Har, Kenapa….?

Belakangan saya dapat pertanyaan dari teman tengil saya yang satu ini.

“Har, lo kok kurang exhibitionist sih?”

Saya pun langsung bingung “Lah, lu berharap gw buka baju di depan lu? Boleh.. boleh… Barengan ya!? :D”

Haduh… Bukan… maksudnya blog desain tapi kok jarang mamerin karya? Ga kaya temen gw™

Oooo… (rada kuciwa) kalau itu sih saya rada males. Soalnya:

1. Seperti yang saya tulis di halaman About. Saya ingin semua orang menikmati proses mendesain, bukan hasil akhirnya. Proses itu maknanya bisa banyak. Bisa desainer lagi ngedesain diceritain, atau juga bisa menjelaskan kesehariannya orang yang lagi cari insprasi untuk desain. Saya pilih alternatif kedua. Supaya orang-orang yang ga mendesain bisa menikmati. Kalau alternatif pertama nanti kebanyakan istilah dan bahasa asing, pusing kan?

2. Saya ga punya duit untuk bayar space lebih di WordPress, sementara limit di sini cuma 50MB. Rugi dong kalau pamer gambar sana-sini. Lagipula bahasa di Blog ini Bahasa Indonesia, sementara koneksi Indonesia lelet. Jadi saya bikin orang males datang kalau kebanyakan pamer gambar.

3. Saya punya lebih banyak cerita dibanding karya. Kalau orang bilang “Kebanyakan bacot!” hihihihi. Namanya juga anak masih kuliah.

4. Kalaupun saya ingin menjadikan blog ini ajang promosi, saya ingin orang memanfaatkan tenaga saya karena desain saya melalui proses yang benar, bukan karena suka dengan gaya desain saya. Karena buat saya style itu ada di urutan #666. Gaya seharusnya bisa berubah sesuai kebutuhan desainnya.

Ya ga begitu pelit jugalah. Saya punya situs tersendiri untuk portfolio. Kalau anda coba search di internet pasti nemu. Tapi lagi dirombak ulang. Nanti saja kalau sudah jadi saya bikin pengumuman di sini.

Terus Kenapa Ga Ada Trik Photoshop apa Corel di Sini, Har?

Karena udah terlalu banyak blog yang ngebahas begituan!

Lagipula bagi saya mengoperasikan software itu penting. Tapi dalam proses desain, eksekusi tuh seharusnya ga makan porsi waktu paling banyak. Yang penting adalah proses inspirasi dan riset. Untuk itulah pelan-pelan saya akan bagi pengalamannya.

Saya juga ga mau ngejebak orang lain dalam kultur fake designer. Saya ingin setelah baca blog ini orang paham kehidupan untuk jadi desainer, sukur-sukur kalau banyak yang tertarik mendesain. Lebih sukur lagi kalau makin banyak orang sadar dan butuh desain. Artinya pundi-pundi uang saya berkesempatan nambah, hohoho.

Begitulah, semoga menjawab pertanyaan-pertanyaannya \:D/

*cerita di atas sedikit dipelintir dari percakapan sebenarnya. Kalau ga rada heboh nanti ga seru, hihihi. Sorry Vin!

Iklan

7 Responses to “Har, Kenapa….?”


  1. 1 Amed 8 Januari, 2008 pukul 12:22 pm

    Ho ho ho… saya sendiri juga ndak pengen “pameran” karya saya…
    Tapi itu berhubung self esteem saya masih rendah… Ndak pede aja hasil kerja saya dipelototin orang… *karakter buruk inih…*

  2. 2 Mardies 8 Januari, 2008 pukul 12:48 pm

    Iya sama. Aku juga males majang karya di blog. Habisnya yang mau dipajang nggak ada sih. (lho?)

  3. 3 Hoek Soegirang 8 Januari, 2008 pukul 7:25 pm

    hohoho….benul-benul desainer yang rendah hati dan ndak sombong…saludh sangadh saia sama mas Har ini! tafi saia malah jadi fenasaran……

  4. 4 v!n+ 8 Januari, 2008 pukul 9:41 pm

    helo mister narciscus, itu link sengaja dikacaukan ya untuk menyamarkan identitas saya? o_O
    hoho jadi terharu percakapan penting itu diabadikan disini.. btw maksud gw kan bukan di blog aja loh..tapi ky di situs2 social networking di internet2 itu tuh.. yang lo benci bgt itu tuh.. hihihi

  5. 5 Hariadhi 8 Januari, 2008 pukul 9:50 pm

    @v!n+
    Oh.. sorry morry. Nanti gw perbaiki deh. Hahhahaha, yang beneran jorok disembunyiin yah. Namanya juga jaim 😀

  6. 6 aRuL 8 Januari, 2008 pukul 10:46 pm

    sesekali pengen liat tampilan desainnya dong…
    ntar saingan sama si antobilang yang tukang banner 🙂

  7. 7 hariadhi 8 Januari, 2008 pukul 11:27 pm

    @Arul
    Hihi tampilan blog ini juga hasil desain kan? ga lah.. Jangan dibanding-bandingin. Mas Antobilang itu lebih jago daripada sayah. Desain sayah masih terlalu katrok buat dibandingin sama yang udah ahli.
    @Hoek Soegirang
    Uihhh jangan. Nanti kedok gw sebagai “si banyak omong” makin kebongkar. Hihihi.
    @Mardies & Amed
    hahahahha. kita senasib!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d blogger menyukai ini: