Optimisme

optimis.png

Hari ini Etek (Tante) saya berkunjung ke Jakarta. Entah kenapa setiap saya lagi sibuk-sibuknya ujian beliau selalu datang, hihihihi. Terganggu, Har? Ga juga, soalnya tante saya ini termasuk yang dekat. Waktu SD rumahnya cuma beberapa ratus meter dari sekolah. Jadi daripada pulang saya lebih sering main-main ke rumahnya, hohohoho. Orangnya baik sekali, sangat pengertian.

Walaupun yang tergolong sukses dan pandangannya cukup moderat dari seluruh keluarga besar saya, tante saya ini termasuk yang dirundung masalah berat. Beberapa bulan lalu divonis ada tumor di salah satu bagian otaknya. Tidak begitu besar sih, katanya. Dan tiga bulan lalu sudah berhasil diangkat.

Tapi yang paling berat dari penyakit semacam ini tentu derita psikis daripada gangguan fisik, bukan begitu?

Karena itu peran keluarga di sini sangat besar. Walaupun semua sangat sedih, kami berusaha mengkondisikannya seperti saat sehat. Tetap bercanda, bercerita soal kuliah, hingga jalan-jalan. Pokoknya bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Have fun all the time. Kalaupun ada obrolan soal penyakit, selalu ada nada optimis.

Ini sedikit renungan juga buat saya. Rasanya tidak ada orang yang hidupnya bisa seratus persen senang. Semakin kita sukses tentu cobaan akan semakin berat. Kalau sampai kalah berarti kita belum pantas meraih kesuksesan itu. Kalau menang, jangan terbuai, pasti ada cobaan selanjutnya yang lebih berat.

Berusahalah jadi pemenang dari setiap keadaan terburuk. Dengan cara itu sebuah pohon bisa menjadi tinggi, tidak seperti semak belukar yang baru terbakar api sedikit saja sudah hangus.

Ahh… hari ini jadi pengen berkunjung ke blognya Ade.

Iklan

4 Responses to “Optimisme”


  1. 1 Ram-Ram Muhammad 22 Januari, 2008 pukul 7:46 pm

    hemmm, sebelumnya saya menyampaikan rasa turut prihatin untuk tantenya. Semoga beliau segera pulih dan sehat seperti sediakala. Optimisme beliau sudah menjadi bekal paling utama untuk sembuh, insya Allah.

    Optimisme adalah buah dari berfikir positif. kekuatan optimisme akan mengantarkan seseorang kepada keadaan jiwa yang tidak pantang menyerah, dalam term Islam dikenal dengan jihad, jahdun, atau juhdun yang berarti kesungguh-sungguhan dalam mencapai sesuatu yang baik. Kalaupun pada akhirnya setiap gerak usaha tidak berbuah hasil seperti yang diharapkan, manusia optimis tidak akan mengeluhkan hasil, karena ia telah terpuaskan dengan ikhtiarnya.

    *ngaco ya mas?*

  2. 2 Hoek Soegirang 23 Januari, 2008 pukul 3:57 am

    Berusahalah jadi pemenang dari setiap keadaan terburuk. Dengan cara itu sebuah pohon bisa menjadi tinggi, tidak seperti semak belukar yang baru terbakar api sedikit saja sudah hangus.
    YEAHHH!!!! *berafi-afi*
    .
    .
    “Ahh… hari ini jadi pengen berkunjung ke blognya Ade.”
    *gubrak*
    .
    ujung-ujungnya..
    ah ya! saia lufa! bentar lagi matahari terbidh, sebagai arwah saia harus sembunyi dolo…

  3. 3 hariadhi 23 Januari, 2008 pukul 10:23 am

    @Hoek Soegirang
    Oalah.. udah jadi arwah masih sering ngasih wejangan ya, mbah. Mau cari tubuh super, kaya di Samurai Deeper Kyo yah? hihi

    @Ram-Ram Muhammad
    Betul, Bos. Dosen gw bilang obat sebenarnya dari tiap penyakit ya keinginan untuk sembuh. Pil-pil cuma bantuan dari luar.

    *waduh, bisa dijitak cakmoki nih ntar….

  4. 4 warnetubuntu 23 Januari, 2008 pukul 11:15 am

    semoga tantenya lekas sembuh ya..

    btw, saat menghadapi orang sakit, yang latihan sabar adalah yg sehat… yg sakit sih emang terpaksa harus sabar 🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d blogger menyukai ini: