Teori Desain Kok Njlimet?

Saya ingat dulu ada teman saya dengan heboh datang dengan soal kuliahnya (membahas tentang cara-cara kreatif, saya lupa nama kuliahnya). Katanya ada pertanyaan seperti ini:


Hubungkan 9 titik di atas dengan maksimal empat (4) garis tak terputus.

Maka dia dengan bangga menjelaskan bahwa jawabannya seperti ini:

Saya sih senyum aja. Itu jawaban yang sudah sering muncul di buku dan majalah. Kalau ga salah ada juga iklan yang bikin kaya gini terus diikuti slogan: berani berpikir beda! (halah, kalau udah banyak orang yang tau, di mana letak bedanya?)

Andai saya, seorang desainer palsuβ„’, ditanyakan hal yang sama maka jawaban saya adalah mengambil spidol tebal, lalu saya tarik garis dari kiri ke kanan seperti ini:

Mau protes? hohohohoho. Lihat aja soal di atas tadi, tidak ada larangan pake garis tebal kan? Saya lebih hebat dari yang bikin soal. Dia cuma bisa bayangin 4 garis sebagai solusi, saya cukup satu.

Nah.. kalau jawaban ini lalu populer, saya sebagai desainer palsuβ„’ tentu ga akan pake cara ini lagi. Kenapa? Walaupun awalnya dianggap kreatif, tapi perjalanan waktu sudah menjadikannya terlalu generik! Semua orang sudah tahu. Kalau saya mau menunjukkan kreativitas, maka saya harus bisa ngasih solusi yang berbeda dari yang sudah dikenal orang.

Maka saya bikin jawaban baru:

Mau protes lagi? lah.. Di atas soalnya ga disyaratkan pakai garis lurus kok. Apa salahnya saya pakai garis lengkung? Sekali lagi, saya lebih pintar daripada yang bikin soal. Hi hi hi hi. (becanda.. becanda.. nanti saya dimarahin lagi sama dosen yang bikin soal)

Kalau gitu desainer ga butuh teori dong, Har? Kreativitas aja cukup

Oh.. sebaliknya. Kalau prinsip saya, “ga ada kreativitas tanpa pengetahuan”. Kalau bahasa dosen saya “Know The Rules Before You Break Them!”. Coba, mana saya bisa punya ide pakai spidol kalau saya tak tahu kalau garis itu ada yang tebal dan ada yang tipis? Mana bisa saya bikin solusi spiral kalau saya ga tau ada garis lurus dan garis lengkung?

Semoga jawaban ini bisa menginspirasi. Prinsip seperti ini saya dapat dari dosen Tipografi I (Ricchie) dan Fotografi I (Aditya Yoga) saya. Terima kasih buat pemilik blog antarpulau yang pertanyaannya bikin saya punya ide bikin post ini.

Special Update

Karena mas erander nantang saya nyari solusi keempat, nih saya baru dapat ilham habis ngelamun di wc:

solusi4a.png

Kertas soal akan saya lipat tiga seperti ini, lalu…

solusi4b.png
Saya akan pake spidol kelebihan tinta untuk menghubungkan ketiga titik di lipatan paling atas, lalu…

solusi4c.png

Hopla.. spidol yang kelebihan tinta akan nembus ke lipatan belakang. Saya sukses menghubungkan ketiganya dengan sekali tarik garis, kan? Lah itu kan 3 garis terputus, Har? Iya kalau dipandang dua dimensi! Coba lipat lagi kertasnya. Saat nyambung itu jadi satu garis, kan?

Solusi Lima

solusi5.png

(butuh bantuan benang dan jarum jait)

Solusi Enam
solusi6.png
Mau protes lagi? Lihat lagi ke atas! Di soal ga ada batasan “ga boleh menginterpretasi garis dan titik dalam wujud tiga dimensi”, kan?

Iklan

23 Responses to “Teori Desain Kok Njlimet?”


  1. 1 erander 12 Januari, 2008 pukul 10:09 pm

    Ketiga jawaban sudah pernah saya ketahui. sedang nunggu terobosan buat jawaban yang ke empat, ke lima dstnya ..

    Ayoo .. kamu bisa Har

  2. 2 hariadhi 12 Januari, 2008 pukul 10:14 pm

    Hehehe… ntar pikir lagi, nunggu ilham dari wece dulu, mas πŸ˜† ngeles.com

  3. 3 aRuL 13 Januari, 2008 pukul 1:35 am

    mantap tenan… sip..
    kapan2 belajar yah saya nih

  4. 4 Hoek Soegirang 13 Januari, 2008 pukul 2:50 am

    wogh?!! ada fertandingan kah ini? wah, saia malah baru tau ada jawaban yang lebih kreatif sangadh!!!

  5. 5 bedh 13 Januari, 2008 pukul 8:11 am

    mas boleh ikutan nggak tapi nggak begitu ngerti sih ama aturannya
    tapi cuek aja ah…
    bis keliatannya seru sih. πŸ˜€

    kalo salah kasih tau yah mas,
    ntar saya coba lagi. bis nggak pernah sekolah disain padahal dulu pengen banget. cuma gak boleh.
    lah kok curhat? huhuhuhuhuhu

  6. 6 hariadhi 13 Januari, 2008 pukul 1:01 pm

    @bedh
    boleh.. boleh. Aturannya lihat aja yang paling atas.
    @Hoek Soegirang
    Mau ikut iseng-iseng berhadiah? Kata mas Erander dia mau traktir makan-makan untuk 10 pengirim pertama. hihihihi.
    @aRuL
    Hayo… ikut

  7. 7 rozenesia 13 Januari, 2008 pukul 1:02 pm

    *mikirin trik selanjutnya*

    *orang politik kudu bisa mikirian SEGALA cara* :mrgreen:

    Baidewei, punya bedh keren… πŸ˜†

  8. 8 hariadhi 13 Januari, 2008 pukul 1:40 pm

    yep, itu juga termasuk kreativitas. πŸ˜‰

  9. 9 danalingga 13 Januari, 2008 pukul 1:58 pm

    Walah lagi nggak ada kerjaan ya har? πŸ˜†

    Tafi ternyata jawabannya banyak gitu yak, saya jadi teringat nggak bisa jawab dulu waktu pertama sekali di kasih soalan ini. Afa karena saya ndak kreatif ya?

  10. 10 hariadhi 13 Januari, 2008 pukul 2:02 pm

    He eh.. lagi mumet soalnya tugas sosiologi desain gw ga kelar-kelar. Mbuakakakakak.

    Dah ah.. cabut modem dan balik lagi ke microsoft word πŸ˜†

  11. 11 erander 13 Januari, 2008 pukul 4:26 pm

    Two Thumbs .. jadi ga salah kan, kalo blog mu saya daftarkan dalam blog saya sebagai pakar desain. Hohoho .. *senyum kemenangan* 😎

    Hehehe .. ntar pikir lagi, nunggu ilham dari wece dulu, mas .. nih saya baru dapat ilham habis ngelamun di wc

    Saya malah baru tahu .. kalo ternyata ide2 hebat mu hasil kontemplasi di wc .. *sambil nutup idung* 😈

  12. 12 hariadhi 13 Januari, 2008 pukul 5:00 pm

    wah sial pertanyaan jebakan ternyata 0_o

  13. 13 Mihael "D.B." Ellinsworth 13 Januari, 2008 pukul 7:15 pm

    Itu solusi yang update memang lebih bagus dan berseni. Tapi prosedurnya repot. Untuk yang mengusulkan game dengan tempo berpikir cepat seperti ini, kayaknya bakal sulit. Harus ngambil jarum dulu. Harus disobek dulu. ‘Kan repot. :mrgreen:

  14. 14 antarpulau 13 Januari, 2008 pukul 10:03 pm

    mas Hari.. makasih sangat atas ‘sharing’nya… πŸ™‚

  15. 15 namain 13 Januari, 2008 pukul 10:23 pm

    salut…
    btw, biasanya yang njlimet yang akan melahirkan kreativitas….. CMIIW.

  16. 16 namain 13 Januari, 2008 pukul 10:25 pm

    senyum salut…
    btw, biasanya yang njlimet yang akan melahirkan kreativitas….. CMIIW.

  17. 17 bedh 13 Januari, 2008 pukul 10:33 pm

    huhuhuh
    solusi 5 dan 6 itu keren
    simple gak neko2
    tapi keren
    πŸ˜€

  18. 18 Mardies 14 Januari, 2008 pukul 3:58 am

    Solusi 4, 5, 6 hebat. Belum pernah lihat. Gimana kalo dibikin iklan πŸ˜›

  19. 19 hariadhi 14 Januari, 2008 pukul 7:47 am

    Udah 30an orang yang tau. Jadi udah ga kreatif lagi. Hehehhhehe. Kalau mau bikin iklan harus cari cara lain, kali ya? πŸ˜†

  20. 20 Anonim 12 Maret, 2013 pukul 10:06 am

    gmana cra menghbungkan 9 titik dgn 3 garis lurus tnpa mengangkat alat tlisnx.? bntu saya lh,, πŸ™‚


  1. 1 Working with Designer « Hariadhi Lacak balik pada 13 Januari, 2008 pukul 2:26 pm
  2. 2 Gestalt: Harta Karun yang Terlupakan « Hariadhi Lacak balik pada 17 Januari, 2008 pukul 7:19 pm
  3. 3 Hebat, Lebih Hebat, Paling Hebat « Hariadhi Lacak balik pada 21 Januari, 2008 pukul 9:41 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d blogger menyukai ini: