Lah… Nasionalismeng?

Lah… Ada yang salah dengan cara bangsa Indonesia memandang nasionalisme. Bagi kita nasionalisme itu apa saja yang bukan ciri bangsa asing. Kalau membahas ekonomi Amerika, berarti bukan nasionalis. Kalau berusaha menjelaskan konflik malingsia dari sisi Malaysia berarti ga nasionalis. Kalau bekerjasama dengan Jepang berarti ga nasionalis. Kalau belajar ke negara Cina berarti ga nasionalis.

Lah… bukannya artinya nasionalisme itu melakukan hal apa saja demi cinta sama bangsa sendiri? Lah kok sekarang kepelintir artinya jadi melakukan apa saja untuk membenci bangsa lain?

Lah… Mungkin wajar kalau gejala seperti itu terjadi di awal-awal perjuangan kemerdekaan, saat sentimen terhadap penjajah masih tinggi. Saat rakyat kita masih terlalu bodoh untuk berpikir jauh ke depan. Saat kita masih sombong-sombongnya pengen jadi negara paling merdeka sedunia.

Lah… Tapi ya ini sudah 60 tahun lebih merdeka. Pola pikir kita harusnya mulai berubah. Kalau terus-terusan membenci pihak luar apa jadinya nanti ndak malah dikucilkan dunia internasional? Mana ada negara yang bisa hidup dengan kesombongannya sendiri? Lah RRC yang sudah jadi raksasa itu saja masih pengen keliatan baik di mata negara lain kok. Amerika si negara adidaya aja pontang-panting memperbaiki citra di dunia internasional. Big Mother Russia sibuk ngebaik-baikin negara berkembang. Jepang mau maju aja perlu niru negara lain dulu.

Lah…. Kita? Si miskin yang belagu sangadh……Lah, Lah, Lah…. beras aja ga kebeli. Lah, Lah, Lah….mau bicara boikot sana boikot sini. Lah, Lah, Lah stabilin harga rupiah aja sampe ambeien.

Lah!

*Cengkok di atas dibajak dari blognya Hoek, tanpa izin. Sengaja saya tidak mau mematuhi hak cipta. Nyahahahaha!

8 Responses to “Lah… Nasionalismeng?”


  1. 1 Suwahadi 12 Februari, 2008 pukul 5:36 am

    PertamaX……………!!! πŸ˜€

  2. 2 Goenawan Lee 12 Februari, 2008 pukul 9:12 am

    Lama-lama Nasionalisme kayak gini berubah jadi Fasisme juga…πŸ˜†

  3. 3 Cabe Rawit 12 Februari, 2008 pukul 9:33 am

    Buat ane, nasionalisme itu tolak ukurnya adalah sejauh mana kita mencintai republik ini. Kecintaan yang nyata tentu-na. Kecintaan yang melahirkan cemburu, tapi bukan cemburu buta. Mencintai produksi dalam negeri cuma setitit (ane nulisnya bener, SETITIT!!!) bentuk kontribusi dari rasa nasionalisme kita.

    Mengikuti jejak negara-negara laen yang udah maju, menurut ane justeru bagean dari nasionalisme. Karena inti dari nasionalisme menurut ane, bukan sekedar bangga dengan identitas bangsa, tapi juga membangun identitas bangsa itu sendiri supaya lebih baek. Merdeka!

  4. 4 Nazieb 12 Februari, 2008 pukul 10:45 am

    Weleh, negeri miskin yang sombong
    πŸ™„

  5. 5 dobelden 12 Februari, 2008 pukul 5:38 pm

    jadi caovinisme dong ya lama2😐

  6. 6 danalingga 12 Februari, 2008 pukul 8:34 pm

    Negara yang ajaib emang.πŸ˜›

  7. 7 erander 12 Februari, 2008 pukul 10:53 pm

    Jadi .. kita mesti gimana ya Har?? .. wong, tempe aja kedele nya impor. Padahal kan – katanya – tempe itu makanan rakyat Indonesia?? *tahu ah gelap*

  8. 8 hariadhi 13 Februari, 2008 pukul 12:59 pm

    @dobelden
    cauvinisme atau cow-finishme, ya? hihihi bunyinya hampir sama
    @erander
    Kurang tahu bang. Kalau saya mah bikin yang terbaik saja. Omong-omong soal tempe ini sebenarnya udah kepikiran solusinya sih. Tapi masih ngendap.
    @Nazieb
    Hahahaha. tevat!!!
    @Cabe Rawit
    mulai dari kecil-kecil dulu, begitu yak? ketimbang sibuk ngedumelin yang gede tapi ga pernah dilaksanain.
    @Goenawan Lee
    hehe. Wong yang nerapin fasisme aja masih tahu diri dan mau kerja keras. Lah kita yang ga pernah ngaku fasis tapi kerjaannya leyeh-leyeh. Udah ada masalah baru mau ribut.
    @Suwahadi
    hayo.. pertamax buatan Sh*** apa Per***na? hehehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

%d blogger menyukai ini: