Orientasi

Hujan itu belum reda. Kami berdua terpaksa berteduh di ATM depan kampus. Dan tiba-tiba mulut itu berucap,

“Yah.. memang kenyataannya begitu kan?”

Pacar saya heran, “Kenyataan apa?”

“Bahwa kita ga mungkin memuaskan seluruh orang. Walaupun kita sudah berusaha menyenangkan hati semua orang yang kita suka, toh kenyataannya tetap saja musuh berdatangan. Entah dari depan, samping, atau diam-diam dari belakang.”

“Nah.. itulah”, jawabnya. “Karena itu juga lu sebenarnya ga perlu khawatir kalau merasa dibenci orang yang sudah lu hormati. Karena..”

“Karena tiap orang punya penilaiannya masing-masing kan?”

“Iya, dan sejauh yang lu bisa hanya berbuat terbaik. Itupun sebenarnya absurd. Tidak ada kebaikan yang mutlak. Semua pasti punya definisinya sendiri-sendiri tentang hal yang benar dan salah, baik dan buruk. Mulai dari masalah kecil sampai hal-hal prinsipil”

“Dan nilai antar personal itu bisa saja saling bertentangan kan?”, tukas saya. “Maksud gw yang disenangi oleh si A bisa saja malah mendatangkan kemarahan buat B. Yang disenangi oleh B bisa jadi bikin A sentimen. Bukannya ga penting untuk menimbang perasaan orang. Tapi melakukan hal itu cuma akan membawa kita ke kebimbangan yang ga pernah selesai.”

“Betul!”

“Untuk itu kita harusnya lebih yakin dengan nilai yang kita miliki sendiri?”

“Tepat”

“Termasuk posisi kita di mata dosen?”

“Dosen sekalipun bisa salah menilai, kan?”

“Termasuk dalam ngeblog?”

Dia tertawa, “Lah lu kan tahu gw ga begitu setuju soal blog-blogan itu.”

“Heehheheh, dalam hal ini gw harus menganggap lu sebagai orang luar, Hunny”.

Yah.. apa boleh buat. Kalau kenyataannya ada seseorang yang tidak suka dengan apa yang sudah saya tulis di blog ini, saya cuma bisa pasrah. Saya mulai ngeblog bukan untuk penghargaan atau ingin dicap pintar. Saya juga ga akan bisa disuruh milih mana tulisan yang bisa bikin semua pembaca sumringah.

Bisa jadi sebenarnya mereka malah bersungut-sungut habis baca blog ini. Apa boleh buat, Kawan. Normaku dan normamu berbeda. Selera kita berseberangan. Prinsip kita bertabrakan. Sementara yang kutulis ini cuma sekadar blog pribadi. Isinya cuma opini dan permainan imajinasi. Kalau itu dipakai untuk penilaian yang seharusnya objektif, aku tidak bisa memaksa. Itu hakmu. Aku ini apalah.

Dan hujan di luar boks ATM itu mulai berhenti….

Iklan

6 Responses to “Orientasi”


  1. 1 hariadhi 13 Februari, 2008 pukul 11:32 pm

    Ah.. cuma note saja. Soal orientasi hidup, ada penjelasannya di 7 Habits of Highly Effective People, karangannya Steven R. Covey.

  2. 2 Fa 13 Februari, 2008 pukul 11:33 pm

    kata org pintar (bukan dukun loh), yg paling penting adalah tetap menjadi diri sendiri dan menghargai setiap perbedaan dengan mencari kesamaan. begituh? 😀

    *btw, ini soal apa sih? bukan soal boks ATM kan? hihi*

  3. 3 Hariadhi 14 Februari, 2008 pukul 9:31 am

    betul. Ini cerita soal….. soal gw lagi ga bisa ngunyah sarapan pagi ini, sariawan berat. Hahahahah

  4. 4 serdadu95 14 Februari, 2008 pukul 12:04 pm

    “Saya mulai ngeblog bukan untuk penghargaan atau ingin dicap pintar. Saya juga ga akan bisa disuruh milih mana tulisan yang bisa bikin semua pembaca sumringah.”

    (*hfus…hfus…hfus…., ngrokok sejenak….kemudian…*)

    Yup….,kurang-lebihnya sama dgn alasanku kenapa aku yg (asli) seorang serdadu ini ngeblog. (http://serdadu95.wordpress.com/2008/01/24/blogku-istanaku-recycle/).
    intinya bahwa “cara/sudut pandang” seseorang mengenai suatu masalah akan sangat mempengaruhi opini/pendapat-nya (like or dislike-nya).

    Soal ngeblog…aku memakai “prinsip bebas-aktif”artinya menulis dgn sebebas-bebasnya dgn tingkat ke-aktif-an yg menyesuaikan keadaan(ku), demikian juga dalam berkomentar. Pada akhirnya…klo gak ada blogger yg nyambangi “my weblog” ato ada yg ngatakan “serdadu kok “cengengesan” (di blog) dan/ato bahkan banyak para serdadu (aneh) yg ngomongin aku “serdadu sok-sokan” sebagai akibat dari aktivitasku di blogsphere….., selama aku masih enjoy dgn daripada yg namanya “ngeblog” maka whatevertheysay-lah. (*maaf…ini memang curhat tapi bukan sihir*). Selesai…!!!
    (*..balik kanan…sambil buang rokok*)

  5. 5 hariadhi 14 Februari, 2008 pukul 8:54 pm

    hahahhahah.. gile blog gw didatangin serdadu. :0

    Iya, begitulah. Kalau terus-terusan mikirin pendapat orang lain ya ga akan mulai-mulai ngeblognya.

    Ngomong-ngomong hebat ya, di tengah kesibukan begitu masih bisa aja nulis. Salut deh 😉

  6. 6 Fa 14 Februari, 2008 pukul 10:35 pm

    hah? cuman soal sariawan? hueheuheuheu…. :p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

%d blogger menyukai ini: