Haram.. Pokoknya Haram!

Suasana menjelang Idul Fitri. Seorang santri sedang mengurusi pembagian beras zakat. Pembagian terakhir, ia melihat gelandangan sedang berjalan tertatih-tatih, kelaparan sekali. Karena iba, santri ingin mencatatkan gelandang itu sebagai penerima zakat.

“Sebentar.. kamu tahu tidak, siapa yang kamu tolong?”, tegur Kyai yang mengawasi kerja si santri. “Saya tidak tahu Kyai, tapi yang jelas dia lapar sekali dan butuh makanan”, Jawab santri.

“Dia itu orang yang tidak mengakui Allah, dari jalan ke jalan ia mengajarkan kesesatan. Saat mengamen ia menyanyikan lagu-lagu pujian milik agama lain. Ia kafir sekafir-kafirnya!”

“Lho, bukannya Allah tidak pernah memberi prasyarat kepada orang yang mau kita bantu, Kyai? Yang harus kita bagi makanan itu orang fakir, miskin, berhutang, dan sebagainya. Tapi tak pernah kita diharuskan membaginya kepada muslim saja.”

“Tapi kalau kau bantu ia, bisa makin banyak orang yang tersesat dan itu sama saja berarti kita membenarkan perkataannya.”, Muka Kyai mulai merah.

Santri berkilah “Tapi bukankah iman itu urusan masing-masing kita, Kyai? Saya tolong gelandangan ini atau tidak, jika Allah menentukan seseorang jadi kafir, kita tidak bisa mencegah. Setau saya kita tidak diperintah Allah mengurusi iman orang lain. Obligasi kita hanya untuk menjaga kebersihan diri sendiri sambil berbuat baik kepada orang lain. Kalau ada yang butuh informasi mengenai agama, kita ajarkan. Syukur-syukur kalau ada yang mengikuti.”

“Tapi dia mengkafirkan orang lain. Dia menyanyikan lagu yang bertentangan dengan Islam! Kafir Harbi!”

Santri menjawab, “Mungkin saja karena lagu itu bagus sehingga orang membayarnya lebih banyak, Kyai. Bukankah itu kesalahan kita sendiri, tidak mengajarkan lagu bagus yang sesuai dengan Islam?”

Kyai marah “Kurang ajar. Tahu apa kamu? Santri aja kok ngeyel, belagu! Kalau kau tetap memberi makanan kau kudoakan masuk neraka!”

“Kalau begitu doakanlah, Kyai. Saya takut kepada Allah, bukan neraka”

7 Responses to “Haram.. Pokoknya Haram!”


  1. 1 warnetubuntu 24 Desember, 2007 pukul 11:26 pm

    kalau tidak salah rasul pernah mencontohkan, beliau tiap hari memberi makan wanita yahudi yang buta, dan tiap hari pula topik pembicaraan wanita tersebut adalah memaki2 rasul…

    btw, tiap natalan gini biasanya secara tidak sadar saya menyenandungkan lagu jinggle bells😀

  2. 2 venus 25 Desember, 2007 pukul 11:04 am

    dua taun yang lalu, instruktur senamku ngajakin ngumpulin baju2 bekas layak pakai, mainan, makanan, buat disumbangin ke panti asuhan. bete banget pas aku nyamperin salah satu tmn, dia nanya, “eh maaf ya, mau tanya dulu, ini panti asuhan kristen apa islam?”

    dan aku maaaraaaaah banget banget banget. what was she thinking?? mo nolongin orang kok ngeliat dia itu siapa agamanya apa warna kulitnya item atau putih atau belang. bah!

    capedeeeeee…..

  3. 3 Fourspeedlab 25 Desember, 2007 pukul 1:17 pm

    cerita yang menarik banyak maknanya. tapi gak semua kyai seperti itu kan.
    lam kenal bro

  4. 4 Xaliber von Reginhild 25 Desember, 2007 pukul 7:43 pm

    *baru mau menceritakan soal Rasul, tapi sudah diwakili mas warnetubuntu😛 *

    Intinya, jadi menolong orang tak perlu melihat kovernya ya?😀 Kalau kata guru agama saya, zakatlah terlebih dahulu, jika sudah sampai di tangan penerimanya itu sudah urusan masing-masing.:mrgreen:

    Btw, kalimat terakhir kyai-nya bernuansa fallacy sekali.😐

  5. 5 hariadhi 25 Desember, 2007 pukul 7:57 pm

    @warnetubuntu
    Awas murtad.. hehehe
    @venus
    kekeke… itulah yang susah dari muslim-muslim sekarang. Agama malah dijadiin tembok dalam berinteraksi dengan orang lain.
    @Fourspeedlab
    Tentu ga semua. Ini cuma cerita fiksi kok. Tapi ya secara garis besar sikap si Kyai itu sama dengan sikap rata-rata muslim di sekitar saya.
    @Xaliber von Reginhild
    I love your word, that “fallacy..” thing😛

  6. 6 Sayap KU 27 Desember, 2007 pukul 2:32 pm

    Suatu hari Ayah Ade pernah bilang gini “De, kalau Ade melakukan sesuatu yang diharamkan, Ade takut sama Allah bukan takut sama Ayah” … tambah takut deh.

    -Ade-

  7. 7 Xaliber von Reginhild 28 Desember, 2007 pukul 7:37 pm

    @hariadhi:
    Eh? Kenapa dengan fallacy?😛 Saya kenal istilah itu dari Kopral Geddoe.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d blogger menyukai ini: