Amerika Bukanlah Utopia

Disclaimer: Kalau anda dari perusahaan asuransi atau aparat dari departemen kesehatan, baca dulu halaman yang sudah saya buat! Kalau kuping anda tak tahan kritik, tekan Alt+F4 secepatnya!

Ini gara-gara pacar saya nyuruh saya nonton film Sicko, karya Michael Moore yang jadi pilihan panitia Festival Film Cannes. Saya pikir ini film apaan, kok gayanya amatiran bener. Beberapa malah nampilin gambar acakadut dengan kualitas payah.

Ternyata isinya lebih dalam dari tampilannya. Bercerita tentang bisnis besar di Amerika, negara superpower yang katanya kaya raya ituh. Ternyata di sana indahnya kehidupan sosial sudah tergantikan oleh kepentingan pemilik modal. Demokrasi jadi alat untuk melakukan penipuan besar dengan kedok kesejahteraan sosial: Bisnis asuransi kesehatan.

Walah.. ternyata jadi orang kecil di Amerika itu susah sekali. Yang tak mampu bayar asuransi semaput, yang dicover asuransi pun tak kalah semaput. Perusahaan asuransi bukannya menjamin pelayanan kesehatan lebih baik, tapi malah melakukan banyak manipulasi demi mengejar margin. Mulai dari penolakan karena sakit yang tidak termasuk dalam kontrak, sampai menghalang-halangi orang mendapat obat yang dibutuhkannya hanya karena masalah harga.

Banyak orang kecil di Amerika mati karena masalah kesehatan, sementara pengusaha asuransi jadi kaya mendadak. Lah kok bisa? Bukankah konsep asuransi kesehatan itu seharum bunga mawar dalam menjamin perlindungan bagi rakyat kecil??!

Dan sejenak kita lalu dialihkan ke negara-negara lain yang selama ini dicap dunia kesehatannya tidak maju karena tidak disusun dengan skema bisnis yang baik (baca: menolak kapitalisme?). Misalnya London dan Perancis malah memungkinkan semua orang berobat gratis. Lalu perbandingan kasus-kasus kesehatan di negara lain, yang katanya Amerika pun kalah sama Slovenia (!).

Ha.. ingatan saya lalu melayang ke surat pembaca di koran-koran. Banyak pelanggan asuransi yang mengamuk karena klaimnya ditolak asuransi dengan alasan dibuat-buat. Orang kecil sering dibiarkan mati tergeletak tanpa pengobatan hanya karena ngga mampu bayar rumah sakit. Tidakkah gejala itu mirip dengan yang di film ini? Bukankah yang sedang terjadi di Indonesia mirip sekali yang sedang terjadi di Amerika? Bukankah dari dulu memang pemimpin kita ini tergila-gila sama sistemnya Amerika?

Salahkah kapitalisme dan demokrasi dalam hal ini?

Tiba-tiba perhatian saya kembali teralih ke film. Ada quote menarik sekali yang diberikan oleh narasumber film ini:

“If you have power, you must use it to meet the needs of your community. And this idea of choice which capitals talk about, ‘You’ve got to HAVE A CHOICE’. Choice depends on the freedom to choose…..People in debt become hopeless, and hopeless people don’t vote.

….so they dont want it to happen. …. We don’t want people to be educated, healthy, and confident, because they would get out of control.”

Oh.. begitulah yang terjadi kenapa masalah di negara ini ga bisa selesai-selesai. Ideologi atau sistem hanyalah tools, yang menggunakannyalah yang menentukan apakah akan menciptakan surga atau neraka.

Tentu saja argumentasi itu bisa dipandang sebaliknya. Yang menciptakan kekacauan bukan hanya pemilik modal, tapi kita-kita ini juga yang memiliki andil memilih pemimpin yang menyetir kepada kekacauan. Rakyat kecil sekalipun punya andil. Lah iya dong… nyoblos aja masih nanya siapa yang bagi-bagi baju kaos besok, bukannya siapa yang programnya paling oke.

Ah, mulai pemilu depan saya mau berhenti jadi golput! Kira-kira pilih siapa yaaaaa?

*eh, ngomong-ngomong kalau ada yang mau melihat pengkritisi Michael Moore bisa berkujung ke sini. Hmmmm.. selalu ada dua sisi dari sesuatu.

11 Responses to “Amerika Bukanlah Utopia”


  1. 1 cakmoki 2 Februari, 2008 pukul 4:26 am

    saya nonton beberapa film sejenis, isinya mirip…konon *dari bisik-bisik kabar angin yg tidak jelas*, asuransi model Paman Sam adalah salah satu cara menanam pengaruh mereka ke negara berkembang, benar tidaknya gak tahu, namanya juga bisik-bisik gak jelas …hahaha… ntar ditunggu, ada yg ngamuk kaliπŸ™‚

    Ideologi atau sistem hanyalah tools, yang menggunakannyalah yang menentukan apakah akan menciptakan surga atau neraka.

    hmmm… mungkin jika masih ingat “hari akhir” setidaknya ada rem untuk proteksi terhadap argumen yg dibuat-buat…

  2. 2 Cabe Rawit 2 Februari, 2008 pukul 9:49 am

    Ah, saya kasih saran yang terakhir saja soal pemilu depan mau milih partai mana. Kalo kagak salah, ada partai baru namanya Partai Karya Pelita Suharto (PKPS), udah lulus verivikasi parpol… silahken coblos yang itu aja… Mhueuehehe…
    *ditembak*

  3. 3 hariadhi 2 Februari, 2008 pukul 12:49 pm

    @Cabe Rawit
    Hahaha.. beneran ada gitu? Gw coblos Partai Karya Peduli Hariadhi aja, kali ye?
    @cakmoki
    Masih sepi, Cak. Masih sepiiii… Nungguin banyak yang ngamuk-ngamuk sama posting ini.πŸ˜†

  4. 4 Cabe Rawit 2 Februari, 2008 pukul 1:01 pm

    Mangkanya gaul… gaul! baca koran, liat tivi, denger radio…!!!:mrgreen:
    Emang ada kok partai itu… ane juga kagak ngarti, apa maksudnya. Sekedar cari muka kali ya, dari keluarga Cendana. Mungkin arepannya, entar kalo udah-deket-deket pemilu bisa minta sekedar 10 milyar sama keluarga Cendana…

  5. 5 hariadhi 2 Februari, 2008 pukul 1:07 pm

    ;ah gw pikir becanda? hahahaha seru.. seru. Nanti baca ah

  6. 6 Wibisono Sastrodiwiryo 2 Februari, 2008 pukul 10:30 pm

    Wah saya juga baru tahu ada partai itu.
    Berarti para suhartois memang mau menggunakan romantisme orde baru untuk membangun kekuatan politik.
    Waspadalah… waspadalah…

  7. 7 Xaliber von Reginhild 2 Februari, 2008 pukul 11:33 pm

    Oh, jadi tahu saya kenapa Amerika sempat dibilang bermasalah dengan program kesehatannya…

    Seperti kata Marx, ideologi adalah kesadaran palsu yang digunakan pemimpin untuk meraih kepentingan kelompok.😐

  8. 8 Gyl 3 Februari, 2008 pukul 12:44 am

    Hoo.. judulnya mantap. Setuju. Saya pernah baca buku tentang e.. judulnya apa ya ? lupa saya.

    Isinya tentang kenyataan bahwa amerika menggunakan 50% APBN untuk membiayai peralatan perangnya. Bahkan itu pun masih sempat ngutang. Saking banyaknya… kepentingan sosial banyak yang di potong pendanaannya.

    Memang amerika itu bukan utopia… sama sekali bukan

  9. 9 danalingga 3 Februari, 2008 pukul 2:45 pm

    Sepertinya yang ini :

    ….so they dont want it to happen. …. We don’t want people to be educated, healthy, and confident, because they would get out of control.”

    Berlaku juga di Indonesia nih, rakyat dibiarkan begitu, biar lebih gampang di sitir.πŸ˜†

    Hem, mungkin rumus ini memang berlaku universal untuk penguasa-penguasa. *generalisasi memang enak*

  10. 10 erander 3 Februari, 2008 pukul 5:11 pm

    Barusan tadi siang (Minggu) saya nonton Oprah di Metro yang sedang membahas 2 tahun Topan Katrina. Ternyata, sampai 2 tahun setelah musibah kehidupan disana masih menggenaskan, belum recovery 100%. Yang paling parah layanan kesehatan. Banyak yang tidak tercover asuransi sehingga tidak mendapat layanan kesehatan.

    Bahkan pihak asuransi sedang ‘berperang’ dipengadilan tentang tuntutan klaim yang mereka ga bayar. Hanya karena masalah disebabkan badai atau banjir. Dan saking sengsaranya dalam keadaan sakit, salah satu korban berkata -kira2- : “Inikan Amerika, koq bisa terjadi seperti ini” dalam pelayanan kesehatan.

    Dan ternyata Amerika memang biasa2 saja. Ga hebat2 amat dalam menangani korban bencana alam.

  11. 11 antarpulau 4 Februari, 2008 pukul 3:35 am

    “…….Ah, mulai pemilu depan saya mau berhenti jadi golput!….”

    ~~~~~~~~~
    Lho…?? memangnya kemarin2x kamu…???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Februari 2008
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
2526272829  

%d blogger menyukai ini: