatkan oleh seseorang yang bagitu tegar dengan keadaannya. Ia hampir kehilangan semuanya. Dia menyadarkan saya kalau semua orang sebenarnya diberi keadilan oleh Tuhan.

Ya, Tuhan benar-benar adil. Walaupun kadang ia dengan seenaknya mencabut nikmat, ia memutuskan untuk tidak merebut satu hal yang bisa dimiliki semua orang selagi ia masih hidup.

Sesuatu itu adalah mimpi.

Seburuk apapun keadaan kita, masih ada mimpi yang harus dicapai untuk besok. Mimpi yang membuat kita tidak menyerah kepada takdir. Mimpi yang membuat orang bisa melakukan hal-hal luar biasa dalam hidupnya. Mimpi yang membawa kita kepada penemuan besar. Mimpi yang membuat spesies kita masih eksis hingga sekarang. Bahkan Einstein pun berani memiliki mimpi!

Maka saya tiba-tiba merasa kasihan sekali kepada segolongan orang. Mereka adalah orang yang melalui hidupnya dalam rutinitas tanpa henti. Waktu mereka yang sebenarnya berharga dibiarkan berlalu dalam periode bangun, sarapan, kerja, pulang, dan tidur kembali. Bagi mereka hidup harus tersekat oleh realitas dan teori-teori ideal. Tak perlu ada mimpi, jangankan berharap ada inovasi.

Orang seperti inilah yang tidak pernah menyadari bahwa hidup terlalu istimewa untuk dilewatkan. Saat mereka tersadar, semua sudah sia-sia. Badan sudah terlalu ringkih. Pikiran sudah terlalu pikun. Anak-anak sudah hilang entah ke mana. Malaikat maut pun sudah tertawa di depan mata. Kesimpulannya, sudah terlalu terlambat untuk membangun mimpi.

Saat mimpi tak lagi ada, kehidupan manusia pun punah.

*Foto di atas adalah karya Pak Budi Rahardjo. Saya bajak dengan izin. Kalau ingin menggunakan di tempat lain atau mengedit, silakan minta izin dulu sama yang punya.

Iklan

7 Responses to “Mimpi”


  1. 1 Nazieb 14 Februari, 2008 pukul 6:32 pm

    Apa ndak kebalik?
    Mimpi ndak lagi ada kalo kehidupan manusia punah?
    ๐Ÿ™„

  2. 2 Cabe Rawit 14 Februari, 2008 pukul 7:09 pm

    Yayaya.. mimpi yang abang maksud mungkin adalah harapan, keinginan dan cita-cita. Menurut ane, orang yang terbelenggu oleh rutinitas tanpa henti, bukanlah orang yang sudah tidak punya mimpi, mereka masih punya mimpi, tapi tidak sedahsyat mimpinya para pemimpi besar… :mrgreen:

    Yang sama sekali nyaris tidak lagi bermimpi adalah orang-orang putus asa dan gila… ๐Ÿ™‚

  3. 3 hariadhi 14 Februari, 2008 pukul 7:31 pm

    @Cabe Rawit
    Lho, bukannya orang seperti itu memang putus asa dan gila? Cuma ga terdiagnosa aja, hohohoho.
    @Nazieb
    Ah yak.. ayam dan telur. Sama aja kali, ya?

  4. 4 Anggie 15 Februari, 2008 pukul 7:52 am

    Gak ngerti mikirin mimpi ๐Ÿ˜ฆ

  5. 5 Sayap KU 15 Februari, 2008 pukul 10:31 am

    Pengen comment tapi gak tahu harus bicara apa.. MIMPI, masih bolehkah? GAK berani.

    -Ade-

  6. 6 hariadhi 15 Februari, 2008 pukul 4:29 pm

    @Anggie
    Dont ever think about dream, just DO. Begitu kali yaaa?
    @Ade
    Ya bolehlah, De. Kalau ndak untuk ngelakuin hal luar biasa ngapain juga kita hidup?

  7. 7 rera 25 Oktober, 2009 pukul 6:54 pm

    terkadang sesuatu datang berawal dari sebuah mimpi..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

%d blogger menyukai ini: