Buku Desain Packaging, Akhirnyaaa…

Hari ini Gramedia berjubel gara-gara diskon 30%. Hebat juga pemasarannya. Sayang promosi besar tidak diikuti daya dukung gedung yang bagus. Mobil yang parkir tidak tertampung akhirnya bikin Matraman macet sekali.

bukupackaging2.jpg

Nah mumpung ada diskon saya ikut-ikutan latah. Terbeli juga akhirnya buku packaging keluaran Rotovision. Lumayan bagus, keluaran 2007. Sebenarnya ada buku lain yang lebih saya inginkan, lebih besar dan menarik. Tapi sudah outdated kayanya karena keluaran 2006. Lagipula duit sudah tak cukup. hehehe.

Mau tahu harganya? Lihat saja

hargabukudesain2.jpg

Hohohoho. Silakan dikurs sendiri ke rupiah. belum keuntungan yang diambil Gramedia. Ampun Tuhan, bulan ini saya mau makan apa >_<

Makanya saya masih heran kenapa orang kurang menghargai pekerjaan desain. Belajarnya sulit lho (dan mahal pula). Aneh kalau ada yang mengharapkan desainer yang idenya bisa dihargai murah. Padahal fungsi desain grafis itu menyeimbangkan fungsi, inovasi, dan keindahan. Soal budget tak mendukung ya itu bisa diakali dari teknik cetak dan bahannya, tapi jangan idenya.

Enough grumbling, jadi kesimpulannya buku ini penuh kreasi-kreasi menarik seputar bikin packaging (baca:bungkusan). Keren sekali, masa ada rokok yang kemasannya bisa mirip ngemas permata.

Ngomong-ngomong apa gunanya packaging, Har?

Begini, dalam memasarkan sesuatu tidak cukup dengan usaha marketing saja. Sebuah produk baru bisa memiliki nilai tambah yang berlipat bila didukung dengan packaging yang baik. Ini yang lupa diterapkan produsen di Indonesia. Bagi mereka menjual produk itu cuma lewat sales yang bisa laku. Susahnya masyarakat sudah cukup pintar. Mereka mengerti kalau sales yang sering mengetuk pintu atau menggoda anda di mal-mal itu cukup menyebalkan. Jadinya konsep salesman sebagai pejuang utama dalam penjualan itu harus mulai dikurangi. Bukannya laku, produk anda malah akan dibenci orang.

Nah.. konsepnya packaging harus mampu menjual produk itu sendiri. Saat suatu produk dipajang berbarengan dengan produk-produk lain sejenis, ia harus bisa menarik mata calon pembelinya. Jadi kalaupun harus pakai sales, perannya bukan lagi menawarkan, tapi menjelaskan kepada pelanggan yang tertarik membelinya. Jadi salesnya tidak capek dan konsumen pun tidak merasa terganggu.

Lho.. kenapa harus bikin packaging yang aneh-aneh. Yang standar saja kan sudah cukup. Tak perlu dibagus-baguskan!

Ada dua kesalahkaprahan di sini. Yang pertama packaging baik itu tidak ada standarnya. Sekali saja standar suatu kemasan ditemukan, ia akan langsung lapuk dimakan waktu. Makanya desainer harus rajin melihat packaging apa saja yang sudah sering dipakai desainer lain. Salah kaprah kedua adalah membuat packaging yang bagus juga bukan berarti harus aneh. Desainnya hanya harus mempertimbangkan apakah packaging sudah sesuai dengan konsep produknya?

Misalnya anda mau bikin obat tradisional, tapi kemasannya pakai plastik non daur ulang dan lihat gambar kotaknya saja orang bisa membayangkan isinya ratusan bahan kimia, kan ga lucu. Jelas tidak akan ada yang mau beli.

Ya anggaplah lalu kita pakai material kertas daur ulang. Sifat material nya kan beda dengan plastik. Jadi desainnya pun tidak bisa disamakan. Lalu grafisnya dirancang supaya ada kesan alami, dengan proses tradisional. Nah.. kemasan seperti ini walaupun lebih mahal, tapi punya konsumen tersendiri, yaitu kalangan intelek yang sadar dengan hidup alami. Mereka berani keluar duit lebih karena yakin produknya sesuai dengan tujuan hidup mereka.

Kasusnya akan berbeda kalau anda mau jualan obat keras. Sebaliknya dari yang tadi, harus ditonjolkan kalau isinya bahan kimia. Terus konsumen harus yakin isinya tidak akan terkontaminasi dengan udara dan air, jadi pakai kemasan plastik. Terus grafisnya harus memperlihatkan kesan kalau benda itu berbahaya kalau digunakan sembarangan. Nah.. desainnya akan jauh berbeda dengan obat tradisional tadi. Walaupun kesannya mengerikan, dokter-dokter tentu percaya obat yang seperti ini.

Nah.. dengan penjelasan seperti itu mungkin kita semua bisa mengerti mengapa packaging itu perlu. Mengapa barang-barang impor bisa bikin mata tukang belanja kelilipan dibanding produk dalam negeri. Jawabannya ya itu. Saat ekonomi dipenuhi konsumerisme, produk yang bisa berhasil ya cuma yang berhasil memenangkan hati pelanggan. Untuk itulah perlu diciptakan kemasan yang bisa menarik mata dan sejalan dengan hati konsumennya. Masalah kualitas ya semua hampir sama.

Desain buku adalah hak cipta Rotovison. Hati-hati kalau mengcopy gambarnya dari blog saya karena dilindungi hak cipta. Saya tampilkan di sini dengan resolusi rendah untuk kepentingan informasi saja.

13 Responses to “Buku Desain Packaging, Akhirnyaaa…”


  1. 1 Nyonya Farid 6 Januari, 2008 pukul 12:56 am

    prinsip marketing!
    ๐Ÿ˜€

    tanpa konsumerisme, semuanya akan susah!

    *mode ekonomi ON*๐Ÿ˜Ž

  2. 2 Aji 9 Januari, 2008 pukul 9:15 pm

    Wah, masih ada ngga ya diskonnya?

    Sekarang banyak UKM yang membutuhkan kemasan untuk produk mereka, mungkin dengan adanya buku itu, saya bisa menambah referensi tentang kemasan.

    Maklum, di negara kita buku desain terutama kemasan lokal sangat jarang atau malah belum ada hehe…, kalopun ada paling tentang merek, letterhead atau typografi-nya mas Danton.

  3. 3 hariadhi 9 Januari, 2008 pukul 9:45 pm

    Too bad, diskonnya udah abis tanggal 4 kemarin, mas.๐Ÿ˜ฆ Tapi kalau penasaran bisa saya liatin, sih๐Ÿ˜›

    Harganya kalau ga didiskon 319 ribu.

  4. 4 A J I 10 Januari, 2008 pukul 10:03 am

    Wah, sayang yaa…

    Waktu lalu, ada juga tawaran tentang buku desain kemasan produk luar negeri. Sudah didiskon. tapi teuteup, harganya itu lochh… ga nahanin hehe…

    Btw, thx ya Har..

  5. 5 hariadhi 10 Januari, 2008 pukul 12:29 pm

    sama-sama, mas๐Ÿ™‚

  6. 6 kawi 3 Maret, 2008 pukul 4:44 pm

    Bung hariadhi, Setuju banget sama pernyataan you di bawah ini :

    “..Makanya saya masih heran kenapa orang kurang menghargai pekerjaan desain. Belajarnya sulit lho (dan mahal pula).”

    Pengguna jasa desain saat ini melihat kompetisi produk yg semakin gila dan cepat, membuat para produsen berpikir cepat dan praktis, shg nilai2 expertise dari desainer terkadang menjadi kelas 2 dan sering disamaratakan dg pekerjaan output desain , bahkan “digratiskan” oleh supplier printing ( contoh : print offset ).

    Nah, kayaknya perlu ada komunitas desainer yg bisa menampung semua aspirasi yang kreatif dan bermanfaat untuk kemajuan desainer indonesia.

    Kebetulan saya baru bikin blog, yg mudah2an bisa menarik attention teman-teman desainer yang kreatif untuk beraspirasi alias “bercurhat” soal kendala, solusi dan informasi ttg packaging design.

    Addreessnya di : brandpack.blogspot.com

    ( Mampir yah…? )

    Bravo Desainer Indonesia ..!!!

  7. 7 hariadhi 3 Maret, 2008 pukul 10:56 pm

    meluncur…๐Ÿ˜‰

  8. 8 Alfiya DL 11 Maret, 2008 pukul 11:56 am

    Salam kenal
    membaca artikel anda bergidik juga melihat harga buku packaging tersebut, tapi emang kualitas isinya pasti ga diragukan. Kebetulan saya lagi nyari buku2 packaging buwat skripsi saya. Ada ga ya buku packaging yang berbahasa indonesia.

  9. 9 Alfiya DL 11 Maret, 2008 pukul 11:57 am

    Salam kenal
    membaca artikel anda bergidik juga melihat harga buku packaging tersebut, tapi emang kualitas isinya pasti ga diragukan. Kebetulan saya lagi nyari buku2 packaging buwat skripsi saya. Ada ga ya buku packaging yang berbahasa indonesia.

    kalo ada tolong infonya donk :
    dwee_19@yahoo.com

    terima kasih banyak

  10. 10 hariadhi 11 Maret, 2008 pukul 11:37 pm

    Belom pernah liat. Tapi pernah ada Majalah Concept versi Packaging. Waktu itu majalahnya dibungkus dengan tema abang becak, warna kuning. Berapa yah harga Concept? 50.000 kali?

    Buku desain mahal, ya urut-urut dada juga sih. Tapi mau gimana lagi, secara nyetak aja emang harus full color yah… 300 ribu tapi ga nyesel kok. Tebel bukunya, isinya juga inovatif. (Ngga ada teori packaging di dalamnya).

  11. 11 gepeng 3 Desember, 2008 pukul 4:32 pm

    mas aku lagi butuh data tentang desain packaging yang baik terutama untuk packaging rokok.

    ada datanya g mas?

    atau alamat web yang ngulas dunia packaging gitu ada ga?

    kl ada tlg aku dikabari ya..

    nuwun..

    oh ya, setuju pendapatnya desainer sering di hargai murah.
    bahkan gratis. padahal untuk beli bukunya aja mehel-mehel.

    kl menurutku itu cuma pelacur desain yg ga punya harga diri dengan iklas menjajakan karyanya dengan bayaran murah meriah & bisa “ditunggu” lagi. kebanyakan para desainer gadungan yang baru 1 bulan belajar corel & photoshop udah dengan bangga buat kartunama sama sepanduk depan rumah “terima pengetikan, desain grafis, advertising, dll..”
    tapi ga tau apa itu nirmana?
    wakakaa…

    mudah-mudahan masih tau apa bedanya vector & bitmap?

    jangan tersinggung kl emang kenyataanya iya?

    maju terus desain grafis indonesia…

    http://www.gepdesign.wordpress.com

  12. 12 swz picture 17 Februari, 2010 pukul 1:28 pm

    salam kenal, selama ini saya baru belajar menggarap desain packaging teman … masih banyak perlu belajar dengan mas hariadhi yang sangat jago ini … aku tunggu sharingnya …
    aku ada di fb http://www.facebook.com/suiswoyo

  13. 13 belanja buku online 5 Februari, 2014 pukul 7:13 am

    I got this website from my friend who told me regarding this website and at the moment this time I am visiting this web page and
    reading very informative content at this place.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Januari 2008
S S R K J S M
« Des   Feb »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

%d blogger menyukai ini: