Diskriminasi Warna


Indonesia bukan negara yang didirikan kaum chauvinis. Kita tidak punya budaya perbudakan dalam sejarah. Tapi sadarkah kita kalau mental kita dididik untuk membenci perbedaan warna kulit?

Cobalah ingat iklan pemutih kulit yang terakhir kita lihat. Pasti menunjukkan bagaimana seorag gadis yang walaupun cantik tapi tetap merasa rendah diri dan buruk rupa. Tidak ada kaum lelaki yang mau meliriknya hanya karena kulitnya gelap. Tapi begitu dia berhasil memutihkan kulitnya dengan pemutih yang katanya-bisa-memutihkan-dalam-seminggu, para lelaki langsung mengerubunginya.

Ingat-ingatlah terakhir kali anda melihat foto selebriti di koran. Pasti fotografer berusaha membuat kulitnya putih dengan memperbanyak cahaya. Tidak afdol rasanya kalau foto selebriti cantik tidak dibuat putih.

Cobalah perhatikan peran utama di sinetron, nyaris tidak ada yang kulitnya hitam. Sebaliknya, mudah sekali menemui peran antagonis berkulit gelap. Seolah kulit hitam itu mengundang setan-setan untuk merasuki tubuh kita. Kulit hitam membuat seorang ibu bisa menyiksa putrinya dan tidak mengakuinya seumur hidup.

Begitu banyak produk pemutih kain, tapi pernahkah kita bertanya mengenai produk yang bisa menjaga kecemerlangan kain hitam? (padahal hitam kusam itu ga kalah jelek dengan putih kekuningan, lho)

Ingatlah didikan ibu kita waktu kecil. “Nak.. jangan banyak main di bawah matahari, nanti kulit kamu hitam.” Seolah kulit hitam itu buruk, membawa penyakit, sehingga lebih penting punya anak berkulit putih daripada membiarkan kesenangannya bermain.

Anda masih simpan koran yang ada Kontak Jodohnya? Betapa banyak laki-laki yang mendambakan wanita cantik berkulit putih. Sebaliknya jarang sekali ada yang mau mengakui kalau dirinya berkulit hitam, takut ga laku.

Beranikah kita bertanya, mengapa kelahiran dan perkawinan selalu diselubungi warna putih, sementara saat pemakaman kita diwajibkan memakai warna hitam?

Pernahkah kita menjumpai produk kecantikan yang bisa membuat kulit hitam semakin hitam? Kalaupun bertemu, apakah anda berani membelinya?

Adakah yang salah dengan kulit gelap?

When I was born, I was black. When I grow up, I’m black. When I’m ill, When I die, I’m black. But you – When you’re born, you’re pink. When you grow up, you’re white. When you’re ill, you’re green. When you go out in the sun, you go red. When you’re cold, you go blue. When you die, you’re purple. And you have the nerve to call me Colored?

(Kutipan dari Malcolm X, pejuang penghapusan diskriminasi warna kulit di Amerika Serikat)

Link Mengenai Budaya Indonesia dan Warna Kulit

Sepotong Aparteid dalam Iklan

Lucunya Iklan Indonesia, Kulit Menjadi Putih

Pengen Kulit Hitam (Susahnya menjadi diri sendiri)

Lotion Pemutih Citra, Pemutih Kulit (Ngakunya untuk kulit wanita Indonesia, tapi…)

Julie Estelle Terobsesi Menghitamkan Kulit (nah..yang udah putih aja pengen hitam, kok)
Cermati Produk Pemutih Kulit (saking ngototnya mengubah takdir, sampai nekat merusak diri sendiri)

Sedang berpikir mengganti tampilan blog ini ke warna hitam…

18 Responses to “Diskriminasi Warna”


  1. 1 warnetubuntu 24 Desember, 2007 pukul 11:21 pm

    cantik penampilan itu biasanya tidak awet.. yg lebih penting cantik hatiπŸ™‚ , sayangnya cantik hati ini susah mengetahuinya..😦

  2. 3 venus 25 Desember, 2007 pukul 11:09 am

    bahwa kulit yang cantik adalah kulit berwarna lebih terang (baca: putih), sepertinya ini akal2an media dan para kapitalis pemilik modal yg bikin pabrik produk pemutih kulit. tanya kenapa?πŸ˜€

    anyway, aku gak pernah ‘keberatan’ dengan warna kulitku yang indonesia banget. gak pengen putih ah, lagian hubby bilang kulitku bagus. coklat dan sehat.

    can’t help being exotic. HAHAHAH!

  3. 4 Fourspeedlab 25 Desember, 2007 pukul 1:20 pm

    gua juga lebih seneng yang exotic
    kalo keputihan namanya pektai :))

  4. 5 rezco 25 Desember, 2007 pukul 2:27 pm

    bule-bule di Bali ajah seneng yg kulit coklat….
    :mrgreen:

  5. 6 Xaliber von Reginhild 25 Desember, 2007 pukul 7:48 pm

    Jadi ingat kata guru Sosiologi saya (wah kok seringnya bawa-bawa guru yaπŸ˜› ). Katanya, kenapa kita lebih senang melihat kulit putih itu gara-gara dulu kita dijajah sama orang Barat, yang notabene kulitnya putih. Dan orang Barat dulu itu di Indonesia punya kedudukan tinggi. Kalau seandainya dulu orang Indonesia yang menjajah Eropa, mungkin kulit hitam yang dianggap bagus.πŸ˜›

    Btw, saya jadi ingat postingannya mas Guh soal kulit hitam.πŸ˜•

  6. 7 bagsholic 26 Desember, 2007 pukul 7:49 pm

    ky’nya udah nga trend nya ‘Michael Jackson’ lagi dh yg namanya Kulit-Harus-Putih.
    Tapi Kulit-Harus-Bersih YOI. Bikin polling gih.. (G juga exotic and Proud of it)

  7. 8 hariadhi 27 Desember, 2007 pukul 1:00 pm

    @Xaliber von Reginhild
    Minta linknya, dong?
    @bagsholic
    ok bos, ntar kalau ada waktu ya? (masih diburu-buru tugas, nih)
    @venus
    Kalau yang percaya diri begini gw suka deh.πŸ˜‰

  8. 9 Zaki 27 Desember, 2007 pukul 1:58 pm

    jadi inget kemeja hitam saya yg warna hitamnya mulai ngga cemerlang lagi, jadi kalo dipake dg celana hitam kelihatan ngga kompak hitamnya😦

    @hariadhi:
    katanya sih kalo kita pake warna hitam di layar komputer, itu bisa menghemat energi loh, makanya google aja skrg ada versi hitamnya, namanya blackle (www.blackle.com), sayang hasil pencariannya ngga sebagus google yg original.

  9. 11 anis 31 Maret, 2008 pukul 1:14 pm

    kulit putih? boleh juga
    kulit hitam? kenapa tidak
    yang penting behaviournya men

  10. 12 Husni Arniz 7 Mei, 2008 pukul 11:14 am

    kulit putih emang good hueheu

  11. 13 Anonim 7 Mei, 2008 pukul 11:16 am

    kulit putih

  12. 14 Arniz CaeM Bro' 7 Mei, 2008 pukul 11:20 am

    Kulit Hitam Ama Putih Sebenerx ada bagus N tidakx

    coba deh kalian pikir klo kalian tinggal di ambon ato di jayapura ato dimana keQ’ yaah khususx di daerah pedalaman getooooH
    truz anak kalian laher berkulit putih kan ga machine bro’
    hhahahahaha

    tapi kl anak ente lahirx kulit hitam nah itu baru machne…
    hueeuehue

    gitu ajja akh…

    cappe

    kea ga da topik laen ajja

    keax topikx kurang seru
    coba deh topik yang lbh HOT
    πŸ˜€

  13. 15 Husni Sos 7 Mei, 2008 pukul 11:30 am

    Kulit putih udah biasa kalleeee….
    tapi kulit hitam gimana yach?? apa mesti di oprasi?
    kalo ingat teman gue Emmy sih dia ga hitam N ga putih,ga sedang2 juga. alx waktu dia oprasi yg tadix hitam pengen di putihin
    eh……yg ada malah kulitx belang2.
    hehe….., zebra kaleee,,
    mending yg netral2 aja yach. ga usa trlalu pesimis pux kulit hitam.
    PUTIH berani, HITAM siapa takuuut.

    ;D

  14. 16 777501 19 Agustus, 2008 pukul 7:08 pm

    putih jadi hitam gampang, hitam jadi putih susah, makanya kulit putih itu mahal

  15. 17 'izzati aneuk 22 Desember, 2009 pukul 6:25 am

    Kalo ana sich mendingan kulit hitam kenapa?

    Karena pigmen hitam lebih susah sakit daripada si putih.

    Ada gk ya penghitam kulit?

  16. 18 Drug com behind valium 10 April, 2013 pukul 11:04 am

    amkupibsjbeij, Roche valium, GciyWco, [url=http://www.fightanxiety2013.com/]Valium abuse and effects[/url], bHiudqN, http://www.fightanxiety2013.com/ Valium for nerve pain dosages, VYEvlSQ.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d blogger menyukai ini: