On The Internet, Everybody Knows You Are A Dog

Bener, di internet orang bisa dengan mudah tahu bahwa kita adalah guk guk. Saya pernah mengalaminya sendiri.

Ceritanya beberapa bulan lalu, saat saya masih hijau dalam dunia perblogan. Saya masih ngewiki jadi merasa tahu segalanya soal seni dan desain. Saya lalu terdampar ke blog ini: Kementrian Desain Republik Indonesia.

Pada dasarnya KDRI itu blog yang sangat unik. Isinya berbagai solusi mengenai desain yang tentu saja disajikan dengan cara main-main. Hanya saja penampilannya sangat ga meyakinkan, bannernya mirip buatan orang yang baru belajar sotoshop kemarin sore. Selain itu saya membaca ada beberapa komentar negatif yang menuding si empunya blog adalah anak SMA yang sok tahu soal desain dan pengen terkenal. Soalnya di situ ada beberapa foto yang ketauan bener tempelannya. Isinya ngejelasin kegiatan si empunya blog ke mana-mana.

Entah iri yang berkobar atau rasa angkuh sebagai orang yang belajar desain di kuliahan, saya ikutan terjebak dengan memberi komentar pedas. (tidak usah dikasih tau lah, ya? Cari saja di sana sendiri). Padahal sebelumnya saya sebenarnya udah bilang beberapa desainnya emang bagus dan mengena. Kalau boleh jujur saat itu perasaan tidak suka berkobar di hati saya, “kok bisa-bisanya orang kaya gini bikin blog soal desain dan terkenal?”. Saya ga terima, bisa-bisanya anak SMA dikagumi orang, sementara saya yang beneran kuliah desain blognya sepi-sepi aja.

Lah, bodohnya lagi saya berkomentar pedas dengan nama di dunia nyata: Hariadhi.

Eh.. tapi ternyata desain si empunya blog emang sering dipakai. Saya malu berat dong? Tambahan lagi orang ini ternyata hadir di salah satu seminar di kampus saya. Walah, untung waktu itu saya lagi sibuk nyiapin ujian jadi ga bisa ikut seminar itu. Kalau sampai ketemu muka dan dia tahu nama saya kan malunya bisa malu kuadrat, tuh. Hihihihi

Begitulah, banyak orang menyangka bisa berbuat dan ngomong seenaknya di internet. Kita boleh berbangga bisa berlindung di balik anonimitas atau proxy, tapi kita ga bisa berlindung di balik kecerobohan sebagai manusia, meninggalkan jejak di dunia maya. Lebih buruk lagi dari itu yaitu: kita ga bisa lari dari pertanggungjawaban moral. Walaupun orang yang kita serang udah lupa, perasaan bersalah akan mengadili jiwa kita dan mengejar hingga ke liang kubur.

Begitulah ceritanya. Kalau Mas Gembol yang punya blog KDRI itu masih punya rasa ga suka sama saya, saya sudah pasrah. Pada dasarnya emang itu kesalahan saya, seorang pemula dalam dunia blogging yang ga tau apa-apa soal sopan santun dan menghargai karya orang. Saya cuma mau minta maaf dengan seluruh kerendahan hati.

Maaf ya, Mas? *GUK!

Iklan

10 Responses to “On The Internet, Everybody Knows You Are A Dog”


  1. 1 Nazieb 29 Januari, 2008 pukul 9:55 am

    Guk guk…

    Ya mohon maaf ke orangnya, sungkem mohon pangestu
    :mrgreen:

  2. 2 hariadhi 29 Januari, 2008 pukul 11:41 am

    Hehhehe, maunya sih begitu. Tapi KDRI itu udah rame banget. Takutnya ga dibaca yang punya blog.Jadi mending buka-bukaan di sini aja. Semoga Mas Gembol sudi mampir.

  3. 3 Fa 29 Januari, 2008 pukul 5:48 pm

    tenang saja… sudah saya maafkan kok! *eh, minta maafnya ke saya bukan?*

  4. 4 KDRI 29 Januari, 2008 pukul 11:05 pm

    hehehe…emang ngomong apa mas di KDRI ?… KDRI bisa langsung melacak loh lewat intel kita yang ada dimana – mana….

    Untung menterinya cuek mas hehe

    Salam GUK GUK!

  5. 5 cK 30 Januari, 2008 pukul 8:35 am

    kalau ngisi namanya anonim sih pasti nggak ketahuan.. :mrgreen:

  6. 6 erander 30 Januari, 2008 pukul 10:10 am

    Ya gitu deh .. sering kali memang kita merasa lebih dari yang lain dan tidak bisa menerima kelebihan orang tersebut. Maka terjadilah peristiwa seperti itu. Semoga .. kita semakin dewasa dan tidak mengulangi-nya lagi.

  7. 7 Sayap KU 30 Januari, 2008 pukul 5:33 pm

    Semoga kesalahan mas dimaafkan … next time hati2 yah.

    -Ade-

  8. 8 hariadhi 30 Januari, 2008 pukul 10:46 pm

    @Fa
    Buahehehehhe. Ga ah, kalau ke mba fa ntar aja kalau idul fitri. Maaf mahal! Kiqiqiqiqi

    @KDRI
    Eng.. itu lho yang ngomong.. *argh sudahlah. Kalau diomongin nanti malu sendiri. Kapan ke IKJ lagi, mas?

    @cK
    betooot. Nanti mo jelek-jelekin tante CK pake noname, ah.

    @erander
    betul, bang. Kalau di dunia seni rupa kayanya emang itu wataknya “orang akademis”. Harus dikikis cepat-cepat, nih.

    @Ade
    amiiin

  9. 9 Wibisono Sastrodiwiryo 1 Februari, 2008 pukul 10:44 pm

    Anda seorang yang berani saya rasa.
    Untuk membuat pengakuan seperti ini butuh keberanian.
    Selamat…

  10. 10 hariadhi 2 Februari, 2008 pukul 2:40 am

    Makasih mas. Sebenarnya bukan berani. Tapi tersiksa rasa bersalah. He he he


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d blogger menyukai ini: