Yang Susah dalam Hidup

Memaafkan itu gampang. Cuma tinggal bilang tiga kata “iya, saya maafin”. Diberi maaf apalagi. Cuma mendengar tiga kata itu. Ga perlu buang-buang energi. Tapi ada yang lebih susah daripada ngasih maaf dan diberi maaf. Apa itu?

….meminta maaf

Meminta maaf itu perjuangan berat. Perjuangan menaklukkan ego sendiri. Mengakui kalau kita salah, orang lain benar. Lebih berat lagi kalau meminta maaf saat kita sedang di atas angin. Saat banyak orang mengagung-agungkan pendapat kita. Saat kita tahu seratus persen pendapat kita benar, lengkap dengan argumentasinya. Dan seratus persen pendapat orang lain salah, lengkap pula dengan argumentasinya.

Tantangannya makin berat kalau berniat minta maaf secara tulus. Ga pake berkelit, benar-benar murni mengungkapkan kesalahan diri secara gamblang. Ga pake embel-embel apapun. Ga pake kalimat “Maksud saya sebenarnya begini.. tapi anda menangkapnya begitu…, jadi maaf deh. Ini cuma kesalahpahaman kok.” Tidak! itu bukan permintaan maaf yang tulus. Itu masih mencari-cari celah untuk tidak terlihat jelek saat meminta maaf.

Jadi, “Maaf, saya 100% salah. Anda benar

(Seraya mengurungkan niat membahas Situs Pariwisata Indonesia yang terkenal itu. Habis saya ga terlalu kompeten, ilmunya belum punya)

Iklan

15 Responses to “Yang Susah dalam Hidup”


  1. 1 venus 16 Desember, 2007 pukul 4:38 pm

    yeeee….kok gitu? hahahah….padahal beneran saya penasaran baca postingan yg ga jadi dipublish itu lhoh. dan mestinya situ juga nyante aja, namanya juga berpendapat. salah juga gpp kok. justru kalo semua orang satu suara jadi gak seru, kesannya kita ini bebek semua, hihihi…

    makin banyak pendapat yang gak seragam, makin seru diskusinya. ya gak sih? bahkan kalo resikonya kita sampe dimaki2 pun, nyante aja lagiii…
    saya mah udah kenyang dimaki2 gara2 ngeblog. yang dibilang sok modern, perempuan ga bener (soalnya dulu saya pernah iseng bikin keycode jorok buat spa protection di blog, haha…), doyan brondong apa lah…
    beuh, cape kalo dengerin begituan. kalo kata tmn2 saya (tmn2 online yg akhirnya jadi sahabat2 saya di real world), ‘cuekin cuekin cuekin! sama sekali ga mengurangi rasa cinta kami kepadamu!’ hayyyaaaaahhhhhh…..

    dan jadilah sampe sekarang saya nulis seenak saya aja. mo maki2 ya maki2, mo nulis yang sinting2 ya saya tulis jugaaa….
    apa yg lewat di kepala aja. cuma blog ini :p

    palingan kalo ada yg clometan, saya jawab ‘you dont know shit’ πŸ˜€

    *nunggu tulisan yg tadi di-republish*

  2. 2 venus 16 Desember, 2007 pukul 4:40 pm

    hah! sampe lupa poin yang mau saya sampein tadi.

    kenapa minta maaf sih? kenapaaaaaa????? halah πŸ˜€

  3. 3 hariadhi 16 Desember, 2007 pukul 4:48 pm

    simply, karena analisanya memang salah. Hehehe.

    Sekarang karena udah minta maaf rasanya lebih ringan. Nanti sajalah kalau gw ngebahas tentang desain sebagai bungkus produk, itu sebenarnya mau ditujuin ke sana. Tapi kapan-kapan aja ya, πŸ˜›

  4. 4 venus 16 Desember, 2007 pukul 5:19 pm

    Weeeeehhh….mo dibikin komik? Ahahaha….seru, seru.

    Ok doc, kita tunggu komiknya πŸ˜€

  5. 5 warnetubuntu 16 Desember, 2007 pukul 6:51 pm

    loh ada apa ini? *penasaran*, situs pariwisata yg mana? kok sampai maaf2an segala.. Emang mas Hariadhi bikin salah?

    btw, minta maaf itu mudah klo pas hari raya πŸ˜€

  6. 6 leksa 16 Desember, 2007 pukul 6:59 pm

    mas situ minta maaf,.. aku ga maafin,..
    tapi aku juga meminta maaf…
    semoga situ maafkan…
    hehehe…

  7. 7 hariadhi 16 Desember, 2007 pukul 9:43 pm

    @warnetubuntu
    Iya, Mas. Berbuat salah yang memalukan. Gw berkomentar sebelum tau inti masalahnya. Makanya akhirnya dihapus aja post aslinya.
    @Leksa
    Ndaa! nda ada maaf! Pokoknya ga. Hahah hihihi. *becanda

  8. 8 antarpulau 17 Desember, 2007 pukul 12:23 am

    Memberi maaf dan meminta maaf, menurut saya, sama cucahnya…

    *jadi inget kalo mau lebaran…*

  9. 9 Sayap KU 17 Desember, 2007 pukul 1:28 pm

    Ade maafin segala kesalahan mas ….

    -Ade-

    btw: blognya tambah cantik yah, tampilannya tambah bagus banget. SUNGGUH.

  10. 10 ardjuna 17 Desember, 2007 pukul 1:58 pm

    Bagi saya, memaafkan dan memohon maaf yang di dasari dan di landasi ego yang tinggi, akan sama2 sulit!!

    orang yang dapat memaafkan kesalahan seseorang adalah orang yang baik, sedangkan yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan seseorang adalah orang yang bijak, dan orang yang dapat memaafkan dan melupakan kesalahan seseorang “sebelum” orang tersebut minta maaf adalah orang yang memiliki sifat ilahi.

  11. 11 hariadhi 17 Desember, 2007 pukul 2:38 pm

    @antarpulau & ardjuna
    Haha.. yah, itu balik ke pemikiran masing-masing kali, ya Mas? Tapi biasanya ego dan gengsi cepat runtuh kalau salah satu udah mengambil inisiatif meminta maaf. Nah.. yang susah ya memulai inisiatif itu.

    @Ade
    Hihi, makasih, makasih… Semoga permintaan maaf gw dan pemberian maaf dari semua orang, termasuk Ade, bikin blog ini tambah cantik dan lega.

  12. 12 tukangkopi 17 Desember, 2007 pukul 2:53 pm

    tapi kadang-kadang gw ngerasa kalo kata maaf itu semakin kehilangan maknanya. banyak orang mudah mengucapkan kata maaf. tapi hanya sekedar ucapan. berikutnya, kesalahan yang sama kembali diulang. lalu dengan gampangnya minta maaf lagi.. begitu seterusnya. uuurrrghghgh…

  13. 13 kuchikuchi 17 Desember, 2007 pukul 11:15 pm

    salah sama siapa lagi skrg? πŸ˜›

  14. 14 hariadhi 18 Desember, 2007 pukul 8:01 pm

    haha. ada deh.. Yang kemarin itu live, tidak ada siaran ulang.
    @tukangkopi
    Yah.. that’s life. Mirip trial and error. Kadang hitam, kadang putih, kadang abu-abu. Bisa juga merah kuning ijo. Kalau salah ngecat rumah salah pake warna mungkin masih bisa ditimpa warna yang bener. Tapi pasti masih kelihatan bayangannya dong.

    Tapi paling ga sudah berusaha, daripada ga sama sekali.

  15. 15 Nane 18 Desember, 2007 pukul 11:45 pm

    wah,, kalo buat saya memaafkan itu lebih berat daripada meminta maaf… hehehe… ~~(aura pendendamnya keluar)~~
    mengapa? aneh sekali meskipun kita bilang “ya, saya memaafkan”… namun belum tentu yang ada di hati demikian… tetap saja terkadang kita dihantui oleh dendam itu…
    Beda halnya dengan minta maaf… Memang berkata “Maaf” itu sulit… tapi sebenarnya dalam hati kita sudah diliputi penyesalan yang tulus bukan? O__o..??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Bumi Magenta!

Arsip

Bebas bertanggung jawab

Tulisan di blog ini ada di bawah lisensi Creative Commons with attribution 2.5. Syarat untuk menyalin blog ini adalah menyertakan url blog ini sebagai sumber.
Desember 2007
S S R K J S M
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

%d blogger menyukai ini: