Trik Fotografi

Saya pernah didamprat teman saya (dia art photographer beneran) waktu nanya soal diafragma, speed, ASA, depth of field, dan flash. Saya meradang, lah apa salah saya? Kan saya cuma nanya-nanya soal kuliah? Semua itu kan pelajaran dasar fotografi yang paling penting? Apa salah kalau saya pengen diskusi? Kan saya pengen tahu triknya supaya bisa dapat foto bagus?

Ternyata setelah tahunan motret baru sekarang saya bisa ngerti maksudnya.

Fotografi, walaupun diawali dengan teori optik yang njlimet, ternyata adalah sebuah seni. Memang kalau kita ga ngerti dasar-dasarnya akan susah sekali bikin foto yang bagus. Tapi sampeyan juga ga akan bisa jadi fotografer kalau ngapalin teori-teori itu ketimbang mencobanya langsung di lapangan.

Nah kesalahan seperti inilah yang sering dilakukan pemula-pemula fotografi (jangan takut, saya juga pemula). Di banyak forum saya liat mereka sibuk meributkan kamera apa yang terbaru, mana yang terbagus, ASA berapa untuk motret bulan, berapa panjang lensa yang enak, hingga minta-minta metadata foto orang lain. Seolah trik satu foto pasti bisa diterapkan ke foto yang lain.

Padahal fotografi itu ilmu yang dinamis. Semua tergantung situasi dan kondisi (itulah salah satu alasan mengapa lightmeter diciptakan). Sampeyan ga bakal setara Ansel Adam hanya dengan niru foto-foto hitam putihnya yang muantab itu. Bullshit kalau ada yang bilang ada dua foto yang sama di dunia ini.

Jadi Har, apa trik supaya bisa bikin foto bagus?

Jawaban saya adalah:

Berhenti bertanya, pegang kameramu, dan mulailah memotret. Butuh berlembar-lembar film atau beratus file digital untuk bisa bikin foto yang sempurna. Kesalahan itu hal biasa, profesional sekalipun bisa salah. In the end, rahasia terbesar foto bagus bukannya di angka diafragma dan metering mode yang canggih, tapi di hatimu.

Sekian sabda desainer palsu™ hari ini. hehehehe

Iklan

13 Responses to “Trik Fotografi”


  1. 1 StreetPunk 27 Januari, 2008 pukul 12:09 pm

    Yak, betul 🙂 . Sesungguhnya teori tanpa disertai praktek adalah hoax :mrgreen: .

  2. 2 hariadhi 27 Januari, 2008 pukul 6:52 pm

    nah baru aja mau gw bilang hihihi udah keduluan 😆

  3. 3 clouseth 27 Januari, 2008 pukul 10:03 pm

    Seimbang sajalah antara teori dan praktek, praktek tanpa teori juga hasilnya gak akan bener 🙂

  4. 4 warnetubuntu 27 Januari, 2008 pukul 11:56 pm

    yak betul.. setuju.. bahkan sutradara terkenal sekelas steven spielberg -pun sering bikin film yg jelek 😀 *ada hubungannya gak ya*

  5. 5 Nazieb 28 Januari, 2008 pukul 10:57 am

    Bikin foto yang bagus?

    Ya motretnya pake kamera donk, jangan pake sandal..

  6. 6 essis 4 Juni, 2008 pukul 11:35 am

    waduh brati aq kmaren bwoross donk…blajar yang di utek diafragma ampek twa…ga percaya ati ceee…

  7. 7 yosi 19 Oktober, 2008 pukul 9:45 pm

    ia mang bener masa w fotho hasilnya under semua..

    hikzzzzhikzzz

    cuma gara2 ngapalin semua teori itu

  8. 8 iib 3 Januari, 2009 pukul 3:36 pm

    waduh…susah ngukurnya dunk…
    bener sih….semua dari hati…
    tapi,,bagaimana dunk kolaborasiin…
    teori ama praktekny…biar ng asal…
    ya minimal bikin gambar itu hidup…
    thanks bro……

  9. 9 septy 16 Juni, 2009 pukul 6:45 pm

    yupz, betul sekali…
    untuk membuat suatu karya seni, harus dengan hati bukan tehnik.
    krn hasilnya akan lebih menarik….

  10. 10 SARIJAN 22 Juni, 2009 pukul 8:57 am

    kalo mau nanya trik fotografi boleh g ya ?????

  11. 11 Koernia Dewata 23 Juni, 2009 pukul 3:59 pm

    Kalau menurut saya teori (dasar) fotografi itu perlu, memahami karakteristik kamera,lensa dan lain-lain peralatan Fotografi itu juga perlu, belajar dari orang-orang yang ahli dengan melihat tulisan-tulisan atau hasil foto-foto nya juga perlu, ditambah pemahaman ilmu tentang ruang, exterior dan interior juga, hal tersebut untuk menuntun kita dalam menyelami dunia fotografi supaya lebih terarah, tapi yang paling penting memang sebanyak mungkin praktek, bawa kamera dan perlengkapannya kemanapun kita pergi, nanti mau bagaimana akan dituntun oleh “insting fotografi” kita. terus dan terus mencoba berbagai cara. minta penilaian dan saran rekan fotografer yang lain akan foto-foto yang ada. dengan demikian lambat laun kita akan menjadi fotografer yang OK, selamat mencoba

  12. 12 anton 28 Oktober, 2009 pukul 10:56 am

    motret,ya pake kamera,jangan pake gigi

  13. 13 Nida guslaili rahmadina 17 Desember, 2009 pukul 10:59 pm

    Mksh pencerahanx, mg nanti ct2 sy tercpai. Amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d blogger menyukai ini: