Purple Cow: Menangisi Kesuksesan Produk

Lho, produk sukses kok ditangisi, Har?

Begini, pada dasarnya penemuan apapun di dunia ini adalah sapi untuk dijual. Nah.. bayangkan anda sedang duduk di tengah-tengah padang rumput menyaksikan segerombolan sapi itam putih. Indah bukan? yang menghalangi horison dari pandangan anda cuma sekumpulan sapi memamah biak dengan tingkahnya yang lucu.

Terbayang?

Oke, sekarang bayangkan anda menempatkan jam di samping anda sambil melihat sapi. Sementara anda melihat sapi itu tanpa berkedip, perlahan tapi pasti jam itu berputar, mulai dari jam 9 pagi, 12 siang, 4 sore, 12 malam, hingga akhirnya balik lagi ke 9 pagi. Apa yang anda dapat dari melihat sapi hitam putih itu? Masih indah tidak? Saya yakin semua orang akan muntah ngeliat sapi seharian.

Semua produk memiliki life cycle, bukan batere saja. Sehebat apapun produk yang anda tawarkan, seinovatif apapun penemuannya, sebesar apapun manfaatnya dalam hidup manusia, segigih apapun anda memasarkannya, semua akan mengalami titik jenuh. Ada saatnya anda berani menghentikan produk yang usang walaupun kelihatannya masih menghasilkan keuntungan.

Saat mata kita jenuh melihat ratusan sapi hitam putih, ada satu yang berbeda. Itu adalah Purple Cow. Yap, sapi ungu yang menari-nari di antara ratusan sapi hitam putih lainnya. Nah, kesuksesan anda bertahan di dunia bisnis bukan dengan menjual sapi hitam putih. Karena pada dasarnya pesaing juga menjual sapi yang sama, dan masyarakat tidak butuh produk yang tidak mengalami perubahan.

Buku Purple Cow mengajarkan kepada kita, salah satu P di luar 5P yang sering diajarkan dalam teori marketing (Product, Pricing, Promotion, Positioning, People). Ia adalah seekor sapi ungu, yang dengan mudah menyantap sapi-sapi hitam putih lain. Dan untuk menjinakkan sapi jenis ini, anda tidak bisa berdiam diri, terbuai dengan kesuksesan produk yang anda miliki sekarang.

purplecowupload.jpg

Purple Cow: “P” Terbaru dalam Pemasaran

Seth Godin (c) 2002

Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia)

ISBN: 979-798-206-8

(Desain buku adalah hak cipta Penerbit Bhuana Ilmu Populer, didesain ulang oleh Linda Kwek. Foto ini saya perlihatkan dengan resolusi rendah untuk kepentingan informasi. Hati-hati kalau mengambilnya dari blog ini. )

Iklan

6 Responses to “Purple Cow: Menangisi Kesuksesan Produk”


  1. 1 v!n+ 7 Januari, 2008 pukul 12:03 am

    d first time u mention “Purple Cow” gue kira itu buku fiksi yang lucu gitu..eehh taunya…o_O pasang cover bukunya dongg biar seru!

  2. 2 hariadhi 7 Januari, 2008 pukul 1:14 am

    ok, by request. Udah tuh.
    (sampulnya mirip eskrim, ya. Hihihi)

  3. 3 chiw 7 Januari, 2008 pukul 7:31 am

    saya mau dikirim bukunya donk…

    *ngiler.com*

  4. 4 Hariadhi 7 Januari, 2008 pukul 3:16 pm

    hehehe.. gimana caranya?

  5. 5 warnetubuntu 7 Januari, 2008 pukul 10:06 pm

    menarik.. tapi kadang ada satu faktor penentu dalam bisnis.. yaitu LUCK 🙂 , katanya sih usaha bisa ditiru tapi rejeki blom tentu 😀

  6. 6 hariadhi 8 Januari, 2008 pukul 12:43 am

    Hehehhe, purple cow itu ya emang matter of luck itu. Yang susah luck itu kan emang ga akan datang kalau pengusahanya ga pernah nyoba.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d blogger menyukai ini: