Omaigat! Bangsaku Pecundang

Bangsaku pecundang, saat didatangi kunjungan Mr. S dan diajak berdiskusi
kami menjilat hanya karena takut dicopot dari jabatan

Bangsaku pecundang, saat rezim Mr. S berkuasa dengan pongah
kami tak punya nyali berdiri di depan untuk menjatuhkan

Bangsaku pecundang, saat Mr. S turun dari jabatannya
kami bersorak-sorai seolah kamilah yang paling berperan

Bangsaku pecundang, saat Mr. S tak lagi memimpin
kami berteriak, karena harus bekerja keras tanpa dimanjakan

Bangsaku pecundang, saat pengganti Mr. S tidak cakap
kami mengeluh, betapa indah nostalgia di bawah pemerintahannya

Bangsaku pecundang, saat Mr. S jatuh sakit
kami tertawa “ha ha ha”, seolah penderitaannya adalah sebuah kabar bahagia

Bangsaku pecundang, saat Mr. S sekarat
kami kompak mencari ribuan cara mempercepat ajalnya

Belum cukupkah ciri bangsaku sebagai bangsa pecundang?

Berikut ciri-ciri pecundang yang saya ambil dari pelajaran manajemen:

1. Pecundang merasa dirinya adalah yang paling dianaktirikan dalam organisasi. Seluruh hidupnya habis untuk menceritakan kepahitan hidupnya dan bagaimana orang lain berkonspirasi mengucilkan dia.
2. Pecundang gigih mengajak serta orang lain dalam kepecundangannya.
3. Pecundang berdiri paling belakang dalam memperjuangkan sesuatu tapi berdiri paling depan dalam merayakannya

arghh.. melanggar janji hiatus. Balik lagi ah ngerjain tugas DKV

14 Responses to “Omaigat! Bangsaku Pecundang”


  1. 1 Xaliber von Reginhild 16 Januari, 2008 pukul 11:47 pm

    Entahlah… mungkin benar juga ya? Terlalu mengandalkan yang lebih mampu kah? Atau karena tidak ada dorongan untuk menjadi konsep pionir.

    Mungkin bukan bangsanya, tapi rakyatnya.πŸ˜› Nomor 2 kayaknya terasa juga dalam kasus lain, semisal Malaysia.

  2. 2 Nane 16 Januari, 2008 pukul 11:57 pm

    hwakakakakaaaak…. gw setujuuu!!!
    rakyat pecundang… hahaha…
    tapi kalo dipikir2 budaya kita emang gitu yah…
    beraninya keroyokan.. huhu..

  3. 3 Praditya 17 Januari, 2008 pukul 3:28 am

    Entah kenapa waktu baca paragraf ntu saya masuk bagian pecundang…😦

  4. 4 erander 17 Januari, 2008 pukul 8:32 am

    Pecundang berdiri paling belakang dalam memperjuangkan sesuatu tapi berdiri paling depan dalam merayakannya

    Cool ..

    *melirik diri sendiri dan sekeliling*

    Loh .. emang sedang hiatus ya??

  5. 5 warnetubuntu 17 Januari, 2008 pukul 8:44 am

    merasa diri pecundang adalah awal untuk menjadi tidak pecundang..πŸ™‚

  6. 6 Dekisugi 17 Januari, 2008 pukul 9:12 am

    makanya saya pengen pindah ke inggris aja, jadi kaptennya liverpool

  7. 7 bisaku 17 Januari, 2008 pukul 4:25 pm

    Rasa nikmat ada karena rasa sakit, orang berhasil ada karena ada para pecundang – so?
    *kaburπŸ˜€ *

  8. 8 Hoek Soegirang 17 Januari, 2008 pukul 6:29 pm

    nah! kek afa yang saia fikirkan tentang bangsa ini….
    manja, cengeng, amnesia-tingkat-akut dsb, dsb, dsb……
    intinya satu, bangsa kita kerdil sangadh

  9. 9 morishige_toyotomi 17 Januari, 2008 pukul 6:36 pm

    *mencatat ciri-ciri pecundang*
    nice post, kawan..πŸ™‚

  10. 11 hariadhi 17 Januari, 2008 pukul 11:27 pm

    @Xaliber von Reginhild
    hahahaha.. seperti biasa analisamu tajam, nak.πŸ˜†
    @Nane
    yep yep. orang udah ga berdaya baru deh dizalimi. Waktu dia masih kuat, punya nyali aja kaga.
    @Praditya
    Ini ceritanya bangsaku, mas. Jadi gw juga termasuk.
    @erander
    whahahaha jangan ditanyain deh, entah udah keberapa kali gagalπŸ˜†
    @warnetubuntu
    indeed.
    @Dekisugi
    Hyakakakakkaka. Jadi Joe Gerrard?
    @bisaku
    Susahnya pemenangnya sampai sekarang belum nongol-nongol. Malu-malu kucing, kali.
    @Hoek Soegirang
    Amien, pak ustadh
    @morishige_toyotomi
    makasih
    @aRuLπŸ˜†

  11. 12 v!n+ 18 Januari, 2008 pukul 2:32 am

    untuuung aja saya warga negara asing! hohoho.. turis dari planet laen gituh maksudnyah

  12. 13 gaol 18 Januari, 2008 pukul 1:53 pm

    Baru saja teman sms..
    isinya :
    “bro, aQ lg senang bgd nih..”
    dengan serius saya balas,
    “ada berita apah?”
    dia balik balas,
    “Suharto sekarat!”

    lucu apa pecundang.hayo??πŸ™‚

  13. 14 hariadhi 18 Januari, 2008 pukul 7:05 pm

    @v!n+
    ha ha ha. Kapan jadi ke lombok nih, madam?
    @gaol
    lho coba tanyainnya ke keluarga cendana, jawabannya kira-kira apa? hi hi hi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d blogger menyukai ini: